- Gethuk kimpul
Apa Itu Kimpul? Umbi Lokal yang Tengah Viral di Media Sosial

Kimpul, umbi dari keluarga talas-talasan, viral setelah kreator TikTok Yogyakarta membagikan olahannya sebagai alternatif karbohidrat yang lebih terjangkau.
Tanaman bernama ilmiah Xanthosoma sagittifolium ini ditemukan di banyak wilayah Indonesia.
Kimpul dapat diolah menjadi gethuk, keripik, kroket, perkedel, tepung, kolak, hingga lemet.
Di tengah naiknya harga bahan pangan pokok seperti beras, ada baiknya untuk mencari sumber karbohidrat lain. Nah, kimpul bisa menjadi salah satu pilihannya.
Nama kimpul sendiri tengah melejit berkat content creator asal Yogyakarta dengan akun TikTok bernama @black.sheep8208. Dalam akunnya, ia menunggah berbagai olahan kimpul dan tutorial pembuatannya. Ia menggunakan bahan tersebut sebagai alternatif karena dinilai lebih terjangkau.
Kimpul sendiri adalah umbi talas yang berasal dari Indonesia. Kimpul bisa diolah menjadi berbagai makanan, baik camilan ataupun hidangan utama. Penasaran apa itu kimpul dan bagaimana cara mengolahnya? Kupas tuntas di bawah ini, yuk!
Table of Content
1. Mengenal apa itu kimpul

Kimpul (Xanthosoma sagittifolium) adalah tanaman yang masuk ke suku talas-talasan. Kimpul berasal dari keluarga Araceae dan batangnya yang terkubur di dalam tanah dan bisa dimakan. Tanaman tersebut sebenarnya berasal dari Amerika Selatan, tapi pada abad ke-19 kimpul mulai menyebar ke Afrika dan Asia Tenggara, tak terkecuali Indonesia.
Kimpul sendiri bisa ditemukan hampir di seluruh wilayah Indonesia, baik dataran rendah atau pegunungan. Namun, laman Biodiversitas Indonesia menjelaskan bahwa provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, Yogyakarta, dan Kalimantan Barat merupakan beberapa daerah dengan populasi kimpul terbanyak.
Jika diolah dengan benar, kimpul memiliki rasa yang gurih dan sedikit manis. Dibandingkan dengan umbi lain, rasa kimpul juga tak terlalu kuat sehingga cocok diolah menjadi berbagai hidangan.
Sebelum dimasak kimpul memiliki tekstur yang kasar dan lebih padat dari umbil lain. Namun, setelah direbus atau dikukus teksturnya berubah menjadi lebih empuk, pulen, dan sedikit lengket.
2. Kimpul bisa diolah menjadi apa?

Sama seperti umbi-umbian lain, kimpul juga bisa diolah menjadi berbagai olahan. Ada olahan yang rasanya manis, gurih, hingga pedas. Di bawah ini beberapa olahan kimpul yang dapat kamu coba.
Kimpul bisa menjadi pengganti singkong dalam pembuatan gethuk. Gethuk kimpul juga memiliki rasa yang serupa dengan gethuk singkong. Rasanya manis, lembut, dan sedikit bertektur.
- Keripik kimpul
Buat kamu yang suka ngemil, keripik kimpul bisa menjadi olahan menarik. Keripik kimpul dibuat dengan cara menggoreng kimpul kering yang sudah dipotong tipis. Basis rasanya gurih, tapi kamu bisa menambahkan bumbu balado untuk memberikan rasa pedas.
- Kroket kimpul
Teksturnya yang khas membuat kimpul cocok dijadikan adonan kroket. Kroket kimpul juga bisa diisi dengan bahan lain seperti ayam, keju, atau sayuran agar rasanya lebih bervariasi.
- Perkedel kimpul
Jika tak memiliki kentang untuk membuat perkedel kamu bisa menggantinya dengan kimpul. Sepertin perkedel kentang, perkedel kimpul sangat nikmat dimakan dengan nasi atau dicocol saus pedas.
- Tepung kimpul
Kimpul kering yang digiling menjadi tepung bisa menjadi bahan baku dari berbagai olahan seperti brownies, mi, atau kue kering. Nah, tepung kimpul bisa menjadi pengganti dari tepung lain seperti terigu dan tapioka.
- Kolak kimpul
Selain pisang, kamu juga bisa memasukan kimpul sebagai salah satu pelengkap di kolak. Cara membuatnya dengan bikin kuah kolak kemudian masukan kimpul yang sudah dicuci dan diberi garam.
- Lemet kimpul
Lemet adalah makanan tradisional khas Jawa yang dibuat dengan cara dikukus. Untuk membuatnya, parut kimpul dan diamkan semalaman. Setelah itu, bungkus parutan kimpul dengan daun pisang dan kukus hingga matang.
3. Cara mengolah kimpul supaya tidak gatal

Sama seperti umbi dan talasan-talasan lain, kimpul bisa menyebabkan rasa gatal saat dikonsumsi atau disentuh. Rasa gatal tersebut berasal dari kristal kalsium oksalat dan biasanya terasa di mulut, kulit, atau tengorokan. Agar rasa gatalnya hilang, kamu bisa mengolah kimpul dengan beberapa cara berikut.
- Gunakan sarung tangan saat mengupas kimpul
Getal merupakan salah satu pemicu gatal di kimpul. Getah tersebut bisa keluar ketika kamu memotong atau mengupas kimpul. Karena itu, pastikan menggunakan sarung tangan agar getah tak menempel dan menimbulkan rasa gatal.
- Rendam kimpul di air garam
Setelah kimpul dikupas kamu bisa merendamnya di air garam selama 15—30 menit. Perendaman bisa mengurangi getah yang masih menempel saat proses pengupasan.
- Rebus kimpul dengan asam jawa atau daun salam
Selain dengan air garam, kamu juga bisa merebus kimpul dengan asam jawa atau daun salam. Perebusan dilakukan dalam waktu 20—30 menit untuk menghilangkan senyawa penyebab gatal pada kimpul. Setelah direbus, jangan lupa bilas kimpul dengan air mengalir.
- Jemur kimpul hingga kering
Penjemuran kimpul cukup efektif untuk menghilangkan senyawa pemicu gatal. Namun, metode ini hanya bisa dilakukan jika kamu ingin membuat olahan kering seperti keripik kimpul.
4. Perbedaan kimpul dan talas

Meski berasal dari satu keluarga (famili) yang sama, tapi kimpul dan talas tetaplah dua tanaman yang berbeda. Karena itu, keduanya memiliki beberapa perbedaan di banyak aspek.
Perbedaan kimpul dan talas
Perbedaan | Kimpul | Talas |
|---|---|---|
Bentuk umbi | Memiliki satu umbi yang ditumbuhi banyak umbi kecil (umbi anakan). | Memiliki satu umbi utama berukuran besar. |
Bentuk daun dan batang | Kimpul tumbuh lebih rendah, tangkainya ramping, dan helaian daunnya kecil. | Talas tumbuh lebih tinggi, tangkainnya besar, dan daunnya lebih lebar dari kimpul. |
Tekstur setelah diolah | Lembut, pulen, dan sedikit lengket. | Padat dan agak bertepung. |
Pengolahan | Sering diolah menjadi hidangan rumahan yang sederhana. | Pengolahannya fleksibel dan bisa diolah menjadi lebih banyak hidangan. |
Setelah tahu apa itu kimpul, kini kamu bisa coba mengolahnya. Tak hanya berpatokan pada menu yang sudah ada, kamu juga bisa berkreasi dan menciptakan olahan baru, lho. Tertarik?




















