Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
ilustrasi pria gym nyeri otot (pexels.com/Andrea Piacquadio)
  • Nyeri otot normal atau DOMS biasanya muncul 12–24 jam setelah latihan, memuncak dalam 24–72 jam, terasa pegal atau kaku pada kelompok otot yang dilatih.
  • Cedera cenderung menimbulkan nyeri mendadak, tajam, atau terpusat saat latihan, terutama bila disertai sensasi robek, bunyi letupan, pembengkakan cepat, memar, atau perubahan bentuk.
  • Hentikan latihan dan cari bantuan medis bila gerak atau kekuatan sangat terganggu, nyeri memburuk atau menetap, maupun muncul kelemahan ekstrem dan urine gelap seperti teh.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Setelah menjalani sesi olahraga yang cukup intens, pria mungkin merasakan otot pegal, kaku, atau nyeri ketika bergerak. Kondisi ini sering dianggap sebagai tanda bahwa latihan berjalan efektif, terutama setelah mencoba beban yang lebih berat atau gerakan yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Namun, gak semua rasa sakit setelah berolahraga menandakan respons otot yang normal karena sebagian bisa menjadi petunjuk adanya cedera.

Mengenali perbedaan keduanya penting agar rutinitas olahraga tetap berjalan tanpa mengorbankan kesehatan tubuh. Nyeri otot yang muncul setelah latihan umumnya bisa membaik dengan pemulihan yang tepat, sedangkan cedera tertentu membutuhkan penanganan lebih serius agar gak berkembang menjadi masalah berkepanjangan. Yuk, kenali lima cara membedakan nyeri otot normal dan cedera setelah olahraga supaya kamu bisa berlatih lebih cerdas dan aman!

1. Perhatikan kapan rasa nyeri mulai muncul

ilustrasi pria gym (pexels.com/cottonbro studio)

Waktu munculnya nyeri dapat menjadi petunjuk awal untuk membedakan pegal otot biasa dan kemungkinan cedera. Delayed onset muscle soreness (DOMS) merupakan nyeri otot yang biasanya muncul beberapa jam setelah berolahraga, terutama setelah melakukan latihan yang belum biasa dilakukan tubuh. Rasa pegal ini umumnya mulai terasa dalam 12–24 jam setelah latihan dan mencapai puncaknya sekitar 24–72 jam kemudian.

Sebaliknya, cedera otot atau jaringan lain sering menimbulkan rasa sakit secara mendadak ketika latihan berlangsung. Misalnya, paha terasa seperti tertarik saat melakukan sprint, atau bahu mendadak nyeri ketika mengangkat beban di atas kepala. Jika rasa sakit muncul tiba-tiba, terlebih ketika disertai sensasi seperti ada sesuatu yang robek atau bunyi letupan, hentikan latihan dan jangan memaksakan gerakan lanjutan.

2. Kenali karakteristik rasa sakit yang dirasakan

ilustrasi pria (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Nyeri otot normal biasanya terasa seperti pegal, kaku, atau sensitif ketika bagian tubuh yang dilatih ditekan dan digerakkan. Sensasinya cenderung menyebar pada kelompok otot yang bekerja selama latihan, seperti paha setelah melakukan squat atau dada setelah menjalani latihan bench press. Rasa tidak nyaman tersebut umumnya masih memungkinkan seseorang melakukan aktivitas ringan, meskipun gerakan tertentu terasa lebih berat daripada biasanya.

Cedera perlu dicurigai ketika rasa sakit terasa tajam, menusuk, atau terpusat pada satu titik tertentu. Nyeri yang semakin kuat ketika sendi digerakkan, otot digunakan, atau bagian tubuh menerima beban juga perlu diperhatikan, terutama jika mengganggu aktivitas sehari-hari. Meski begitu, karakteristik rasa sakit saja gak cukup untuk memastikan jenis cedera karena beberapa masalah otot, tendon, dan sendi dapat menunjukkan gejala yang mirip.

