Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Cara Mengolah Kimpul agar Tidak Gatal saat Dimakan
ilustrasi kimpul (pixabay.com/WebTechExperts)
  • Rasa gatal pada kimpul berasal dari kristal kalsium oksalat yang tersisa, bukan karena umbi ini berbahaya untuk diolah.
  • Kimpul perlu dikupas, dicuci bersih, lalu direndam air garam selama sekitar 30 menit hingga satu jam sebelum dimasak.
  • Rebus kimpul sampai benar-benar lunak, buang air rebusan pertama, lalu olah kembali menjadi hidangan sesuai selera.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernah antusias mengolah kimpul jadi camilan atau lauk, tetapi baru beberapa suap sudah muncul sensasi gatal di mulut? Kondisi ini sering dialami banyak orang, terutama jika proses pengolahannya kurang tepat. Padahal, kimpul merupakan umbi lokal yang bertekstur lembut, gurih, dan cocok diolah menjadi beragam hidangan yang menggugah selera.

Rasa gatal pada kimpul sebenarnya bukan berarti umbinya berbahaya, melainkan berasal dari kandungan kristal kalsium oksalat yang masih tersisa. Kabar baiknya, ada beberapa cara sederhana yang bisa membantu mengurangi kandungan tersebut sehingga kimpul lebih nyaman disantap tanpa menghilangkan cita rasanya.

Nah, supaya hasil masakanmu tetap lezat dan bebas rasa gatal, simak lima cara mengolah kimpul agar tidak gatal saat dimakan sampai selesai berikut ini, yuk!

1. Kupas kimpul, lalu cuci hingga benar-benar bersih

ilustrasi kimpul (magnific.com/jcomp)

Langkah paling sederhana yang sering dianggap remeh adalah mengupas kulit kimpul dan mencucinya sampai bersih. Namun, sisa-sisa getah, debu, dan kotoran yang tertinggal bisa membuat proses pengolahan kurang maksimal. Jadi, jangan terburu-buru untuk segera memasaknya, ya.

Setelah mengupas, bilas kimpul beberapa kali di bawah air mengalir sambil perlahan menggosok permukaannya. Metode sederhana ini membantu mengurangi getah dan kotoran yang masih menempel. Selain jadi lebih higienis, kimpul juga siap untuk diproses ke tahap berikutnya sehingga menjadi lebih nyaman saat disantap.

2. Rendam dalam air garam selama berapa waktu

ilustrasi garam (pixabay.com/Bru-nO)

Kalau ingin mengurangi rasa gatal, jangan lewatkan proses perendaman. Banyak orang langsung merebus kimpul setelah mencucinya, tetapi merendamnya dalam air garam bisa menjadi langkah tambahan yang cukup membantu. Proses ini memang mudah, tetapi manfaatnya sering kali terasa pada hasil akhir.

Larutkan garam ke dalam air, kemudian rendam potongan kimpul selama sekitar 30 menit sampai satu jam. Garam membantu mengurangi jumlah kristal kalsium oksalat yang menyebabkan rasa gatal di mulut. Sesudah direndam, jangan lupa untuk mencuci kembali dengan air bersih sebelum melanjutkan memasak.

3. Rebus hingga benar-benar matang

ilustrasi panci untuk merebus (freepik.com/valeria_aksakova)

Salah satu penyebab kimpul masih terasa gatal adalah karena waktu perebusannya kurang lama. Meskipun bagian luar mungkin tampak sudah empuk, bagian dalamnya belum tentu matang dengan sempurna. Oleh karena itu, waktu memasak juga perlu diperhatikan.

Rebus kimpul dalam air mendidih hingga teksturnya benar-benar lunak dan mudah ditusuk garpu. Proses pemanasan yang cukup membantu menurunkan kandungan kristal penyebab rasa gatal sehingga lebih aman dikonsumsi. Nah, kalau sudah matang sempurna, kimpul juga akan terasa lebih pulen dan nikmat saat diolah menjadi berbagai menu.

4. Buang air rebusan pertama

ilustrasi merebus (freepik.com/freepik)

Air rebusan pertama memang terlihat biasa saja, tetapi sebaiknya tidak digunakan lagi untuk mengolah kimpul. Selama direbus, sebagian senyawa penyebab sensasi gatal ikut terlepas dan bercampur ke dalam air. Karena itu, membuang air rebusan pertama adalah salah satu langkah yang tidak boleh dilewatkan.

Setelah kimpul direbus, buang air rebusan pertama lalu bilas sebentar sebelum dimasak lagi sesuai resep. Cara ini sering diterapkan untuk membantu mengurangi sisa kandungan yang masih tertinggal. Hasilnya, kimpul terasa lebih nyaman disantap tanpa mengurangi kelezatan teksturnya.

5. Masak kembali sesuai hidangan yang diinginkan

ilustrasi mengolah kimpul (freepik.com/freepik)

Kalau kimpul sudah melewati semua tahapan pengolahan, sekarang saatnya mengubahnya menjadi hidangan yang kamu sukai. Umbi ini cocok diolah menjadi aneka menu, mulai dari digoreng, dikukus, dijadikan kolak, hingga camilan yang lagi populer. Nah, di tahap inilah kreativitasmu di dapur bisa benar-benar dimainkan.

Dengan pengolahan yang tepat sejak awal, kamu tidak perlu lagi khawatir sensasi gatal akan mengganggu saat makan. Kimpul pun bisa dinikmati dengan tekstur yang lembut dan rasa yang maksimal. Jadi, jangan ragu untuk menjadikan umbi lokal ini sebagai variasi menu rumahan yang lezat dan mengenyangkan.

Dengan teknik pengolahan yang tepat, kimpul bisa diolah menjadi hidangan yang lezat tanpa meninggalkan sensasi gatal saat dimakan. Mulai dari proses perendaman hingga perebusan, setiap langkah sederhana ini berperan penting agar hasil masakan lebih nikmat dan nyaman disantap. Jadi, jangan ragu mencoba tips di atas supaya olahan kimpul buatanmu makin enak dan disukai seluruh keluarga.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article