Tips Memilih Rahang Tuna Segar dan Berkualitas untuk Masakan

- Pilih rahang tuna dengan daging pink kemerahan, tanpa bercak, bertekstur padat, kenyal, dan membal; hindari warna pucat, keabu-abuan, kecokelatan, atau daging lembek.
- Aroma rahang tuna segar khas laut dengan amis ringan. Jangan beli jika berbau busuk, asam, atau amis menyengat karena kualitasnya sudah menurun.
- Pastikan rahang disimpan di atas es; untuk produk beku, pilih kemasan rapat tanpa kristal es. Sesuaikan ukuran rahang dengan metode masak agar tetap juicy.
Rahang tuna kini menjadi salah satu bagian ikan yang sangat disukai para pencinta seafood. Hal ini dikarenakan tekstur dagingnya yang sangat lembut dan juicy, serta rasanya cenderung gurih dan kaya akan lemak alami.
Selain itu, olahan rahang tuna juga beragam dan sangat nikmat. Di antaranya seperti rahang tuna bakar, rahang tuna masak rica-rica, hingga sup rahang tuna yang menghangatkan. Namun, kunci utama untuk mendapatkan hidangan rahang tuna yang lezat dan bebas bau amis menyengat terletak pada kualitas kesegaran bahan utamanya.
Memilih rahang tuna di pasar atau supermarket memerlukan kejelian tersendiri. Sebab, karakteristik dan ukurannya berbeda dari potongan daging ikan pada umumnya. Tak perlu bingung, berikut IDN Times bagikan beberapa tips memilih rahang tuna segar dan berkualitas untuk masakan di rumah. Simak sampai habis, ya!
1. Perhatikan warna dan tekstur daging pada rahang tuna

Langkah pertama yang paling wajib dilakukan saat hendak membeli rahang tuna adalah mengamati tampilan fisik dagingnya. Daging rahang tuna yang masih segar umumnya berwarna pink kemerahan. Jika terlihat pucat, keabu-abuan, atau kecokelatan gelap, sebaiknya jangan dipilih. Pastikan tidak ada bercak-bercak di permukannya karena hal ini menandakan daging sudah mulai membusuk.
Tak hanya warna, periksa pula tekstur daging pada rahang tuna. Caranya, sentuh daging tersebut perlahan dengan jari telunjuk. Daging yang segar akan terasa padat, kenyal, dan membal ketika ditekan ringan. Hindari memilih rahang tuna yang dagingnya terasa lembek, lembab berlebih, atau hancur saat ditekan perlahan.
2. Cium aromanya

Selain warna dan tekstur daging, aroma juga menjadi indikator penting untuk menilai kesegaran seafood, termasuk rahang tuna. Rahang tuna yang segar biasanya memiliki aroma khas laut dan sedikit amis (tidak berlebih).
Jika rahang tuna mengeluarkan bau busuk, asam, dan amis menyengat, sebaiknya jangan dibeli. Indikator ini menunjukkan bahwa rahang tuna tidak segar lagi. Bau amis yang kuat akan sangat sulit dihilangkan, meski sudah dimarinasi dengan rempah-rempah melimpah dan membuat maskan jadi tidak enak.
3. Pastikan penataannya mengunakan es batu

Saat membeli rahang tuna, baik itu di pasar tradisional, pasar ikan segar, maupun supermarket, perhatikan bagaimana cara penjual menggelar dagangannya. Pedagang yang paham akan meletakannya di atas tumpukan es batu yang banyak. Hal ini bertujuan untuk menjaga suhunya tetap dingin dan stabil, serta kualitas lemak dan dagingnya tidak cepat rusak.
Jika kamu membeli rahang tuna dalam bentuk beku atau frozen, pastikan kemasannya tertutup rapat tanpa rongga udara (vacuum sealed). Periksa pula apakah ada kristal es tebal di dalam kemasan. Keberadaan kristal es menandakan rahang tuna yang beku sudah pernah meleleh, lalu dibekukan kembali. Proses ini dapat mengurangi kualitas dagingnya.
4. Sesuaikan ukuran rahang dengan metode masak

Ukuran rahang tuna sangat bervariasi, tergantung ukuran ikannya. Ada yang berukuran sedang hingga yang besar dan dagingnya cukup tebal. Sebelum membeli, tentukan terlebih dahulu metode memasak yang akan kamu gunakan. Ukuran rahang akan menentukan tingkat kematangan dan durasi memasak, agar dagingnya tetap juicy dan tidak kering.
Jika berencana untuk membakar atau memanggangnya, rahang tuna berukuran sedang hingga tebal bisa dipilih. Ukuran tersebut cenderung bisa tahan terhadap panas tinggi dan tidak mudah hancur. Sementara itu, untuk olahan sup, gulai, atau tim, rahang tuna berukuran sedang yang dipotong kecil akan lebih cepat menyerap bumbu hingga ke serat daging terdalam.
Demikian beberapa tips memilih rahang tuna segar dan berkualitas untuk masakan di rumah. Semoga tips di atas bermanfaat dan selamat memasak, ya!





















