Exercise snacking bisa menjadi alternatif untuk menambah aktivitas fisik, tetapi bukan berarti olahraga terstruktur harus sepenuhnya ditinggalkan. Exercise snacking tetap memberikan kesempatan bagi tubuh untuk bergerak, terutama bagi orang yang sulit menyediakan waktu untuk berolahraga dalam satu sesi panjang.
Misalnya, seseorang mungkin tidak sempat melakukan olahraga selama 30 menit sekaligus. Namun, ia bisa berjalan cepat selama 5–10 menit pada beberapa waktu berbeda dalam sehari. Aktivitas tersebut tetap membuat tubuh bergerak dan dapat membantu meningkatkan jumlah aktivitas fisik harian.
Meski begitu, olahraga dengan durasi lebih panjang dan terstruktur tetap memiliki manfaat tersendiri. Latihan tertentu juga diperlukan untuk mencapai tujuan yang lebih spesifik, seperti meningkatkan kekuatan otot, daya tahan tubuh, atau kebugaran secara keseluruhan. Karena itu, exercise snacking sebaiknya dilihat sebagai cara untuk menambah aktivitas fisik, bukan alasan untuk sama sekali berhenti berolahraga.
Pada akhirnya, olahraga tidak harus selalu dilakukan dalam sesi panjang agar bisa menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari. Exercise snacking bisa menjadi pilihan sederhana untuk membuat tubuh lebih sering bergerak, terutama ketika kesibukan membuat kita sulit menyediakan waktu khusus untuk berolahraga. Jadi, daripada menunggu punya waktu luang untuk olahraga, tidak ada salahnya mulai dari beberapa menit gerak aktif di sela-sela kesibukan sehari-hari.
Referensi
Jenkins, E. M., Nairn, L. N., Skelly, L. E., Little, J. P., & Gibala, M. J. (2019). Do stair climbing exercise “snacks” improve cardiorespiratory fitness? Applied Physiology, Nutrition, and Metabolism, 44(6), 681–684. https://doi.org/10.1139/apnm-2018-0675.
The Conversation. Diakses pada September 2026. "Exercise Snacks: The Best Bursts of Activity to Incorporate Into Your Day."
World Cancer Research Fund. Diakses pada September 2026. "Sitting Less and Exercise Snacking."
World Health Organization. Diakses pada September 2026. "Physical Activity."