ilustrasi minyak dari biji-bijian (freepik.com/freepik)
Minyak biji-bijian sebenarnya sering dikritik dalam beberapa tahun terakhir. Kenapa, ya? Soalnya, banyak laporan yang menunjukkan bahwa minyak biji-bijian beracun, bahkan bersifat karsinogenik bagi manusia. Meski begitu, perdebatan masih berlanjut. Kekhawatiran semakin meningkat karena minyak biji-bijian merupakan minyak yang paling sering digunakan dalam makanan olahan dan minyak goreng. Bahkan, ada bukti bahwa minyak kedelai, minyak biji-bijian yang paling umum digunakan dalam minyak goreng Amerika, dapat meningkatkan risiko obesitas, lho.
Namun, tidak semua minyak biji-bijian pada dasarnya buruk bagi kesehatan. Semuanya tergantung pada bagaimana minyak tersebut diekstrak dari tanaman. Minyak biji-bijian yang sering disebut dalam perdebatan kesehatan merupakan minyak yang diproses secara intensif sebelum digunakan dalam makanan, seperti minyak rapeseed, minyak jagung, minyak bunga matahari, dan minyak kedelai. Saat minyak biji-bijian "ultraproses" ini masuk ke dalam makanan cepat saji, camilan kemasan, atau es krim yang membuatnya tidak meleleh, minyak tersebut mengandung kadar lemak omega-6 yang terkonsentrasi, yang telah terbukti meningkatkan peradangan. Di sisi lain, adas manis, selama diproses seminimal mungkin, sebenarnya dapat mengurangi peradangan dan pada dasarnya mampu mencegah gejala depresi.