ilustrasi kulit kering akibat cuaca panas (magnific.com/freepik)
Rasa kering pada kulit tidak selalu menunjukkan bahwa tubuh kekurangan cairan karena ada banyak faktor lain yang dapat mempengaruhi kondisi ini. Cuaca, paparan udara dingin, penggunaan produk tertentu, serta kondisi lingkungan sekitar dapat menyebabkan kulit menjadi lebih kering atau kasar. Namun, kalau kulit terasa lebih kering bersamaan dengan gejala lain seperti mulut kering, urine yang lebih pekat, dan jarang minum, maka penting untuk memperhatikan kembali kebutuhan cairan.
Hindari mengandalkan minuman sebagai solusi untuk semua masalah kulit karena menjaga kelembapan kulit juga memerlukan perawatan dari luar. Yang paling mendasar, usahakan untuk selalu mengonsumsi air putih dengan cukup sesuai dengan kebutuhan tubuh dan jangan menunggu sampai merasa haus. Semakin peka terhadap perubahan kecil seperti ini, semakin mudah pula untuk mengenali kapan tubuh memerlukan perhatian.
Kurang minum air putih ternyata bisa ditandai dari hal-hal sederhana, mulai dari mulut kering, urine lebih pekat, tubuh lemas, hingga sulit fokus. Karena itu, jangan cuma menunggu rasa haus untuk mulai minum, tetapi biasakan memenuhi kebutuhan cairan sepanjang hari sesuai kondisi tubuh. Nah, mulai sekarang coba lebih peka dengan sinyal tubuh dan jangan biarkan botol minum cuma jadi pajangan di meja, lho.
Referensi:
“Narrative Review of Hydration and Selected Health Outcomes in the General Population.” Nutrients.
“Dehydration and Headache.” Current Pain and Headache Reports.
“Criterion Values for Urine-Specific Gravity and Urine Color Representing Adequate Water Intake in Healthy Adults.” European Journal of Clinical Nutrition.
“Water Supplementation after Dehydration Improves Judgment and Decision-Making Performance.” Frontiers in Human Neuroscience.
“The Effect of Fluid Intake Following Dehydration on Subsequent Athletic and Cognitive Performance: A Systematic Review and Meta-analysis.” Sports Medicine - Open.