Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Perbedaan Kimpul dan Talas, Dua Umbi Lokal yang Sering Tertukar

5 Perbedaan Kimpul dan Talas, Dua Umbi Lokal yang Sering Tertukar
ilustrasi talas (magnific.com/jcomp)
Intinya Sih
  • Kimpul dan talas sering tertukar karena mirip, padahal berbeda dari bentuk umbi, ukuran tanaman, hingga tekstur setelah dimasak.
  • Kimpul bertekstur lembut dan cocok untuk hidangan rumahan sederhana, sedangkan talas lebih padat serta banyak digunakan dalam produk olahan modern bernilai ekonomi tinggi.
  • Keduanya berpotensi besar sebagai sumber karbohidrat lokal yang mendukung diversifikasi pangan dan mengurangi ketergantungan pada beras.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Kimpul dan talas merupakan dua jenis umbi pangan lokal yang masih satu keluarga sehingga sekilas tampak sangat mirip. Keduanya sama-sama dimanfaatkan sebagai sumber karbohidrat dan dapat diolah menjadi berbagai hidangan tradisional maupun modern. Tak heran jika banyak orang mengira kimpul dan talas adalah umbi yang sama.

Padahal, kedua tanaman ini memiliki sejumlah perbedaan yang cukup jelas, mulai dari bentuk umbi, karakter tanaman, hingga cara pemanfaatannya dalam kuliner. Mengetahui perbedaan tersebut dapat membantumu memilih bahan yang paling sesuai untuk diolah. Berikut lima perbedaan kimpul dan talas yang perlu diketahui.

1. Bentuk dan susunan umbinya berbeda

ilustrasi umbi kimpul
ilustrasi umbi kimpul (id.wikipedia.org/Wibowo Djatmiko)

Perbedaan paling mudah dikenali antara kimpul dan talas terletak pada bentuk serta susunan umbinya. Kimpul umumnya menghasilkan satu umbi induk yang dikelilingi banyak umbi anakan berukuran kecil hingga sedang. Saat dipanen, umbi-umbi tersebut biasanya masih menempel dalam satu rumpun sehingga terlihat bergerombol. Ciri inilah yang membuat kimpul cukup mudah dibedakan jika dilihat langsung di lahan atau setelah dipanen.

Sementara itu, talas lebih dikenal memiliki satu umbi utama yang ukurannya lebih besar dan menjadi bagian yang paling banyak dimanfaatkan. Umbi anak pada talas biasanya tidak sebanyak kimpul sehingga tampilannya terlihat lebih sederhana. Karena ukuran umbi utamanya lebih besar, talas juga cenderung lebih mudah diolah menjadi potongan-potongan besar untuk berbagai jenis masakan.

2. Ukuran tanaman dan daunnya

ilustrasi umbi talas
ilustrasi umbi talas (pexels.com/Daniel Dan)

Sekilas, daun kimpul dan talas memang tampak serupa karena sama-sama berbentuk menyerupai hati atau perisai. Namun, jika diperhatikan lebih saksama, ukuran kedua tanaman ini memiliki perbedaan yang cukup jelas. Kimpul umumnya tumbuh dengan tinggi yang lebih rendah, memiliki tangkai daun yang lebih ramping, serta helaian daun yang relatif lebih kecil dibandingkan talas.

Sebaliknya, talas dapat tumbuh lebih tinggi dengan daun yang lebih lebar dan tebal sehingga tampilannya terlihat lebih kokoh. Tangkai daunnya pun cenderung lebih besar untuk menopang ukuran daun tersebut. Perbedaan ini biasanya semakin mudah dikenali ketika kedua tanaman ditanam berdampingan di lahan yang sama.

3. Tekstur umbi setelah dimasak berbeda

ilustrasi mengolah talas
ilustrasi mengolah talas (magnific.com/jcomp)

Perbedaan berikutnya dapat dirasakan setelah kedua umbi dimasak. Kimpul umumnya memiliki tekstur yang lebih lembut, pulen, dan sedikit lengket ketika direbus atau dikukus. Cita rasanya cenderung ringan sehingga mudah dipadukan dengan berbagai jenis lauk maupun bumbu tradisional. Karena teksturnya yang lembut, kimpul juga sering dijadikan bahan untuk sayur berkuah atau disajikan sebagai pengganti nasi.

Di sisi lain, talas memiliki tekstur yang lebih padat dan agak bertepung. Karakter tersebut membuat talas tetap kokoh meski dimasak dalam waktu yang cukup lama. Oleh sebab itu, talas banyak dimanfaatkan untuk membuat keripik, perkedel, kolak, hingga berbagai jenis kue tradisional maupun modern yang membutuhkan umbi dengan tekstur lebih padat.

4. Pemanfaatannya dalam kuliner berbeda

ilustrasi bolu lapis talas
ilustrasi bolu lapis talas (youtube.com/Dapur Geulis)

Meskipun sama-sama dapat dikonsumsi sebagai sumber karbohidrat, pemanfaatan kimpul dan talas dalam dunia kuliner memiliki kecenderungan yang berbeda. Kimpul lebih sering diolah menjadi hidangan rumahan yang sederhana, seperti direbus, dikukus, dimasak menjadi sayur, atau dijadikan campuran kolak. Di beberapa daerah, kimpul juga masih dimanfaatkan sebagai alternatif makanan pokok untuk melengkapi menu sehari-hari.

Sementara itu, talas memiliki penggunaan yang lebih luas karena teksturnya mendukung berbagai teknik pengolahan. Selain direbus dan dikukus, talas dapat diolah menjadi keripik, bolu, donat, roti, tepung, hingga berbagai camilan modern. Beragam inovasi tersebut membuat talas lebih sering dijumpai sebagai bahan baku produk pangan olahan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

5. Potensi sebagai pangan lokal memiliki keunggulan masing-masing

ilustrasi menjual talas
ilustrasi menjual talas (pexels.com/Abdus Salam)

Baik kimpul maupun talas merupakan umbi pangan lokal yang memiliki potensi besar untuk mendukung diversifikasi pangan di Indonesia. Keduanya mengandung karbohidrat yang dapat menjadi sumber energi, sekaligus menyediakan serat, vitamin, dan mineral sebagai pelengkap kebutuhan gizi harian. Mengonsumsi kedua umbi ini juga dapat menjadi salah satu cara untuk mengurangi ketergantungan pada beras sebagai sumber karbohidrat utama.

Meski sama-sama bermanfaat, masing-masing memiliki keunggulan tersendiri. Kimpul lebih banyak dimanfaatkan sebagai pangan segar yang diolah menjadi hidangan rumahan, sedangkan talas memiliki peluang lebih besar untuk dikembangkan menjadi aneka produk olahan bernilai tambah. Keberadaan keduanya menunjukkan bahwa Indonesia memiliki kekayaan pangan lokal yang beragam dan layak dimanfaatkan secara lebih luas.

Kimpul dan talas memang tampak serupa, tetapi keduanya memiliki karakteristik yang berbeda, baik dari segi bentuk, tekstur, maupun cara pengolahannya. Dengan mengenali perbedaannya, kamu dapat memilih umbi yang paling sesuai dengan kebutuhan memasak sekaligus ikut mendukung pemanfaatan pangan lokal yang beragam.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More