Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Alasan Lampu Meja Dinilai Lebih Sehat daripada Lampu Plafon
ilustrasi lampu listrik (pexels.com/Burak The Weekender)
  • Lampu meja dinilai lebih sehat karena cahayanya lembut, membantu tubuh mengenali waktu istirahat, dan menjaga kualitas tidur tanpa mengganggu ritme sirkadian.
  • Pencahayaan terarah dari lampu meja dapat mengurangi risiko migrain serta ketegangan mata akibat paparan cahaya terang yang berlebihan dari lampu plafon.
  • Lampu meja membantu menjaga fokus dan keseimbangan hormon dengan menekan paparan cahaya berlebih, sehingga mendukung kenyamanan dan kesehatan saat beraktivitas.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pencahayaan menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari aktivitas sehari-hari. Saat bekerja, belajar, membaca, atau bersantai, kamu hampir selalu bergantung pada cahaya buatan untuk mendukung kenyamanan.

Banyak orang menggunakan lampu plafon sebagai sumber cahaya utama karena mampu menerangi seluruh ruangan dengan praktis. Meski begitu, beberapa ahli kesehatan menilai bahwa paparan lampu plafon yang terlalu terang dalam waktu lama dapat memberikan dampak tertentu bagi tubuh.

Sebaliknya, lampu meja dengan pencahayaan yang lebih terarah dan lembut sering dianggap lebih nyaman untuk digunakan. Sebelum memilih jenis pencahayaan yang tepat di rumah, yuk pahami beberapa alasan mengapa lampu meja dinilai lebih sehat daripada lampu plafon.

1. Membantu menjaga kualitas tidur

ilustrasi tidur (pexels.com/cottonbro studio)

Cahaya memiliki peran penting dalam mengatur ritme sirkadian atau jam biologis tubuh. Mahmud Kara, seorang dokter yang mengawali kariernya di Cleveland Clinic dan kini berfokus pada pendekatan kesehatan fungsional serta pengobatan alami, menjelaskan bahwa cahaya yang masuk ke mata akan memicu berbagai sinyal saraf yang memengaruhi fungsi tubuh. Karena itu, paparan cahaya terang pada malam hari dapat membuat tubuh tetap merasa waspada meski waktu tidur sudah dekat.

Lampu meja biasanya menghasilkan pencahayaan yang lebih lembut dibandingkan lampu plafon. Suasana yang lebih redup membantu tubuh mengenali bahwa waktu istirahat telah tiba. Akibatnya, proses relaksasi sebelum tidur dapat berlangsung lebih nyaman dan tubuh lebih mudah memasuki fase istirahat malam.

2. Berpotensi mengurangi risiko migrain

ilustrasi sakit kepala (pexels.com/Ron Lach)

Bagi sebagian orang, cahaya terang bukan hanya mengganggu kenyamanan, tapi juga dapat memicu sakit kepala. Mahmud Kara menjelaskan bahwa cahaya yang masuk ke mata dapat memengaruhi jalur saraf di otak yang berkaitan dengan migrain. Kondisi inilah yang membuat beberapa orang merasa gejalanya memburuk saat berada di bawah pencahayaan yang terlalu kuat.

Menurut penelitian dalam jurnal Translational Neurodegeneration, photophobia atau sensitivitas terhadap cahaya merupakan gejala yang umum dialami penderita migrain. Paparan cahaya terang dapat memperparah rasa gak nyaman dan meningkatkan intensitas sakit kepala. Sementara itu, penelitian dalam jurnal Cephalalgia menemukan bahwa jenis pencahayaan tertentu yang lebih nyaman dapat membantu menurunkan frekuensi sakit kepala pada penderita migrain. Karena itu, lampu meja sering menjadi pilihan yang lebih nyaman bagi orang yang sensitif terhadap cahaya.

3. Membantu mengurangi ketegangan mata

ilustrasi sakit mata (freepik.com/yanalya)

Paparan cahaya yang terlalu kuat dalam waktu lama dapat membuat mata bekerja lebih keras. Mahmud Kara menjelaskan bahwa sel-sel pendeteksi cahaya di mata dapat mengalami stimulasi berlebihan akibat paparan cahaya terus-menerus. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan mata terasa kering, lelah, hingga penglihatan yang tampak kurang nyaman.

Lampu meja memungkinkan cahaya difokuskan pada area tertentu, seperti meja kerja atau area membaca. Cara ini membantu mengurangi pantulan cahaya yang menyebar ke seluruh ruangan. Mata pun gak perlu terus-menerus menyesuaikan diri dengan tingkat pencahayaan yang terlalu tinggi sehingga rasa lelah dapat diminimalkan.

4. Membantu menjaga fokus saat beraktivitas

ilustrasi fokus bekerja (freepik.com/zinkevych)

Gangguan tidur, migrain, dan ketegangan mata dapat memengaruhi kemampuan seseorang untuk berkonsentrasi. Mahmud Kara menjelaskan bahwa kondisi tersebut dapat memicu sensory overload atau kelebihan rangsangan sensorik. Akibatnya, otak harus bekerja lebih keras untuk memproses berbagai informasi dari lingkungan sekitar.

Lampu meja menghadirkan pencahayaan yang lebih tenang dan gak terlalu mendominasi ruangan. Suasana yang nyaman membantu mengurangi gangguan visual yang gak diperlukan. Saat mata dan otak merasa lebih rileks, kamu pun bisa lebih mudah mempertahankan fokus ketika bekerja, belajar, atau membaca.

5. Membantu menjaga keseimbangan hormon

ilustrasi lampu meja, lembur (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Paparan cahaya juga berkaitan dengan produksi hormon dalam tubuh. BreAnna Guan, seorang dokter naturopati di Boston yang berfokus pada kesehatan hormon wanita, menjelaskan bahwa cahaya dapat menekan produksi melatonin. Hormon ini berperan penting dalam mengatur siklus tidur dan berbagai fungsi biologis lainnya.

Menurut penjelasan BreAnna Guan, semakin tinggi intensitas cahaya yang diterima tubuh, semakin besar pula penurunan produksi melatonin. Lampu meja yang cenderung memiliki cahaya lebih lembut dapat membantu mengurangi paparan cahaya berlebihan pada malam hari. Kondisi tersebut memberi kesempatan bagi tubuh untuk mempertahankan ritme biologis yang lebih alami dan mendukung keseimbangan hormon.

Lampu plafon tetap memiliki manfaat sebagai sumber pencahayaan utama di dalam ruangan. Akan tetapi, beberapa ahli kesehatan menilai bahwa penggunaan cahaya yang terlalu terang dalam waktu lama dapat memengaruhi kualitas tidur, kenyamanan mata, fokus, hingga keseimbangan hormon. Lampu meja menawarkan pencahayaan yang lebih terarah dan lembut sehingga sering dianggap lebih ramah bagi tubuh.

Mengombinasikan lampu plafon dengan lampu meja dapat menjadi cara sederhana untuk menciptakan lingkungan yang lebih nyaman. Jika digunakan dengan tepat, pengaturan pencahayaan yang baik bisa membantu mendukung kesehatan dan kenyamanan dalam aktivitas sehari-hari.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article