Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Penyebab Penipisan Kulit, Gaya Hidup Gak Sehat Salah Satunya

5 Penyebab Penipisan Kulit, Gaya Hidup Gak Sehat Salah Satunya
ilustrasi merawat kulit (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Kulit memberikan proteksi terluar bagi tubuh. Organ terbesar pada tubuh manusia ini tersusun atas beberapa lapisan yang hadir dengan berbagai peran. Epidermis yang merupakan lapisan terluarlah yang bertanggung jawab untuk melindungi kulit dari benda asing seperti kotoran atau bakteri.

Oleh sebab itu, kondisi epidermis harus tetap optimal agar bisa melindungi secara maksimal. Sayangnya terdapat beberapa hal seperti yang terangkum berikut ini yang menyebabkan epidermis gak setebal seharusnya. Dengan demikian, kulit mengalami penipisan sehingga lebih rentan dan sensitif.

1. Proses penuaan

ilustrasi merawat kulit (freepik.com/freepik)
ilustrasi merawat kulit (freepik.com/freepik)

Seiring bertambahnya usia, kulit menjadi semakin tipis. Shoshana Marmon, MD, PhD, dokter kulit sekaligus ketua departemen riset klinik New York Medical College melalui Livestrong menjelaskan, proses regenerasi kulit pada lapisan epidermis melambat akibat penuaan.

Selain itu, produksi kolagen atau protein yang berperan mengencangkan kulit berkurang signifikan sehingga kedua faktor ini memicu penipisan kulit saat seseorang menua. Ini merupakan proses alami pada tubuh yang gak bisa dihindari.

Meski demikian, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memperlambat proses penuaan. Mulai dari mengaplikasikan sunscreen setiap hari bahkan saat berada di dalam ruangan, menggunakan skincare yang mengandung retinol untuk menstimulasi produksi kolagen, dan mengadaptasi gaya hidup sehat.

2. Paparan sinar matahari

ilustrasi orang berjemur (pexels.com/Andrea Piacquadio)
ilustrasi orang berjemur (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Gak bisa dimungkiri, sinar matahari membawa banyak manfaat bagi manusia. Selain berdampak pada kesehatan fisik, sinar matahari juga dikaitkan dengan peningkatan suasana hati. Sebab, ia dapat menstimulasi produksi vitamin D yang berperan dalam meregulasi mood, seperti dijelaskan Psych Central.

Akan tetapi pada saat tertentu, sinar matahari bisa menjadi musuh yang bersifat destruktif bagi tubuh, utamanya kulit. Pasalnya, sinar UV dapat merusak kolagen dan serat elastin pada kulit sehingga menyebabkan penipisan bahkan hingga memicu kerutan. Oleh karena itu, pengaplikasian sunscreen secara rutin sangatlah penting.

3. Merokok dan konsumsi alkohol

ilustrasi rokok (unsplash.com/Uitbundig)
ilustrasi rokok (unsplash.com/Uitbundig)

Kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol diketahui mempercepat proses penipisan kulit sebagaimana dijelaskan melalui studi literatur dalam The Journal of Clinical and Aesthetical Dermatology pada 2019. Studi memaparkan bahwa rokok dan alkohol bersamaan merusak lapisan kulit atau skin barrier, memicu kerutan, dan membuat kulit terlihat kendur.

4. Penggunaan obat-obatan

ilustrasi orang mengonsumsi obat (unsplash.com/Thowfiqu Barbhuiya)
ilustrasi orang mengonsumsi obat (unsplash.com/Thowfiqu Barbhuiya)

Obat-obatan seperti steroid topikal yang berperan untuk mengurangi peradangan berisiko memicu penipisan kulit sebagai efek sampingnya jika digunakan dalam jangka panjang. Dilansir Medical News Today, ini lantaran steroid menyebabkan ukuran sel epidermis mengecil sehingga kulit tampak kendur. Obat ini biasanya hadir dalam bentuk krim yang mengatasi permasalahan kulit seperti eczema. 

Selain steroid topikal, obat-obatan seperti aspirin dan obat-obatan anti-inflamasi non-steroid atau non-steroid anti-inflammatory drugs (NSAIDs) seperti ibuprofen juga memberikan efek samping serupa apabila dikonsumsi dalam waktu lama. 

5. Gaya hidup gak sehat

ilustrasi orang makan (pexels.com/KoolShooters)
ilustrasi orang makan (pexels.com/KoolShooters)

Selain meningkatkan risiko penyakit degeneratif seperti penyakit jantung dan pembuluh darah hingga memicu kematian dini, gaya hidup gak sehat juga berdampak pada kesehatan kulit. Gemar konsumsi makanan tinggi energi dan lemak, jarang makan buah serta sayur, sering bergadang, dan gak banyak bergerak menjadi faktor risiko penipisan kulit. Dampaknya, kulit yang menipis menjadi lebih sensitif sehingga rentan memar, terluka, dan rapuh.

Untungnya, masalah-masalah di atas dapat dicegah. Di antaranya dengan menganut pola hidup sehat, rutin menggunakan sunscreen, mengurangi kebiasaan merokok, dan membatasi konsumsi alkohol. Dengan begitu, kesehatan kulit kita bisa tetap terjaga.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nadhifa Arnesya
EditorNadhifa Arnesya
Follow Us

Related Articles

See More

[QUIZ] Kami Tahu Jenis Plank yang Paling Cocok Buat Kamu

14 Mei 2026, 20:35 WIBHealth