Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

4 Dampak Konsumsi Kafein Saat Sahur, Baik atau Buruk?

4 Dampak Konsumsi Kafein Saat Sahur, Baik atau Buruk?
ilustrasi meminum kopi (unsplash.com/Elizabeth Tsung)
Intinya Sih
  • Kafein saat sahur bisa bantu tingkatkan kewaspadaan dan fokus di pagi hari, tapi efeknya sementara dan berbeda pada tiap orang tergantung dosis serta kondisi tubuh.
  • Konsumsi berlebihan dapat memicu dehidrasi ringan karena efek diuretik kafein, apalagi jika asupan air putih saat sahur dan berbuka tidak mencukupi.
  • Kafein juga bisa ganggu kualitas tidur dan picu ketidaknyamanan lambung bagi yang sensitif, sehingga penting mengatur waktu serta jumlah konsumsinya dengan bijak.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Kopi dan teh sering menjadi pilihan banyak orang saat sahur karena dianggap mampu membantu tubuh tetap segar sepanjang hari. Kandungan kafein di dalamnya memang dikenal sebagai stimulan yang dapat meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi rasa kantuk. Namun, konsumsi kafein saat sahur tidak selalu memberikan efek yang sama bagi setiap orang.

Dalam kondisi berpuasa, tubuh mengalami perubahan pola makan, hidrasi, dan ritme tidur. Kafein yang dikonsumsi pada waktu sahur bisa memberikan manfaat tertentu, tetapi juga berpotensi menimbulkan efek samping jika tidak dikontrol. Berikut empat dampak konsumsi kafein saat sahur yang perlu kita pahami.

1. Meningkatkan kewaspadaan di pagi hari

ilustrasi pria yang bekerja
ilustrasi pria yang bekerja (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Kafein bekerja dengan merangsang sistem saraf pusat dan menghambat kerja adenosin, zat kimia otak yang memicu rasa kantuk. Efek ini dapat membantu tubuh terasa lebih segar setelah bangun dini hari untuk sahur. Bagi sebagian orang, secangkir kopi mampu meningkatkan fokus saat memulai aktivitas pagi, terutama jika waktu tidur terasa kurang optimal.

Selain meningkatkan kewaspadaan, kafein juga dapat memperbaiki suasana hati dalam jangka pendek. Respons ini terjadi karena stimulasi ringan pada sistem saraf yang membuat tubuh terasa lebih aktif. Namun, efek stimulasi ini bersifat sementara dan dapat berbeda pada tiap individu. Konsumsi berlebihan justru bisa menimbulkan rasa gelisah, tangan gemetar, atau jantung berdebar sehingga manfaatnya menjadi tidak optimal.

2. Berpotensi meningkatkan risiko dehidrasi ringan

ilustrasi meminum air putih
ilustrasi meminum air putih (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Kafein memiliki efek diuretik ringan yang dapat meningkatkan produksi urine. Dalam kondisi normal, efek ini mungkin tidak terlalu signifikan karena tubuh masih memiliki kesempatan minum sepanjang hari. Namun saat berpuasa, ketika asupan cairan terbatas hingga waktu berbuka, peningkatan frekuensi buang air kecil dapat mempercepat kehilangan cairan tubuh.

Jika tidak diimbangi dengan asupan air putih yang cukup saat sahur dan berbuka, tubuh bisa lebih cepat merasa haus, lemas, atau mengalami sakit kepala ringan. Dehidrasi ringan juga dapat memengaruhi konsentrasi dan performa kerja di siang hari. Oleh karena itu, penting memastikan kebutuhan cairan terpenuhi terlebih dahulu sebelum mengonsumsi minuman berkafein agar keseimbangan cairan tetap terjaga.

3. Mengganggu kualitas tidur

ilustrasi pria yang sedang tidur
ilustrasi pria yang sedang tidur (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Waktu sahur yang sangat pagi membuat pola tidur cenderung terpecah dan durasinya berkurang. Kafein yang dikonsumsi saat sahur dapat bertahan dalam tubuh selama beberapa jam karena efeknya terasa cukup panjang. Akibatnya, kita mungkin tidak merasakan ngantuk di siang dan sore hari, sedangkan tubuh belum tentu mendapatkan istirahat yang berkualitas.

Gangguan tidur yang berulang dapat memengaruhi keseimbangan hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang. Kurang tidur juga berkaitan dengan penurunan daya tahan tubuh serta perubahan suasana hati selama puasa. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini dapat membuat tubuh terasa lebih mudah lelah meskipun sudah mengonsumsi kafein secara rutin.

4. Memengaruhi asam lambung pada sebagian orang

ilustrasi sakit di bagian perut
ilustrasi sakit di bagian perut (freepik.com/jcomp)

Bagi orang yang sensitif, kafein dapat merangsang produksi asam lambung dan meningkatkan aktivitas saluran cerna. Saat dikonsumsi dalam kondisi perut relatif kosong atau dengan makanan yang kurang seimbang, risiko munculnya rasa tidak nyaman di lambung bisa meningkat. Gejala seperti perih, mual, atau mulas dapat terasa lebih jelas saat menjalani puasa.

Memilih jenis minuman berkafein yang lebih ringan atau mengonsumsinya setelah makanan sahur dapat membantu mengurangi risiko ini. Respons tubuh terhadap kafein cukup berbeda antar individu, sehingga tingkat toleransinya juga akan berbeda. Mengurangi takaran gula dan tidak mengonsumsi kafein secara berlebihan juga dapat membantu menjaga kenyamanan lambung sepanjang hari.

Konsumsi kafein saat sahur tidak sepenuhnya baik atau buruk, melainkan bergantung pada jumlah, kondisi tubuh, dan pola hidrasi. Jika dikonsumsi secara bijak dan tidak berlebihan, kafein dapat membantu meningkatkan kewaspadaan hingga produktivitas. Namun jika tidak terkontrol, efek samping seperti dehidrasi, gangguan tidur, atau ketidaknyamanan lambung bisa muncul selama puasa.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya
Follow Us

Latest in Health

See More