Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

6 Cara Menyimpan Takjil Sisa Berbuka agar Tetap Aman dan Enak Dimakan

6 Cara Menyimpan Takjil Sisa Berbuka agar Tetap Aman dan Enak Dimakan
ilustrasi berbagai macam gorengan (vecteezy.com/Priyo Sanyoto)
Intinya Sih
  • Segera masukkan takjil ke kulkas dan jangan biarkan lebih dari 2 jam pada suhu ruang.

  • Simpan terpisah sesuai jenis masing-masing dalam wadah tertutup rapat atau plastik klip.

  • Perhatikan batas simpan dan panaskan kembali dengan cara yang tepat sebelum dikonsumsi.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Buka puasa memang paling nikmat kalau meja penuh takjil, mulai dari kolak, es buah, gorengan, sampai puding warna-warni. Namun, hanya karena “lapar mata”, sering kali kita beli terlalu banyak. Ujung-ujungnya, takjil sisa berbuka menumpuk di dapur dan bikin bingung. Kalau dibuang sayang, tapi takut basi kalau disimpan sembarangan.

Padahal, cara menyimpan takjil sisa berbuka itu gak bisa asal masuk kulkas. Setiap jenis makanan punya karakter berbeda. Kalau salah simpan, rasanya bisa berubah, teksturnya aneh, bahkan berisiko bikin sakit perut. Nah, agar tidak mubazir dan tetap aman dikonsumsi, ini tips yang bisa kamu terapkan di rumah.

1. Jangan biarkan terlalu lama pada suhu ruang

ilustrasi kolak pisang
ilustrasi kolak pisang (freepik.com/jcomp)

Ini kesalahan paling umum. Setelah berbuka, takjil sering dibiarkan di meja sampai malam. Padahal, makanan yang mengandung santan, susu, atau buah segar cepat sekali rusak kalau berada pada suhu ruang lebih dari 2 jam.

Begitu selesai makan, segera sortir mana yang mau disimpan. Semakin cepat masuk kulkas, semakin kecil risiko pertumbuhan bakteri. Apalagi kalau cuaca lagi panas, makanan bisa basi lebih cepat dari yang kita kira.

2. Pisahkan berdasarkan jenis masing-masing

ilustrasi berbagai macam gorengan
ilustrasi berbagai macam gorengan (vecteezy.com/Priyo Sanyoto)

Jangan campur semua takjil dalam satu wadah besar. Kolak, es buah, gorengan, dan kue basah harus disimpan terpisah. Memisahkan makanan juga membantu menjaga rasa tetap segar dan tidak saling memengaruhi aroma.

  • Kolak atau bubur bersantan
    Simpan makan tersebut dalam wadah tertutup rapat. Santan mudah berubah jadi asam kalau terpapar udara terlalu lama.
  • Es buah
    Kalau masih ada kuahnya, sebaiknya tiriskan buah dan simpan terpisah dari sirop atau susu kental manisnya agar tidak lembek.
  • Gorengan
    Jangan langsung masukkan ke wadah tertutup saat masih panas karena uapnya bikin gorengan berubah jadi lembek.
  • Kue basah
    Bungkus atau simpan kue basah dalam kotak kedap udara agar tidak kering dan menyerap bau kulkas.

3. Gunakan wadah kedap udara

ilustrasi wadah kedap udara
ilustrasi wadah kedap udara (vecteezy.com/Towfiqu ahamed barbhuiya)

Kalau ingin takjil tahan lebih lama, pilih wadah dengan penutup rapat. Wadah kedap udara mencegah kontaminasi dan menjaga kelembapan makanan. Kalau tidak punya banyak wadah, plastik klip juga bisa jadi solusi. Yang penting, tekan keluar udara sebanyak mungkin sebelum ditutup. Cara ini cukup efektif untuk menyimpan potongan buah, kue, bahkan gorengan.

4. Perhatikan suhu kulkas

ilustrasi menyimpan makanan di dalam kulkas
ilustrasi menyimpan makanan di dalam kulkas (unsplash.com/Ello)

Suhu ideal kulkas untuk menyimpan makanan ada pada kisaran 1–4 derajat celsius. Kalau terlalu hangat, bakteri tetap bisa berkembang. Kalau terlalu penuh, sirkulasi udara dingin jadi tidak maksimal. Simpan takjil di rak tengah, bukan di pintu kulkas. Suhu kulkas bagian pintu lebih sering berubah karena sering dibuka tutup.

5. Catat waktu penyimpanan 

ilustrasi puding santan
ilustrasi puding santan (vecteezy.com/Carlo Locara)

Ini penting sekali tapi sering diabaikan. Tidak semua takjil bisa tahan lama. Jadi, penting untuk menuliskan waktu penyimpanan.

  • Kolak atau makanan bersantan maksimal 1–2 hari.
  • Buah potong sebaiknya habis dalam 1 hari.
  • Gorengan idealnya dimakan keesokan harinya. Lebih dari itu, rasanya sudah jauh berubah.
  • Puding atau agar-agar bisa bertahan 2–3 hari jika disimpan dengan benar.

Kalau sudah muncul bau asam, lendir, atau perubahan warna mencolok, lebih baik tidak dikonsumsi lagi. Jangan dipaksakan, ya! Segera buang meski makanan belum lama disimpan.

6. Ketahui cara menghangatkan yang tepat

ilustrasi menghangatkan makanan
ilustrasi menghangatkan makanan (freepik.com/freepik)

Untuk kolak atau bubur, hangatkan secukupnya saja, jangan berulang kali dipanaskan. Pemanasan berulang bisa mempercepat kerusakan makanan. Untuk gorengan, kalau ingin renyah lagi jangan dipanaskan di microwave karena akan makin lembek. Gunakan oven atau air fryer agar teksturnya kembali garing.

Menyimpan takjil sisa berbuka sebenarnya bukan hal yang ribet asal tahu caranya. Dengan penanganan yang tepat, kamu bisa mengurangi pemborosan makanan sekaligus menjaga kesehatan keluarga. Apalagi saat bulan puasa, rasanya sayang sekali kalau makanan terbuang percuma.

Mulai sekarang, yuk, lebih bijak mengatur takjil! Ambil secukupnya, simpan dengan benar, dan nikmati kembali keesokan harinya tanpa rasa khawatir. Adapun, takjil yang disimpan dengan baik bukan cuma hemat, tapi juga tetap nikmat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎
Follow Us

Latest in Food

See More