“Wired Earphones Comeback, Kenapa Banyak Orang Pakai Lagi?” IDN Times. Diakses Mei 2026.
“Thyroid Nodule.” Cleveland Clinic. Diakses Mei 2026.
“Assessment of Radiofrequency Electromagnetic Radiation Exposure From Wireless Earbuds.” Scientific Reports. Diakses Mei 2026.
“The Effect of Electromagnetic Radiation Due to Mobile Phone Use on Thyroid Function.” Indian Journal of Endocrinology and Metabolism. Diakses Mei 2026.
“Apple CEO Tim Cook Urges Users to Get Off Their Phones and Experience Nature.” People. Diakses Mei 2026.
Apakah Earphone Bluetooth Berkaitan dengan Risiko Nodul Tiroid?

Penelitian di jurnal Nature menemukan korelasi antara penggunaan earphone Bluetooth jangka panjang dan peningkatan risiko munculnya nodul tiroid, meski belum terbukti sebagai hubungan sebab-akibat.
Studi melibatkan 600 peserta yang dianalisis berdasarkan kebiasaan penggunaan perangkat Bluetooth harian, menunjukkan bahwa durasi pemakaian lebih lama dan usia lebih tua meningkatkan kemungkinan terbentuknya nodul tiroid.
Riset lain juga menyoroti efek radiasi elektromagnetik dari ponsel terhadap fungsi tiroid, sehingga disarankan membatasi penggunaan perangkat nirkabel dan mempertimbangkan kembali tren memakai earphone berkabel.
Bluetooth menghapus nirkabel dari perangkat kita, termasuk headset kabel dan teknologi kabel lainnya. Namun, penelitian ilmiah menyoroti fakta bahwa penggunaan headset Bluetooth bisa menimbulkan masalah pada tiroid, lho, karena letaknya yang dekat dengan tubuh. Di sisi lain, akhir-akhir ini banyak anak muda yang meninggalkan True Wireless Stereo (TWS) dan beralih ke earphone kabel.
Yap, selain dianggap tidak ribet, earphone kabel juga lebih stabil dan bebas dari masalah koneksi serta baterai yang harus di-charge. Milenial dan Gen Z sepertinya ingin nostalgia lagi ke masa lalu dengan earphone kabel. Perangkat ini juga relevan di kantong karena harganya yang lebih bersahabat dibandingkan TWS.
Nah, tren ini justru ada baiknya, lho. Sebab, sebuah studi yang diterbitkan di Nature menemukan korelasi antara penggunaan earphone Bluetooth jangka panjang dan nodul pada tiroid. Penasaran, kan? Gimana ya, penjelasannya?
1. Apa itu nodul tiroid?

Dikutip Cleveland Clinic, tiroid adalah kelenjar di leher manusia yang menghasilkan hormon dan mengontrol efisiensi metabolisme tubuh. Nodul tiroid adalah pertumbuhan benjolan kecil pada tiroid seseorang. Nah, hal ini memang tak selalu berbahaya karena bisa saja pertumbuhan jinak. Namun, hal ini menandakan ada sesuatu yang tidak seimbang dalam tubuh.
Nodul tiroid berpotensi terjadi peradangan kronis atau ketidakstabilan hormon. Ketidakseimbangan ini bisa berdampak pada kesehatan seseorang. Masalah lain yang bisa muncul adalah perasaan cemas, detak jantung tidak teratur, atau bahkan kesulitan menelan jika nodulnya sangat besar.
2. Studi menemukan memang ada korelasi antara pemakaian headset Bluetooth dengan risiko nodul tiroid

