Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Kenapa Bawang Bombay Tidak Boleh Masuk Kulkas? Ini 4 Alasannya

Kenapa Bawang Bombay Tidak Boleh Masuk Kulkas? Ini 4 Alasannya
ilustrasi bawang bombay (pexels.com/Paul Seling)
Share Article

Bawang bombay menjadi salah satu bahan dapur yang hampir selalu ada di rumah. Rasanya yang khas membuat bahan ini sering digunakan untuk berbagai masakan, mulai dari tumisan hingga sup. Namun, masih banyak orang yang menyimpan bawang bombay di dalam kulkas agar lebih awet.

Padahal, cara tersebut ternyata tidak selalu tepat. Menyimpan bawang bombay di kulkas justru bisa menurunkan kualitasnya, baik dari segi tekstur, rasa, maupun daya tahannya. Lalu, kenapa bawang bombay tidak boleh masuk kulkas? Berikut penjelasan lengkapnya.

1. Menjadi lembek dan benyek

ilustrasi bawang bombay
ilustrasi bawang bombay (pexels.com/Paul Seling)

Alasan pertama kenapa bawang bombay tidak boleh masuk kulkas adalah karena teksturnya bisa berubah menjadi lembek dan benyek. Hal ini terjadi akibat tingginya tingkat kelembapan di dalam kulkas. Bawang bombay memiliki struktur sel yang cukup sensitif terhadap perubahan suhu dan kelembapan.

Saat disimpan di dalam kulkas, kelembapan tersebut akan merusak struktur sel bawang sehingga teksturnya tidak lagi renyah seperti saat pertama kali dibeli. Akibatnya, bawang bombay menjadi lebih lunak, berair, dan kurang enak digunakan untuk memasak. Jika sudah terlalu lama disimpan, teksturnya bahkan bisa terlihat seperti membusuk meskipun belum benar-benar rusak.

2. Memicu pertumbuhan jamur

ilustrasi bawang bombay
ilustrasi bawang bombay (pexels.com/Mumtahina Tanni)

Banyak orang mengira suhu dingin kulkas dapat mencegah semua jenis pembusukan. Faktanya, bawang bombay justru lebih rentan mengalami masalah ketika disimpan dalam kondisi yang terlalu lembap. Suhu dingin yang tidak diimbangi dengan sirkulasi udara yang baik dapat memicu pertumbuhan jamur dan bakteri pembusuk.

Kondisi ini membuat permukaan bawang lebih cepat rusak dibandingkan jika disimpan di tempat yang kering dan memiliki ventilasi udara yang baik. Tanda-tandanya biasanya berupa munculnya bercak hitam, lapisan putih seperti kapas, atau bagian bawang yang mulai lunak dan mengeluarkan bau tidak sedap. Jika sudah seperti ini, bawang bombay sebaiknya tidak lagi digunakan untuk memasak.

3. Kandungan pati berubah menjadi gula

ilustrasi bawang bombay
ilustrasi bawang bombay (pexels.com/Ilo Frey)

Alasan berikutnya berkaitan dengan perubahan rasa. Tidak banyak yang tahu bahwa suhu rendah dapat memengaruhi kandungan alami yang ada di dalam bawang bombay. Ketika bawang bombay disimpan di kulkas dalam waktu cukup lama, kandungan pati di dalamnya akan berubah menjadi gula. Proses ini membuat rasa bawang menjadi berbeda dari kondisi normalnya.

Perubahan tersebut bisa membuat bawang terasa lebih manis dan menghasilkan cita rasa yang aneh ketika dimasak. Pada beberapa jenis masakan, perubahan rasa ini dapat mengganggu hasil akhir sehingga makanan tidak terasa seperti yang diharapkan. Karena itu, jika kamu ingin mempertahankan rasa asli bawang bombay, menyimpannya di suhu ruang yang sejuk jauh lebih disarankan dibandingkan memasukkannya ke dalam kulkas.

4. Aroma menyebar ke makanan lain

ilustrasi bawang bombay
ilustrasi bawang bombay (pexels.com/Justus Menke)

Bawang bombay memiliki aroma yang cukup kuat dan tajam. Aroma ini berasal dari senyawa alami yang dilepaskan oleh bawang selama proses penyimpanan. Ketika disimpan di dalam kulkas, bau khas bawang bombay dapat menyebar ke berbagai bahan makanan lain yang berada di sekitarnya. Akibatnya, makanan seperti buah-buahan, susu, mentega, atau makanan siap santap bisa menyerap aroma tersebut.

Selain mengganggu rasa makanan lain, bawang bombay juga dapat menyerap bau dari bahan makanan di sekitarnya. Hal ini membuat kualitas dan kesegaran bawang menjadi berkurang. Oleh sebab itu, penyimpanan di tempat yang kering, sejuk, dan memiliki sirkulasi udara baik menjadi pilihan terbaik untuk menjaga kualitas bawang bombay.

Sekarang kamu sudah tahu kenapa bawang bombay tidak boleh masuk kulkas. Mulai dari membuat teksturnya menjadi lembek, memicu pertumbuhan jamur, mengubah kandungan pati menjadi gula, hingga menyebabkan aroma menyebar ke makanan lain, semuanya dapat menurunkan kualitas bawang bombay.

Agar tetap segar dan tahan lama, simpan bawang bombay di tempat yang kering, sejuk, dan memiliki sirkulasi udara yang baik. Dengan cara penyimpanan yang tepat, kualitas bawang bombay akan tetap terjaga saat digunakan untuk berbagai masakan favoritmu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febrianti Diah Kusumaningrum
EditorFebrianti Diah Kusumaningrum

Related Articles

See More

Kenapa Lalapan Selalu Bikin Nafsu Makan Naik? Ini Alasannya

26 Jun 2026, 17:18 WIBFood