Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Mengenal Asal-usul Empanada, Camilan Populer di Amerika Latin

Mengenal Asal-usul Empanada, Camilan Populer di Amerika Latin
ilustrasi empanada (commons.wikimedia.org/Horacio Camberio)
Share Article

Empanada mungkin sering terlihat seperti camilan berisi daging, sayuran, atau keju yang dibungkus kulit pastry renyah. Meski terlihat sederhana, makanan ini ternyata memiliki sejarah yang panjang yang berkembang dari satu wilayah ke wilayah lain hingga dikenal luas di berbagai negara. Di balik bentuknya yang praktis dan rasanya yang menggungah selera, empanada memiliki cerita menarik yang menjadikannya lebih daripada sekadar kudapan biasa. 

Menariknya, setiap negara memiliki versi empanada dengan ciri khas yang berbeda, mulai dari bentuk, ukuran, hingga isian yang digunakan. Perbedaan tersebut lahir dari pengaruh budaya, tradisi, dan bahan pangan lokal yang berkembang selama berabad-abad. Jika penasaran bagaimana empanada bisa dikenal di berbagai belahan dunia serta fakta-fakta unik yang jarang dibahas, simak ulasan lengkapnya dalam artikel berikut.

1. Empanada ternyata memiliki akar sejarah yang jauh lebih tua dari yang banyak orang kira

ilustrasi tempat nongkrong di Amerika Latin
ilustrasi tempat nongkrong di Amerika Latin (unsplash.com/Roberto Huczek)

Banyak orang mengira empanada berasal dari Amerika Latin karena makanan ini sangat identik dengan kawasan tersebut. Padahal, jejak awal empanada dipercaya berasal dari wilayah Spanyol yang mendapat pengaruh kuliner Timur Tengah berabad-abad lalu. Konsep membungkus isian dengan adonan sebenarnya sudah digunakan untuk membuat makanan lebih praktis dibawa saat bepergian.

Melalui aktivitas perdagangan dan migrasi, empanada kemudian menyebar ke berbagai wilayah dan mulai mengalami banyak penyesuian. Karena itulah, empanada yang dikenal saat ini hadir dalam berbagai bentuk, rasa, dan ciri khas sesuai daerah yang mengembangkannya. Menariknya, makanan sederhana ini menjadi bukti bahwa pertukaran budaya dapat tercermin bahkan dari hidangan yang sering kita nikmati sehari-hari.

2. Setiap negara punya versi empanada dengan ciri khasnya sendiri

ilustrasi empanada yang siap untuk disajikan
ilustrasi empanada yang siap untuk disajikan (commons.wikimedia.org/Horacio Cambeiro)

Saat mendengar kata empanada, banyak orang membayangkan bentuk dan rasa yang sama di mana pun makanan ini dibuat. Kenyataannya, empanada di Argentina, Chile, Filipina, hingga Kolombia memiliki karakter yang cukup berbeda. Ada yang menggunakan daging sapi berbumbu kuat, ada pula yang mengisi adonan dengan ayam, seafood, bahkan bahan manis. 

Perbedaan tersebut muncul karena setiap daerah menyesuaikan resep dengan bahan yang tersedia dan akrab dengan budaya setempat. Hasilnya, empanada hadir dalam banyak variasi rasa dan isian, tetapi tetap mempertahankan ciri khasnya sebagai makanan berbalut adonan dengan isian yang beragam. Keberagaman tersebut menjadi daya tarik tersendiri yang membuat banyak orang penasaran mencicipi empanada khas dari berbagai negara saat berwisata.

3. Nama empanada berasal dari cara pembuatannya

ilustrasi membuat empanada
ilustrasi membuat empanada (pexels.com/Los Muertos)

Tidak sedikit penikmat kuliner yang menikmati empanada tanpa pernah mengetahui arti namanya. Kata "empanada" berasal dari bahasa Spanyol empanar yang berarti membungkus atau melapisi sesuatu dengan adonan roti. Nama tersebut menggambarkan teknik memasukkan berbagai bahan ke dalam kulit adonan sebelum dipanggang atau digoreng.

