Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kenapa Harga Kastengel Lebih Mahal daripada Kue Kering Lainnya?

Kenapa Harga Kastengel Lebih Mahal daripada Kue Kering Lainnya?
Potret kue kastengel dan nastar (IDN Times/Dewi Suci)

Kastengel dikenal sebagai salah satu kue kering favorit yang hampir selalu hadir saat momen Lebaran Idulfitri. Cita rasanya yang gurih dengan aroma keju yang kuat membuat kue ini disukai banyak orang. Tak heran kalau kastengel sering menjadi camilan andalan saat berkumpul bersama keluarga atau menjamu tamu.

Jika diperhatikan, harga kastengel di pasaran biasanya lebih tinggi dibandingkan banyak kue kering lainnya. Perbedaan ini kerap membuat sebagian orang bertanya-tanya, terutama ketika melihat ukuran kue yang relatif kecil. Padahal, ada sejumlah faktor yang memengaruhi harga kastengel, mulai dari bahan utama yang digunakan hingga proses pembuatannya yang cukup detail.

Lantas, apa saja alasan di balik harga kastengel yang cenderung lebih mahal? Berikut penjelasannya.

1. Menggunakan keju dalam jumlah cukup banyak

Potret kue kastengel
Potret kue kastengel (IDN Times/Dewi Suci)

Salah satu bahan utama kastengel adalah keju, baik yang dicampurkan ke dalam adonan maupun yang ditaburkan di bagian atas kue sebelum dipanggang. Umumnya, jenis keju yang digunakan adalah keju cheddar atau edam yang memiliki rasa gurih kuat.

Jumlah keju yang dipakai juga tidak sedikit. Selain menjadi campuran adonan, parutan keju di bagian atas kastengel berfungsi memberikan tekstur, sekaligus aroma yang khas setelah dipanggang. Sebab, harga keju relatif lebih mahal dibandingkan bahan kue lainnya. Hal ini turut memengaruhi biaya produksi kastengel.

2. Menggunakan bahan berkualitas tinggi

Potret margarin
Potret margarin (pexels.com/Felicity Tai)

Selain keju, kastengel juga biasanya dibuat menggunakan mentega berkualitas baik, bahkan seringkali menggunakan mentega premium untuk menghasilkan aroma yang lebih harum. Penggunaan mentega murni ini berbeda dengan beberapa kue kering lain yang kadang memadukan mentega dengan margarin.

Bahan berkualitas tinggi tentu membuat rasa kastengel lebih gurih dan lembut. Di sisi lain, biaya bahan baku yang lebih mahal juga berdampak pada harga jual kue tersebut.

3. Proses pembuatan cukup detail

Meski terlihat sederhana, pembuatan kastengel memerlukan proses yang cukup teliti. Adonan harus diolah dengan komposisi yang tepat, agar teksturnya tetap renyah dan lumer, tapi tidak terlalu keras.

Setelah adonan dibentuk memanjang, setiap potongan biasanya diolesi kuning telur dan diberi taburan keju di atasnya sebelum dipanggang. Tahapan ini membutuhkan ketelitian, agar hasil akhirnya terlihat rapi dan menggugah selera. Proses yang detail ini membuat waktu produksi kastengel cenderung lebih lama dibandingkan beberapa kue kering lain.

4. Permintaan tinggi saat Lebaran

Potret kue kastengel dan nastar
Potret kue kastengel dan nastar (IDN Times/Dewi Suci)

Selain faktor bahan dan proses pembuatan, harga kastengel juga dipengaruhi tingginya permintaan saat menjelang Lebaran. Kastengel termasuk salah satu kue kering favorit yang hampir selalu ada di setiap rumah.

Permintaan yang tinggi membuat banyak produsen kue harus memproduksi dalam jumlah besar dengan bahan yang cukup mahal, terutama keju dan mentega. Hal ini turut memengaruhi harga jual kastengel di pasaran.

Melihat berbagai faktor tersebut, tak heran jika kastengel sering dianggap sebagai salah satu kue kering premium saat Lebaran. Meski harganya cenderung lebih mahal, banyak orang tetap memilih kastengel, karena rasa gurih dan aromanya yang khas memang sulit ditolak. Setuju?

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dewi Suci Rahayu
EditorDewi Suci Rahayu
Follow Us

Latest in Food

See More

Resep Kue Kering Lebaran Berbahan Kurma, Legit Menggoyang Lidah!

09 Mar 2026, 11:30 WIBFood