Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Tips Memperbesar Massa Otot Tanpa Suplemen Mahal, Buktikan Sendiri!
ilustrasi angkat beban (pexels.com/Victor)
  • Artikel menegaskan bahwa pembentukan massa otot tidak memerlukan suplemen mahal, karena tubuh memiliki mekanisme alami yang bisa dioptimalkan lewat latihan dan pola makan seimbang.
  • Lima strategi utama meliputi peningkatan volume latihan, fokus pada fase eksentrik, pengurangan jeda antar set, serta konsumsi protein dan kalori lebih tinggi dari kebutuhan harian.
  • Konsistensi dalam latihan, asupan nutrisi cukup, dan istirahat teratur disebut sebagai pondasi utama untuk membangun otot tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk suplemen.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Di era yang serba instan, kita mungkin pernah tegiur untuk memasukkan suplemen mahal ke bagian dari pembentukan massa otot. Alhasil banyak yang mengira bahwa untuk mendapatkan massa otot yang maksimal, maka diperlukan uang ratusan hingga jutaan rupiah untuk mendapatkan suplemen tersebut. Padahal, jika ditelusuri lebih dalam, tubuh manusia sejatinya dibekali mekanisme alami untuk membangun otot.

Kabar baiknya, untuk mendapatkan massa otot itu kamu tak perlu lagi menabung hanya untuk sebuah suplemen. Yang mana beberapa makanan kaya protein bisa kamu temukan sendiri dengan mudah tanpa harus mengandalkan bubuk protein itu. Nah, artikel ini hadir untuk membongkar mitos bahwa otot bagus itu tak mengharuskan merogoh saku terlalu dalam. Berikut ini adalah tips yang bisa kamu lakukan untuk menambah massa otot dengan budget hemat!

1. Tingkatkan volume latihan

ilustrasi gym bulking (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Pertumbuhan volume otot atau hipertrofi sangat dipengaruhi oleh volume latihan. Di mana total repetisi dikalikan dengan jumlah set. Untuk meningkatkan volume latihan ini, disarankan untuk menggunakan beban yang lebih ringan dari yang kamu bayangkan.

Melansir Spartan Training, Ava Fitzgerald, CSCS, CPT, seorang pelatih performa olahraga di Profesional Athletic Performance Center di New York, menjelaskan bahwa beban yang diangkat saat menambah massa otot justru lebih ringan dibandingkan saat fokus pada kekuatan murni. Dalam hal ini beban yang digunakan cukup 50 dan 75% dari 1RM dari beban maksimal yang bisa kamu angkat satu kali dalam repetisi. Nah, untuk mendapatkan volume yang dibutuhkan otot, lakukanlah setiap gerakan angkat beban sebanyak tiga hingga enam set dengan 10 hingga 20 repetisi.

2. Fokus pada fase eksentrik

ilustrasi angkat barbel (pexels.com/Andres)

Saat mengangkat beban apa pun, kamu akan mengalami fase konsentrik (kontraksi otot agonis) dan fase eksentrik (pemanjangan otot agonis). Fase ini biasanya terjadi saat menurunkan tubuh ke posisi jongkok. Saat kembali berdiri, itu adalah gerakan konsentrik. Dalam hal ini kerja eksentrik jauh lebih baik dalam memicu pertumbuhan otot.

Untuk meningkatkan jumlah upaya eksentrik dalam latihan. Kamu dapat melakukan dua hal, yakni memperlambat fase eksentrik dari setiap latihan yang kamu lakukan atau mengintegrasikan variasi yang hanya melibatkan gerakan eksentrik ke dalam rutinitas kamu.

3. Kurangi jeda antar set

ilustrasi angkat beban berat (pexels.com/Anete)

Saat melakukan angkat beban untuk pertumbuhan massa otot, periode istirahat 30 hingga 90 detik mendorong pelepasan hormon pembangun otot, dalam hal ini termausk testosteron dan hormon pertumbuhan manusia dengan cepat, sekaligus memastikan bahwa kamu benar-benar membuat otot terasa lelah. Jadi, jika kamu menyentuh ponsel di antara set latihan, sebaiknya atur pengatur waktu ke 30 hingga 90 detik.

4. Konsumsi lebih banyak protein

ilustrasi sumber protein (unsplash.com/Elena Leya)

Saat angkat beban, jaringan otot otomatis akan rusak, dan di sinilah peran protein sangat dibutuhkan. Semakin sulit latihan angkat beban, maka semakin penting makanan pembangun otot dalam mempertimbangkan asupan protein untuk memperkuat pemulihan. Demi pertumbuhan otot yang optimal, maka para pengangkat beban perlu mengonsumsi 0,25 hingga 0,30 gram protein per kilogram berat badan per kali makan.

Jika seseorang memiliki berat 175 pon, artinya butuh 20 hingga 24 gram protein setiap kali makan. Jumlah tersebut bisa didapatkan dengan konsumsi tiga hingga empat butir telur, secangkir yogurt Yunani, atau satu sendok bubuk protein.

5. Konsumsi lebih banyak kalori dari yang kamu bakar setiap hari

ilustrasi ikan tinggi protein (unsplash.com/Karolina Grabowska)

Bagi seseorang yang terbiasa menghitung kalori dengan harapan dapat mengurangi lemak, tentu hal ini cukup sulit untuk dibiasakan. Namun, untuk menambah massa otot, itu artinya perlu menambah berat badan, bukan mengurangi berat badan dan kamu perlu mengonsumsi lebih banyak kalori daripada yang dibakar setiap hari.

Hal ini dikarenakan, ketika tubuh merasakan defisit kalori, artinya kamu mengonsumsi lebih sedikit kalori daripada yang dibakar setiap hari, tubuh akan mengurangi kecenderungannya untuk membangun otot baru. Bisa dibilang, jika tubuh menganggap makanan itu langka, maka pembentukan otot bukanlah prioritas utama.

Usahakan untuk konsumsi sekitar 250 hingga 500 kalori ekstra per hari. Untuk memastikan bahwa setiap penambahan berat badan berasal dari otot, direkomendasikan agar sebagian besar kalori tersebut berasal dari protein.

Seseorang yang mengonsumsi makanan tinggi kalori yang kaya protein menyimpan sekitar 45% dari kalori tersebut sebagai otot, sementara mereka yang mengikuti diet rendah protein dengan jumlah kalori yang sama menyimpan 95% dari kalori tersebut sebagai lemak.

Demikian 5 hal yang bisa kamu coba untuk meningkatkan massa otot. Latihan, makan teratur, dan istirahat sejatinya adalah pondasi utama pembentukan massa otot. Jadi, sebelum membeli suplemen mahal, mulailah konsisten dengan lima hal di atas untuk hasil maksimal, dijamin kamu tidak akan tergiur lagi dengan suplemen mahal.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article