Cara ini tidak hanya membuat makanan lebih mudah dibawa dan dinikmati, tetapi juga membantu menjaga rasa serta aroma isiannya tetap terjaga hingga saat disantap. Tidak heran jika cara pengolahan seperti ini kemudian diadaptasi ke berbagai hidangan di banyak daerah dan negara. Saat mengetahui asal-usul namanya, empanada terasa semakin menarik karena ada cerita dan sejarah yang melekat di balik pembuatannya.

4. Bentuk empanada dulunya dibuat untuk memudahkan perjalanan jauh

ilustrasi empanada ayam pedas
ilustrasi empanada ayam pedas (pexels.com/Gera Cejas)

Dahulu, membawa bekal untuk perjalanan jauh tidak semudah sekarang karena belum ada banyak pilihan wadah makanan yang praktis. Orang-orang membutuhkan makanan yang mudah dibawa, tidak berantakan saat disimpan, dan cukup mengenyangkan untuk menemani aktivitas seharian. Dalam kondisi tersebut, empanada menjadi pilihan yang tepat karena isiannya terbungkus rapi di dalam lapisan adonan sehingga lebih mudah dibawa ke mana saja.

Selain lebih mudah dibawa, makanan ini juga memungkinkan berbagai bahan disimpan dalam satu porsi yang ringkas. Fungsi praktis tersebut membuat empanada populer di kalangan pekerja, pedagang, hingga pelaut pada zamannya. Hingga sekarang, konsep makanan serba praktis itu masih relevan dengan gaya hidup modern yang serba cepat.

5. Isian empanada bisa mencerminkan identitas budaya suatu daerah

ilustrasi isian empanada
ilustrasi isian empanada (commons.wikimedia.org/Horacio Cambeiro)

Sekilas, isian empanada mungkin hanya terlihat sebagai campuran bahan yang dibungkus adonan. Namun, pilihan bahan yang digunakan sering kali menggambarkan tradisi dan kekayaan pangan suatu wilayah. Daerah pesisir biasanya memanfaatkan ikan atau seafood, sementara wilayah peternakan lebih banyak menggunakan daging sapi sebagai isian utama. 

Tradisi tersebut membuat empanada tumbuh menjadi salah satu sajian yang lekat dengan budaya kuliner setempat. Bahkan, tidak sedikit keluarga yang masih mempertahankan resep turun-temurun dan hanya menyajikannya pada momen-momen spesial. Karena itulah, empanada bukan hanya soal rasa, tetapi juga menyimpan kisah, kenangan, dan warisan budaya yang tetap terjaga hingga kini.

6. Popularitas empanada terus bertahan karena mudah beradaptasi dengan tren makanan

ilustrasi empanada yang dijadikan menu sarapan
ilustrasi empanada yang dijadikan menu sarapan (commons.wikimedia.org/Missvain)

Banyak makanan tradisional perlahan kehilangan peminat ketika pola konsumsi masyarakat berubah. Berbeda dengan hal tersebut, empanada justru mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa meninggalkan ciri khasnya. Saat ini, berbagai inovasi bermunculan mulai dari isian vegetarian, keju premium, hingga versi yang lebih sehat dengan metode panggang. 

Berkat berbagai inovasi tersebut, empanada kini bisa dinikmati oleh lebih banyak orang dengan selera dan gaya makan yang beragam. Kehadirannya di kafe modern, restoran, hingga warung tradisional menunjukkan bahwa makanan ini masih memiliki tempat di hati para pencinta kuliner. Fleksibilitas inilah yang membuat empanada tetap populer dan terus dinikmati dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Empanada bukan hanya dikenal karena rasanya yang lezat, tetapi juga karena sejarah panjang dan keunikan yang menyertainya. Dari asal-usulnya yang melintasi berbagai budaya hingga kemampuannya beradaptasi dengan tren kuliner modern, makanan ini menyimpan banyak fakta menarik yang jarang diketahui. Jadi, lain kali saat menikmati empanada, siapa tahu kamu jadi lebih menghargai cerita di balik setiap gigitannya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febrianti Diah Kusumaningrum
EditorFebrianti Diah Kusumaningrum

Related Articles

See More

Resep Garlic Mushroom Noodle Bowl, Kreasi Lezat Mi dan Jamur

18 Jun 2026, 18:07 WIBFood