Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Berapa Lama Waktu Memasak Nasi di Dandang? Ini Caranya biar Pulen

Berapa Lama Waktu Memasak Nasi di Dandang? Ini Caranya biar Pulen
Ilustrasi nasi (unsplash.com/Mufid Majnun)
Intinya Sih
  • Proses memasak nasi di dandang memakan waktu total sekitar 30–45 menit, dimulai dari air mendidih hingga nasi benar-benar tanak dengan uap panas yang stabil.
  • Tahapan pengukusan berlangsung 15–20 menit agar butiran beras menyerap uap secara merata dan mengembang sempurna tanpa sering membuka tutup dandang.
  • Setelah api dimatikan, nasi perlu didiamkan 10–15 menit dalam dandang tertutup untuk proses tanak agar teksturnya pulen dan tidak becek.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Siapa sih yang gak kangen sama aroma nasi hangat yang dimasak pakai dandang? Meskipun sekarang zaman sudah serba canggih dengan rice cooker, metode memasak nasi secara tradisional alias dikukus tetap punya tempat spesial di hati. Apalagi kalau kamu lagi traveling ke desa-desa atau menginap di homestay pinggiran kota yang masih mempertahankan cara memasak klasik ini. Rasanya tuh beda, lebih wangi dan teksturnya jauh lebih oke.

Tapi, buat kamu yang baru mau mencoba, pasti muncul pertanyaan: sebenarnya berapa lama waktu memasak nasi di dandang supaya gak keras atau malah lembek? Biar gak bingung, yuk, simak panduan lengkapnya di bawah ini supaya nasi buatan kamu sekelas hidangan warung nasi legendaris!

1. Durasi ideal dari air mendidih sampai tanak

Ilustrasi nasi
Ilustrasi nasi (pexels.com/Jubair Bin Iqbal)

Memasak nasi di dandang itu sebenarnya sebuah seni yang gak butuh waktu seharian kok. Secara umum, kamu cuma butuh waktu sekitar 30–45 menit saja untuk total prosesnya. Durasi ini dihitung mulai dari saat air di bagian bawah dandang mendidih sampai nasi benar-benar matang sempurna atau biasa kita sebut dengan istilah tanak.

Proses ini biasanya diawali dengan tahap "aron", yaitu beras dimasak setengah matang dulu dengan air di panci terpisah sebelum dipindahkan ke dandang. Tapi, ada juga yang menggunakan metode siram air panas langsung di dalam dandang. Apa pun metodenya, kunci utamanya adalah uap panas yang stabil. Kalau kamu sedang berada di daerah pegunungan yang suhunya dingin saat sedang traveling, pastikan tutup dandang benar-benar rapat ya, karena suhu udara luar bisa sedikit memengaruhi kestabilan uap di dalam dandang.

2. Tahapan pengukusan yang pas agar nasi mekar

ilustrasi nasi dan sayur
ilustrasi nasi dan sayur (pexels.com/FOX ^.ᆽ.^= ∫)

Setelah air di dalam dandang sudah mendidih hebat dan beras (yang sudah diaron) dimasukkan ke dalam sarangan dandang, jangan langsung ditinggal tidur ya. Kamu perlu mengukus beras tersebut selama kurang lebih 15–20 menit. Dalam rentang waktu ini, butiran beras akan mulai menyerap uap air secara perlahan dan berubah teksturnya menjadi lebih lembut serta mengembang (mekar).

Waktu 15-20 menit ini adalah durasi standar agar setiap butir nasi mendapatkan panas yang merata. Jangan terlalu sering membuka tutup dandang di tahap ini karena uap panasnya bisa terbuang sia-sia, yang malah bikin waktu memasak jadi lebih lama. Kalau kamu melihat uap sudah keluar banyak dari celah tutup dandang, itu tandanya proses pematangan sedang berjalan dengan maksimal.

3. Rahasia proses tanak untuk tekstur pulen

Ilustrasi nasi
Ilustrasi nasi (unsplash.com/Phen Phy)

Banyak orang yang melakukan kesalahan dengan langsung mengambil nasi begitu api dimatikan. Padahal, ada satu tahap krusial yang namanya proses tanak. Setelah dikukus selama 20 menit, matikan api kompor, tapi jangan dulu buka tutup dandangnya. Biarkan nasi tetap berada di dalam dandang tertutup selama 10–15 menit.

Kenapa harus menunggu? Tahap ini berfungsi untuk mendistribusikan sisa panas secara merata ke seluruh butiran nasi. Dengan mendiamkannya sejenak, air yang tersisa di dalam butiran nasi akan terserap sempurna, sehingga nasi gak becek dan teksturnya jadi lebih pulen. Ini rahasia kenapa nasi di rumah makan tradisional selalu terasa pas, gak terlalu lembek dan gak kasar saat dikunyah.

4. Tips mengaduk beras supaya matangnya merata

ilustrasi cuci beras
ilustrasi cuci beras (pexels.com/Marina Zvada)

Biar hasil masakan kamu makin maksimal, ada satu trik simpel yang sering dilakukan para koki tradisional. Coba deh aduk beras tersebut setelah 10–15 menit pertama proses pengukusan berjalan. Gunakan centong kayu atau spatula untuk membalik posisi beras yang ada di pinggir ke tengah, dan yang di bawah ke atas.

Tujuannya sederhana, yaitu memastikan tidak ada bagian nasi yang masih keras atau "ngeres". Terkadang, uap panas di dalam dandang tidak tersebar secara simetris, jadi bantuan manual dengan mengaduknya sangat efektif. Setelah diaduk sebentar, tutup kembali dandangnya dan lanjut kukus sampai waktunya habis. Cara ini dijamin bikin nasi kamu matang konsisten dari lapisan paling atas sampai bawah.

Memasak nasi di dandang memang butuh sedikit kesabaran ekstra dibandingkan dengan tinggal menekan tombol "cook" di mesin elektronik. Tapi percaya deh, buat kamu yang hobi culinary travel atau sekadar ingin bernostalgia dengan rasa masakan rumah yang otentik, usaha ini bakal terbayar lunas saat mencium aroma nasi yang wangi dan melihat teksturnya yang mengilap cantik. Selamat mencoba di dapur, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo
Follow Us

Latest in Food

See More