ilustrasi pelari melakukan MAF training (pexels.com/cottonbro studio)
Latihan MAF bisa menjadi pilihan bagi:
Pelari pemula.
Pelari yang sering cedera.
Pelari yang sering overtraining.
Pelari maraton.
Pelari ultramaraton.
Orang yang ingin membangun aerobik dasar.
Namun, bagi pelari yang sedang mengejar personal best 5K atau 10K, MAF kemungkinan perlu dikombinasikan dengan latihan tempo, interval, dan latihan kekuatan.
MAF training adalah metode latihan yang berfokus pada pengembangan sistem aerobik melalui lari dengan detak jantung rendah. Pendekatan ini didasarkan pada gagasan bahwa fondasi aerobik yang kuat akan membuat tubuh lebih efisien menggunakan energi, meningkatkan daya tahan, dan membantu pelari menjadi lebih cepat dalam jangka panjang.
Akan tetapi, MAF bukanlah satu-satunya pendekatan yang efektif. Bagi sebagian pelari, metode ini bisa menjadi cara yang aman dan berkelanjutan untuk membangun kebugaran. Namun, untuk mencapai performa optimal, program latihan tetap perlu disesuaikan dengan tujuan, pengalaman, dan kondisi masing-masing individu.
Referensi
David R. Bassett, “Limiting Factors for Maximum Oxygen Uptake and Determinants of Endurance Performance,” Medicine & Science in Sports & Exercise 32, no. 1 (January 1, 2000): 70, https://doi.org/10.1097/00005768-200001000-00012.
Olli-Pekka Nuuttila et al., “Monitoring Training and Recovery During a Period of Increased Intensity or Volume in Recreational Endurance Athletes,” International Journal of Environmental Research and Public Health 18, no. 5 (March 1, 2021): 2401, https://doi.org/10.3390/ijerph18052401.
Paul B. Laursen and David G. Jenkins, “The Scientific Basis for High-Intensity Interval Training,” Sports Medicine 32, no. 1 (January 1, 2002): 53–73, https://doi.org/10.2165/00007256-200232010-00003.
Adrian W Midgley, Lars R McNaughton, and Andrew M Jones, “Training to Enhance the Physiological Determinants of Long-Distance Running Performance,” Sports Medicine 37, no. 10 (January 1, 2007): 857–80, https://doi.org/10.2165/00007256-200737100-00003.
Stephen Seiler, “What Is Best Practice for Training Intensity and Duration Distribution in Endurance Athletes?,” International Journal of Sports Physiology and Performance 5, no. 3 (September 1, 2010): 276–91, https://doi.org/10.1123/ijspp.5.3.276.
Pekka Matomäki et al., “Durability Is Improved by Both Low and High Intensity Endurance Training,” Frontiers in Physiology 14 (February 16, 2023): 1128111, https://doi.org/10.3389/fphys.2023.1128111.