Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Rahasia Teknik Yudane, Bikin Japanese Milk Bread Jadi Lembut
illustrasi japanese milk bread (pexels.com/Cats Coming)
  • Japanese milk bread atau shokupan dikenal bertekstur lembut, empuk, dan lembap, sehingga umum dipakai untuk toast maupun sandwich.
  • Teknik yudane menyeduh sebagian tepung dengan air mendidih, biasanya berbanding 1:1, lalu mendinginkannya sebelum dicampurkan ke adonan utama.
  • Air panas memicu gelatinisasi pati agar tepung mengikat dan mempertahankan lebih banyak air, menghasilkan shokupan lembap serta tidak cepat kering setelah dipanggang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Japanese milk bread atau shokupan dikenal sebagai roti putih khas Jepang yang memiliki tekstur sangat lembut, empuk, dan lembap. Roti ini biasa digunakan untuk toast maupun sandwich karena teksturnya terasa ringan dan nyaman disantap. Berbeda dari roti tawar biasa, shokupan memiliki karakter lembut yang menjadi daya tarik utamanya.

Salah satu rahasia di balik tekstur tersebut terletak pada teknik pembuatan roti yang disebut yudane. Teknik ini memanfaatkan sebagian tepung yang terlebih dahulu dicampur dengan air mendidih sebelum dimasukkan ke dalam adonan utama. Proses tersebut membantu tepung menyerap lebih banyak air sehingga roti dapat terasa lebih lembut dan lembap setelah dipanggang. Yuk, simak bagaimana teknik yudane bekerja!

1. Apa itu teknik yudane?

ilustrasi adonan bulat di atas piring kayu (pexels.com/Gu Ko)

Yudane merupakan teknik pembuatan roti yang dilakukan melalui proses penyeduhan sebagian tepung memakai air mendidih. Tepung dan air biasanya digunakan dalam perbandingan sekitar 1:1, kemudian dicampur hingga membentuk adonan seperti pasta. Campuran tersebut selanjutnya didinginkan sebelum dimasukkan ke dalam adonan utama Japanese milk bread. Metode ini dikenal sebagai salah satu cara untuk menghasilkan tekstur shokupan yang sangat lembut.

Yudane juga menjadi salah satu alasan resep ini disebut lebih dekat pada gaya pembuatan shokupan Jepang. Dalam praktiknya, banyak pembuat roti rumahan di Jepang mengenal metode tersebut, meski tidak semua orang membuat shokupan secara manual. Bread maker atau mesin pembuat roti juga cukup populer di Jepang dan sering digunakan untuk membuat roti di rumah. Namun, yudane tetap menjadi teknik yang menarik untuk dipelajari bagi siapa saja yang ingin membuat shokupan dari awal.

2. Cara kerja teknik yudane

ilustrasi proses menuangkan air panas ke tepung di dalam mangkuk (pexels.com/Eva Bronzini)

Pada pembuatan yudane, sebagian tepung terlebih dahulu terkena air mendidih sebelum adonan utama dibuat. Suhu tinggi dari air membuat komponen pati pada tepung mengalami perubahan sehingga dapat menyerap lebih banyak air. Campuran tepung dan air tersebut kemudian menjadi bagian dari adonan utama, lalu ikut melalui proses pengulenan, fermentasi, dan pemanggangan. Proses awal ini membantu mengubah kemampuan tepung dalam mempertahankan kelembapan.

Yudane juga memungkinkan adonan memiliki kadar air yang cukup tinggi. Air yang terserap melalui proses tersebut tidak hanya membuat adonan terasa lebih lembap, tetapi juga membantu mempertahankan kelembutan roti setelah keluar dari oven. Karena itu, teknik yudane merupakan bagian penting yang memengaruhi tekstur akhir shokupan.