Apa sih, yang mendorong para peneliti untuk melakukan studi ini? Yap, hal ini berkaitan dengan meningkatnya jumlah orang yang didiagnosis menderita nodul tiroid. Peningkatan dalam skrining dan pencitraan telah mengungkapkan bahwa nodul ini ditemukan pada sebagian besar populasi masyarakat. Tim peneliti penasaran bagaimana pilihan gaya hidup modern bisa berkontribusi pada hal ini, yang mengarah pada evaluasi mereka terhadap perangkat Bluetooth.
Studi yang dilakukan oleh Nan Zhou, dkk., berjudul "Epidemiological Exploration of the Impact of Bluetooth Headset Usage on Thyroid Nodules Using Shapley Additive Explanations Method" (2024), di Nature ini, meneliti data dari 600 peserta melalui kuesioner. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan termasuk kebiasaan sehari-hari peserta, seperti seberapa sering mereka menggunakan headset Bluetooth (headphone over-the-ear, earbud, neckband). Data kemudian dianalisis dan disempurnakan untuk memastikan keakuratan ilmiah. Melalui ini, tim peneliti menemukan bahwa penggunaan perangkat Bluetooth harian yang lebih lama dikaitkan dengan kemungkinan yang lebih tinggi untuk mengembangkan nodul tiroid, dengan usia yang lebih tua juga menjadi faktor penyebab utama.
Penting untuk diingat bahwa studi ini menunjukkan korelasi, tetapi belum tentu sebab-akibat. Studi ini menunjukkan bahwa penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk meneliti hubungan antara headset Bluetooth dan nodul tiroid. Lewat studi ini, kita harus lebih waspada dan ada baiknya memilih perangkat berkabel daripada Bluetooth, atau setidaknya membatasi waktu penggunaan headset Bluetooth setiap harinya.
3. Ada studi lain yang berkaitan dengan Bluetooth

Penelitian yang sudah kita bahas sebelumnya, ternyata bukan satu-satunya penelitian yang mengungkap potensi bahaya kesehatan dari Bluetooth. Sebuah studi yang ditulis oleh Nikita Mary, dkk., berjudul "The Effect of Electromagnetic Radiation due to Mobile Phone Use on Thyroid Function in Medical Students Studying in a Medical College in South India" (2017), di Indian Journal of Endocrinology and Metabolism, menyelidiki bagaimana radiasi elektromagnetik dari smartphone dapat memengaruhi kelenjar tiroid.
Studi tersebut meneliti 83 mahasiswa, dengan mempertimbangkan riwayat medis keluarga terkait masalah tiroid, dan menganalisis seberapa sering mereka berbicara di telepon setiap harinya. Studi tersebut menemukan korelasi signifikan antara jam berbicara di telepon setiap hari dan apa yang disebut sebagai hormon perangsang tiroid, atau TSH. Ketika kadar TSH lebih tinggi atau lebih rendah dari normal, itu bisa berarti ada masalah ketidakseimbangan pada tiroid.
Studi-studi ini tidak serta merta menyuruh kamu untuk membuang semua perangkat berbasis Bluetooth, karena ini baru permulaan penelitian tentang masalah ini. Namun, sebaiknya batasi penggunaan teknologi setiap harinya, termasuk yang berkaitan dengan Bluetooth. Beralih lagi ke headset berkabel, ya, seperti tren yang terjadi saat ini. Membatasi waktu penggunaan smartphone setiap harinya juga lebih bagus, lho. Bahkan, dikutip People, CEO Apple Tim Cook pun mendorong orang untuk mengurangi penggunaan smartphone karena dampaknya terhadap kesehatan mental, emosional, dan fisik.
Referensi


![[QUIZ] Seberapa Kompetitif Kamu saat Olahraga?](https://image.idntimes.com/post/20260126/pexels-cottonbro-6777170_168af38b-3fde-4a52-ac56-c407148af78e.jpg)
![[QUIZ] Dari Karakter Upin & Ipin, Kamu Sekadar Capek atau Mulai Stres?](https://image.idntimes.com/post/20250602/img-20250602-232248-a4e4cddefdae713cd1a3efe97f21f1d1-10d0d970fe707292815711bf6b95b641.jpg)




![[QUIZ] Warna Tumbler Kamu Bisa Ungkap Tipe Self-Care Kamu](https://image.idntimes.com/post/20260503/pexels-cottonbro-3737803_749b93ce-12fb-4e36-a427-a18f836f46ef.jpg)

![[QUIZ] Pilih Karakter Upin & Ipin, Kami Tebak Kamu People Pleaser atau Bukan](https://image.idntimes.com/post/20250528/cover-quiz-10-497ec7ed7fc94e6ef9b9654a1b85ba9a.png)






![[QUIZ] Warna Outfit Favoritmu Bisa Ungkap Cara Kamu Menghadapi Stres](https://image.idntimes.com/post/20250507/1000344956-3159a2704e4b6062c72c7e3be406df32-fff34f8ff180b130eb70c4bcc95165ea.jpg)
