Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Tips Berolahraga Selama Ramadan, Tetap Fit dan Aman bagi Tubuh!

5 Tips Berolahraga Selama Ramadan, Tetap Fit dan Aman bagi Tubuh!
ilustrasi olahraga (pexels.com/ Bruno Bueno)

Bulan Ramadan biasanya juga diikuti dengan perubahan rutinitas harian. Jam tidur bergeser, pola makan berubah, dan energi tubuh yang seringkali terasa naik-turun sepanjang hari. Gak sedikit orang yang biasanya rutin berolahraga kemudian menundanya selama puasa karena takut lemas, dehidrasi, atau malah mengganggu jalannya ibadah. Padahal, berhenti bergerak secara aktif justru bisa membuat tubuh terasa lebih cepat lelah dan kehilangan kebugaran.

Olahraga saat puasa memang membutuhkan penyesuaian, bukan pemaksaan. Oleh karena itu, penting untuk memahami kondisi fisik diri sendiri dan mengetahui performa maksimal yang bisa dilakukan selama berpuasa. Kalau kamu masih bingung, coba deh 5 tips berikut supaya kamu tetap bisa melakukan olahraga tanpa mengorbankan kesehatan maupun kekhusyukan ibadah.

1. Pilih waktu olahraga yang paling aman bagi tubuh

pria sedang olahraga
ilustrasi olahraga (pexels.com/ Andrea Piaquadio)

Salah satu kunci utama olahraga selama Ramadan adalah memilih waktu yang tepat. Banyak ahli menyarankan olahraga dilakukan menjelang berbuka atau setelah berbuka puasa. Pada waktu tersebut, tubuh berada dalam kondisi yang lebih aman karena kebutuhan cairan dan energi bisa segera dipenuhi. Cara ini bisa membantu kamu mengurangi risiko dehidrasi dan kelelahan berlebihan.

Namun, waktu terbaik tetap bergantung pada kondisi dan rutinitas masing-masing orang. Ada yang merasa nyaman berolahraga ringan setelah sahur, terutama jika aktivitasnya tidak terlalu intens. Dan ada juga yang memilih selepas berbuka di mana tubuh sudah punya cukup tenaga untuk bergerak. Yang terpenting, hindari olahraga berat di siang hari ketika tubuh benar-benar kekurangan cairan. Memilih waktu yang tepat membantu tubuh beradaptasi dengan baik.

2. Turunkan intensitas tapi tetap konsisten

perempuan sedang olahraga
ilustrasi olahraga (pexels.com/ Jonathan Borba)

Ramadan bukan waktu yang ideal untuk memaksakan latihan berat atau mengejar rekor yang belum tercapai. Tubuh sedang beradaptasi dengan jam makan yang terbatas dan pola tidur yang berubah. Karena itu, menurunkan intensitas olahraga adalah langkah yang bijak. Fokus utama sebaiknya pada menjaga tubuh tetap aktif, bukan memaksa bekerja terlalu keras.

Menurunkan intensitas bisa dilakukan dengan berbagai cara sederhana. Misalnya, mengurangi durasi latihan, memperlambat tempo, atau mengganti olahraga berat dengan versi yang lebih ringan. Konsistensi jauh lebih penting daripada intensitas tinggi yang hanya bertahan sebentar. Dengan pendekatan ini, olahraga tetap terasa doable sepanjang Ramadan.

3. Dengarkan sinyal tubuh

pria sedang olahraga
ilustrasi olahraga (pexels.com/ Andres Ayrton)

Saat berpuasa, tubuh memberikan sinyal yang lebih jelas ketika mulai kelelahan. Pusing, lemas berlebihan, atau jantung berdebar wajar adalah tanda bahwa tubuh perlu berhenti. Mengabaikan sinyal ini justru bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Olahraga seharusnya membuat tubuh lebih sehat, bukan malah sebaliknya.

Terapkan mindset bergerak sedikit tapi tetap aman. Gak apa-apa melewatkan satu sesi olahraga jika tubuh terasa gak siap. Istirahat juga bagian dari proses menjaga kebugaran. Dengan mendengarkan tubuh, kamu belajar menghargai batas diri dan menjaga kesehatan jangka panjang.

4. Perhatikan asupan gizi saat sahur dan berbuka

makanan sehat
ilustrasi makanan sehat (pexels.com/ Emrah Tolu)

Olahraga yang aman selama Ramadan gak terlepas dari pola makan yang tepat. Sahur dan berbuka menjadi momen krusial untuk mengisi kembali energi tubuh. Asupan karbohidrat kompleks, protein, dan cairan yang cukup sangat berpengaruh pada performa dan pemulihan tubuh. Tanpa nutrisi yang memadai, olahraga bisa terasa jauh lebih berat.

Kesalahan yang sering terjadi adalah makan asal kenyang tanpa memperhatikan keseimbangan gizi. Padahal, tubuh membutuhkan bahan bakar yang tepat untuk tetap aktif. Hidrasi juga gak kalah penting, terutama jika kamu berencana berolahraga. Mengatur pola makan dengan sadar membantu olahraga terasa lebih ringan dan tubuh tetap bertenaga.

5. Jadikan olahraga sebagai rutinitas ringan

pria sedang olahraga
ilustrasi olahraga (pexels.com/ Alesia Kozik)

Selama Ramadan, olahraga sebaiknya diposisikan sebagai aktivitas pendukung, bukan kewajiban berat. Pilihan olahraga ringan seperti jalan santai, stretching, atau yoga bisa memberikan manfaat tanpa menguras energi. Aktivitas sederhana ini tetap membantu menjaga fleksibilitas dan kesehatan tubuh. Yang penting adalah tubuh tetap bergerak secara konsisten. Dengan menjadikan olahraga sebagai rutinitas ringan, kamu gak akan merasa terbebani secara mental. Olahraga pun bisa menjadi momen me-time yang menenangkan setelah seharian berpuasa. Pendekatan ini membuat kebiasaan aktif lebih mudah dipertahankan bahkan setelah Ramadan berakhir.

Ramadan bukan alasan untuk berhenti bergerak, tetapi kesempatan untuk lebih memahami kebutuhan tubuh. Olahraga di bulan puasa bukan soal seberapa berat atau seberapa lama kegiatan dilakukan, melainkan seberapa bijak kita menyesuaikan diri dengan perubahan ritme tubuh. Dengan waktu yang tepat, intensitas yang realistis, dan nutrisi yang cukup, tubuh tetap bisa dijaga kesehatannya. Pada akhirnya, merawat tubuh selama Ramadan juga merupakan bentuk rasa syukur yang sederhana dan bermakna.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kirana Mulya
EditorKirana Mulya
Follow Us

Latest in Health

See More

5 Tips Berolahraga Selama Ramadan, Tetap Fit dan Aman bagi Tubuh!

27 Feb 2026, 10:11 WIBHealth