3. Gelatinisasi pati menjadi rahasia utama teknik yudane

ilustrasi membentuk adonan (pexels.com/Ron Lach)

Rahasia utama yudane berkaitan erat dengan gelatinisasi pati. Ketika tepung terkena air bersuhu tinggi, granula pati menyerap air dan mengalami perubahan struktur. Pati kemudian menjadi lebih mudah mengikat air dibandingkan dengan kondisi sebelum dipanaskan. Proses inilah yang membantu yudane membawa lebih banyak kelembapan ke dalam adonan roti.

Proses gelatinisasi juga menjelaskan mengapa sebagian tepung perlu diseduh terlebih dahulu, bukan sekadar dicampur dengan air biasa. Air panas membantu memicu perubahan pada pati sebelum proses pembuatan roti berlangsung. Ketika yudane kemudian dicampurkan ke adonan utama, pati yang sudah mengalami gelatinisasi membantu mempertahankan air selama proses pemanggangan. Hasil akhirnya adalah roti yang terasa lebih empuk dan lembut.

4. Kenapa yudane membuat Japanese milk bread lebih lembap?

illustrasi kreasi japanese milk bread matcha (pexels.com/Cats Coming)

Kemampuan yudane dalam mempertahankan air menjadi salah satu alasan utama Japanese milk bread memiliki tekstur lembap. Air yang terikat dalam struktur pati membantu roti mempertahankan kelembapan setelah dipanggang. Kondisi tersebut membuat bagian dalam shokupan terasa lembut dan tidak cepat kering. Tekstur seperti ini sangat cocok untuk roti yang digunakan sebagai toast maupun sandwich.

Tingkat hidrasi juga ikut memengaruhi hasil akhir Japanese milk bread. Resep berbasis yudane dapat dibuat pada tingkat hidrasi sekitar 70-80 persen, tergantung pada hasil yang diinginkan. Hidrasi 80 persen dapat menghasilkan roti yang sangat lembap, tetapi adonannya juga menjadi lebih basah dan sulit ditangani. Kelembapan yang terlalu tinggi bahkan dapat membuat bagian atas roti sedikit berkerut setelah dipanggang.

5. Shortcut dalam teknik yudane

adonan shokupan (youtube.com/Apron)

Secara tradisional, yudane dapat dibuat di atas kompor. Air dibawa sampai mendidih, lalu tepung dimasukkan dan diaduk terus hingga berubah menjadi campuran yang kental. Cara tersebut memang efektif, tetapi menghasilkan pasta yang sangat lengket pada panci sehingga proses membersihkannya bisa cukup merepotkan. Karena itu, sebagian pembuat roti rumahan memilih metode yang lebih praktis.

Caranya, air cukup didihkan lalu segera tuangkan ke dalam tepung yang berada di wadah tahan panas. Tepung dan air kemudian diaduk sampai seluruh bagian tercampur dan membentuk pasta. Setelah suhunya turun, campuran tersebut dapat dimasukkan ke dalam adonan utama. Metode ini lebih praktis karena tidak membutuhkan proses memasak langsung di atas kompor.

Namun, shortcut tersebut memiliki catatan tersendiri. Ada pendapat bahwa menuangkan air mendidih langsung ke tepung belum tentu membuat campuran mencapai suhu yang cukup untuk memasak tepung secara sempurna. Meski begitu, metode ini tetap digunakan oleh banyak pembuat roti rumahan karena dianggap memberikan hasil yang cukup baik. Bagi yang ingin mencoba teknik yudane di rumah, cara tersebut bisa menjadi alternatif sederhana sebelum menggunakan metode tradisional.

Rahasia kelembutan Japanese milk bread ternyata bukan sekadar berasal dari penggunaan susu atau bahan tertentu. Yudane bekerja melalui proses gelatinisasi pati yang membuat tepung mampu menyerap dan mempertahankan lebih banyak air. Kelembapan tersebut kemudian membantu menghasilkan tekstur shokupan yang lembut, empuk, dan tetap nyaman disantap setelah dipanggang. Jadi, sudah terbayang bagaimana teknik sederhana yudane bisa menjadi rahasia di balik lembutnya Japanese milk bread?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article