adonan shokupan (youtube.com/Apron)
Secara tradisional, yudane dapat dibuat di atas kompor. Air dibawa sampai mendidih, lalu tepung dimasukkan dan diaduk terus hingga berubah menjadi campuran yang kental. Cara tersebut memang efektif, tetapi menghasilkan pasta yang sangat lengket pada panci sehingga proses membersihkannya bisa cukup merepotkan. Karena itu, sebagian pembuat roti rumahan memilih metode yang lebih praktis.
Caranya, air cukup didihkan lalu segera tuangkan ke dalam tepung yang berada di wadah tahan panas. Tepung dan air kemudian diaduk sampai seluruh bagian tercampur dan membentuk pasta. Setelah suhunya turun, campuran tersebut dapat dimasukkan ke dalam adonan utama. Metode ini lebih praktis karena tidak membutuhkan proses memasak langsung di atas kompor.
Namun, shortcut tersebut memiliki catatan tersendiri. Ada pendapat bahwa menuangkan air mendidih langsung ke tepung belum tentu membuat campuran mencapai suhu yang cukup untuk memasak tepung secara sempurna. Meski begitu, metode ini tetap digunakan oleh banyak pembuat roti rumahan karena dianggap memberikan hasil yang cukup baik. Bagi yang ingin mencoba teknik yudane di rumah, cara tersebut bisa menjadi alternatif sederhana sebelum menggunakan metode tradisional.
Rahasia kelembutan Japanese milk bread ternyata bukan sekadar berasal dari penggunaan susu atau bahan tertentu. Yudane bekerja melalui proses gelatinisasi pati yang membuat tepung mampu menyerap dan mempertahankan lebih banyak air. Kelembapan tersebut kemudian membantu menghasilkan tekstur shokupan yang lembut, empuk, dan tetap nyaman disantap setelah dipanggang. Jadi, sudah terbayang bagaimana teknik sederhana yudane bisa menjadi rahasia di balik lembutnya Japanese milk bread?