Comscore Tracker

Makan Jamur Kurangi Risiko Depresi? Ini Penjelasannya!

Alasan tak terduga untuk mulai makan jamur

Siapa yang tidak suka makan jamur? Kemungkinan besar, kamu sebenarnya suka. Hanya saja, kamu belum ketemu dengan jamur yang tepat. Dengan rasanya yang mirip daging hingga memiliki kaldu bubuknya sendiri, hidangan olahan jamur bisa begitu lezat.

Selain rasanya, jamur juga memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan. Sebuah penelitian terbaru mengungkapkan bahwa ternyata jamur memiliki khasiat terselubung untuk kesehatan mental. Yuk, simak fakta selengkapnya!

1. Studi melibatkan hampir 25.000 partisipan

Makan Jamur Kurangi Risiko Depresi? Ini Penjelasannya!ilustrasi: jamur siap dimasak (popsci.com)

Diterbitkan dalam Journal of Affective Disorders edisi November 2021 mendatang, sebuah penelitian oleh Penn State University, Amerika Serikat (AS), bertajuk "Mushroom intake and depression" ingin melihat hubungan antara konsumsi jamur dan risiko depresi pada penduduk AS.

Studi ini melibatkan 24.699 partisipan dengan usia rata-rata 45,5 tahun dan tingkat insiden depresi sekitar 5,9 persen. Untuk studi ini, para partisipan mengisi kuesioner sebanyak dua kali, yang isinya mengenai seluruh makanan yang mereka makan selama 24 jam sebelumnya.

Dari sini, ditemukan bahwa dari 24.699 partisipan, 5,2 persen memakan jamur. Para pemakan jamur kemudian dibagi menjadi tiga kelompok sesuai dengan porsi jamur yang dimakan, yaitu:

  • Konsumsi sedikit
  • Konsumsi sedang (4,9 gram/hari)
  • Konsumsi banyak (19,6 gram/hari)

2. Hasil: konsumsi jamur bisa kurangi risiko tekanan mental

Makan Jamur Kurangi Risiko Depresi? Ini Penjelasannya!ilustrasi hidangan jamur (bbcgoodfood.com)

Dibandingkan dengan mereka yang makan jamur sedikit, para peneliti AS menemukan bahwa konsumsi jamur porsi sedang menekan risiko depresi. Uniknya, penurunan risiko depresi pada konsumsi jamur banyak tidak berubah.

Para peneliti mengatakan bahwa jumlah partisipan yang mengonsumsi jamur porsi sedang atau banyak cukup sedikit. Oleh karena itu, hasil tersebut hanyalah variasi statistik. Selain itu, kemungkinan besar ada beberapa faktor pada kelompok konsumsi jamur banyak yang tidak diketahui memengaruhi kesehatan mental.

Meski begitu, satu hal yang pasti. Penelitian ini menambah satu lagi manfaat dari memakan jamur untuk kesehatan, terutama kesehatan mental.

Baca Juga: 8 Makanan yang Bisa Dongkrak Kadar Serotonin, Tambah Happy!

3. Mengapa jamur bisa cegah gangguan mental?

Makan Jamur Kurangi Risiko Depresi? Ini Penjelasannya!ilustrasi perempuan bahagia (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Para peneliti mengatakan bahwa sifat antidepresan jamur datang dari kandungan senyawa spesifik pada jamur. Kandungan ini termasuk vitamin B12nerve growth factor (NGF), antioksidan, dan antiinflamasi.

Para peneliti juga menyebut bahwa jamur memiliki asam amino ergothioneine, kandungan antiinflamasi yang tidak dapat diproduksi oleh tubuh manusia. Kandungan inilah yang diyakini menurunkan risiko stres oksidatif sekaligus mengurangi risiko depresi.

Selain antioksidan, beberapa jamur, seperti jamur kancing, juga memiliki kandungan kalium. Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa kalium bisa mengurangi gangguan kecemasan atau anxiety.

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa beberapa jamur, seperti jamur surai singa, dapat merangsang faktor neurotropik dan sintesis NGF. Ini berpotensi mencegah gangguan neuropsikiatri yang mengarah pada gangguan depresi mayor.

4. Kekurangan pada studi tersebut

Makan Jamur Kurangi Risiko Depresi? Ini Penjelasannya!ilustrasi jamur untuk dimakan (theepochtimes.com)

Meski temuannya terdengar menjanjikan, tetapi studi ini punya kekurangan. Para peneliti mengakui bahwa data yang dianalisis tidak memaparkan jenis jamur apa yang dikonsumsi, sehingga tidak ada identifikasi nilai antidepresan yang relatif dari masing-masing jenis jamur.

Selain itu, asupan jamur para partisipan dihitung dengan kode dari Kementerian Pertanian AS (USDA) yang mungkin tidak akurat mencerminkan asupan para peserta. Selain itu, kode USDA salah mengelompokkan jamur sebagai "sayuran". serta penilaian kandungan jamur dalam masakan dinilai tidak akurat.

Terakhir, laporan mandiri mengenai asupan selama 24 jam terakhir kemungkinan besar kurang akurat. Para peneliti mencatat bahwa kesalahan pengukuran terhadap laporan mandiri tersebut memengaruhi hasil penelitian mengenai hubungan antara makan jamur dengan penurunan risiko depresi.

Meski begitu, riset ini membuka wawasan terbaru mengenai pengaruh positif konsumsi jamur yang bergizi terhadap kesehatan mental. Oleh karena itu, penelitian lebih lanjut dan lebih dalam amat disarankan ke depannya. Yang terpenting, semakin banyak alasan untuk suka jamur!

Baca Juga: Resistansi Insulin Tingkatkan Risiko Depresi? Ini Faktanya!

Topic:

  • Nurulia R. Fitri
  • Bayu Aditya Suryanto

Berita Terkini Lainnya