3. Amati pembengkakan, memar, dan perubahan bentuk tubuh

ilustrasi pria bercermin di gym (pexels.com/Julia Larson)

Pegal otot setelah latihan biasanya gak disertai pembengkakan besar, memar yang jelas, atau perubahan bentuk bagian tubuh. Pada kondisi DOMS, otot memang bisa terasa kaku dan sedikit membengkak, tetapi keluhan tersebut umumnya berangsur membaik seiring proses pemulihan. Karena itu, penting untuk membedakan rasa penuh pada otot setelah latihan dengan pembengkakan yang muncul secara tidak biasa.

Sebaliknya, pembengkakan yang berkembang cepat, memar luas, atau perubahan bentuk otot dapat menandakan cedera yang membutuhkan pemeriksaan medis. Sebagai contoh, cedera otot yang cukup berat dapat menyebabkan perdarahan di jaringan sehingga muncul memar dan pembengkakan di sekitar bagian yang terdampak. Jika pembengkakan terasa hebat, nyeri semakin parah, atau anggota tubuh sulit digerakkan, segera cari pertolongan medis daripada sekadar mengandalkan istirahat di rumah.

4. Evaluasi kemampuan bergerak dan kekuatan otot

ilustrasi pria sedang di gym (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Nyeri otot normal memang bisa membuat gerakan terasa kaku, terutama ketika bangun dari tempat tidur, menaiki tangga, atau kembali berlatih setelah beberapa hari beristirahat. Namun, kemampuan bergerak biasanya tetap terjaga meskipun tubuh membutuhkan waktu untuk kembali nyaman. Seiring berkurangnya nyeri, rentang gerak dan kemampuan menggunakan otot juga umumnya berangsur pulih.

Pada cedera, seseorang dapat mengalami kelemahan yang nyata, kesulitan menumpu berat badan, atau keterbatasan gerak yang jauh lebih berat daripada pegal biasa. Misalnya, kaki terasa sangat lemah setelah cedera ketika berlari, atau lengan sulit diangkat setelah melakukan gerakan tertentu saat latihan beban. Jika kamu gak mampu berjalan normal, menggerakkan anggota tubuh, atau menggunakan kekuatan seperti biasanya akibat rasa sakit, hentikan latihan dan segera periksakan kondisi tersebut kepada tenaga medis.

5. Pantau perkembangan nyeri selama masa pemulihan

ilustrasi pria berlatih di gym (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Nyeri otot normal umumnya menunjukkan perkembangan yang membaik setelah beberapa hari, terutama jika tubuh mendapat tidur cukup, asupan nutrisi memadai, dan jeda latihan yang sesuai. Ketika memasuki masa pemulihan, rasa kaku biasanya berkurang secara bertahap dan aktivitas sehari-hari terasa lebih nyaman. Meski begitu, durasi pemulihan dapat berbeda-beda bergantung pada intensitas latihan, kondisi fisik, dan tingkat kebiasaan tubuh terhadap gerakan yang dilakukan.

Sebaliknya, rasa sakit yang terus memburuk, gak menunjukkan perbaikan, atau kembali muncul dengan intensitas tinggi setiap kali beraktivitas perlu mendapatkan perhatian. Nyeri yang menetap juga gak selalu berarti cedera berat, tetapi pemeriksaan dapat membantu menentukan penyebab dan langkah penanganan yang sesuai. Waspadai pula nyeri otot yang sangat hebat disertai kelemahan ekstrem atau urine berwarna gelap seperti teh karena kondisi tersebut bisa menandakan rhabdomyolysis, yaitu kerusakan otot serius yang membutuhkan penanganan medis segera.

Membedakan nyeri otot normal dan cedera setelah olahraga dapat membantu pria menjaga konsistensi latihan sekaligus mengurangi risiko masalah yang lebih serius. Perhatikan waktu munculnya nyeri, karakteristik rasa sakit, perubahan fisik, kemampuan bergerak, dan perkembangan pemulihan sebelum memutuskan untuk kembali berlatih. Ingat, istirahat ketika tubuh memberikan sinyal bahaya bukan tanda kelemahan, melainkan bagian penting dari strategi olahraga yang aman dan berkelanjutan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article