Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Benarkah Meniup Gelembung Bisa Membantu Buang Air Besar?

3 min read
Benarkah Meniup Gelembung Bisa Membantu Buang Air Besar?
ilustrasi buang air besar (vecteezy.com/nuttawan jayawan)
  • Meniup gelembung atau sedotan saat di toilet belum terbukti kuat mengatasi sembelit, meski bisa membantu relaksasi dan mengurangi kebiasaan mengejan berlebihan.

  • Penanganan sembelit yang lebih didukung bukti meliputi menambah serat bertahap, cukup minum, aktif bergerak, tidak menahan buang air besar, serta membentuk jadwal rutin.

  • Konsultasikan ke dokter jika sembelit lebih dari tiga minggu, sering kambuh, atau disertai darah, tinja hitam, nyeri menetap, penurunan berat badan, maupun perubahan bentuk tinja.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Belakangan ini di media sosial muncul saran untuk meniup gelembung sabun atau meniup melalui sedotan saat duduk di toilet agar lebih mudah buang air besar. Teori di balik cara ini adalah meniup perlahan dapat membantu seseorang mengembuskan napas dan mengurangi kebiasaan mengejan terlalu kuat.

Memang, proses buang air besar tidak hanya bergantung pada dorongan dari perut. Otot di sekitar anus dan dasar panggul juga perlu rileks agar tinja lebih mudah keluar. Karena itu, teknik pernapasan sering diajarkan dalam terapi tertentu untuk gangguan buang air besar. Namun, terapi tersebut dilakukan dengan bimbingan tenaga kesehatan dan alat khusus. Sampai saat ini, belum ada bukti kuat bahwa meniup gelembung sabun atau sedotan sendiri dapat mengatasi sembelit.

Meski begitu, meniup perlahan mungkin membantu beberapa orang menjadi lebih rileks dan menghindari kebiasaan menahan napas saat mengejan. Yang perlu diingat, cara ini tidak melunakkan tinja dan tidak mengatasi penyebab sembelit. Jika ingin mencobanya, anggap saja sebagai teknik relaksasi sederhana.

  1. Cara yang lebih terbukti untuk melancarkan buang air besar

    Untuk mengatasi sembelit, cara yang lebih didukung bukti adalah memperbanyak asupan serat secara bertahap, minum cukup air, tetap aktif bergerak, dan tidak menahan keinginan buang air besar. Membiasakan buang air besar pada waktu yang sama setiap hari, misalnya setelah sarapan, juga dapat membantu tubuh membentuk rutinitas.

    Posisi saat duduk di toilet juga bisa dibuat lebih nyaman. Cobalah meletakkan kaki di atas bangku kecil dan sedikit membungkukkan badan ke depan. Posisi ini dapat membantu proses buang air besar terasa lebih mudah. Sebaliknya, hindari duduk terlalu lama di toilet atau mengejan terlalu kuat karena dapat menimbulkan masalah lain, seperti wasir.

  2. Kapan perlu ke dokter?

    Ilustrasi seseorang duduk di toilet sambil buang air besar, menggambarkan aktivitas pencernaan sehari-hari.
    ilustrasi buang air besar (IDN Times/Novaya Siantita)

    Sembelit bisa disebabkan oleh banyak hal, mulai dari kurang serat, kurang aktivitas fisik, efek samping obat, hingga kondisi kesehatan tertentu. Sebaiknya konsultasi dengan dokter jika sembelit berlangsung lebih dari tiga minggu, sering kambuh, atau mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.

    Segera cari bantuan medis jika sembelit disertai tanda peringatan seperti darah pada tinja, tinja berwarna hitam, nyeri perut yang menetap, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, atau perubahan bentuk tinja yang tidak biasa. Gejala-gejala tersebut perlu diperiksa oleh dokter.

    Referensi

    Arnold Wald et al., “ACG Clinical Guidelines: Management of Benign Anorectal Disorders,” The American Journal of Gastroenterology 116, no. 10 (2021): 1987–2008, https://doi.org/10.14309/ajg.0000000000001507.

    Everyday Health, “Can Blowing Bubbles Really Help You Poop?,” diakses 1 November 2026.

    National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, “Treatment for Constipation,” diakses 1 November 2026.

    Mayo Clinic, “Constipation: Symptoms and Causes,” diakses 1 November 2026.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More