ilustrasi tahu (vecteezy.com/Akhmad Cholif Agun)
Walaupun tahu memiliki kandungan protein yang baik, bukan berarti seluruh kebutuhan protein harian sebaiknya hanya berasal dari makanan ini. Protein kedelai memang tergolong protein berkualitas tinggi dibandingkan banyak protein nabati lainnya, tetapi tubuh tetap memperoleh manfaat lebih besar ketika sumber proteinnya bervariasi. Kombinasi protein nabati dan hewani membantu memenuhi kebutuhan asam amino esensial secara lebih optimal. Menu diet yang sehat dapat mengombinasikan tahu dengan ikan, telur, dada ayam, tempe, atau kacang-kacangan dalam hari yang berbeda.
Variasi tersebut juga membantu memenuhi kebutuhan vitamin B12, omega-3, vitamin D, maupun zat gizi lain yang jumlahnya relatif sedikit di dalam tahu. Semakin beragam makanan yang dikonsumsi, semakin kecil pula risiko kekurangan nutrisi tertentu saat menjalani diet. Selain itu, cara mengolah tahu juga tidak boleh diabaikan. Tahu rebus, kukus, panggang, atau sup akan mempertahankan kalori tetap rendah dibandingkan tahu yang digoreng dengan banyak minyak.
Kamu masih bisa menjalankan diet yang sehat dengan tetap makan tahu, kok. Justru, bahan pangan sederhana ini dapat menjadi pilihan sumber protein yang bergizi selama dikonsumsi dalam jumlah wajar dan dipadukan dengan pola makan yang seimbang. Kalau selama ini tahu sering masuk ke program dietmu, apakah cara mengolah dan porsinya sudah sesuai?
Referensi
"Tofu: Health Benefits and Risks." Healthline. Diakses pada Agustus 2026
"What Happens to Your Body When You Eat Tofu Regularly." Verywell Health. Diakses pada Agustus 2026
"Is tofu healthy? Yes, says Harvard Chan expert." HSPH Harvard. Diakses pada Agustus 2026