Dalam ilmu pengetahuan, studi tentang pola tidur tergolong masih sangat baru. Studi yang meneliti tentang tidur dan polanya baru muncul pada abad ke-19. Nah, untuk mempelajari pola tidur sebelum itu, peneliti harus menggali sumber-sumber non-ilmiah seperti dari catatan sejarah, buku harian, dan novel.
Roger Ekirch, seorang profesor sejarah, meneliti hal itu dan mengklaim bahwa manusia dulunya mengandalkan pola tidur bifasik. Apa itu? Yap, kebiasaan tidur selama beberapa jam setelah matahari terbenam, bangun selama 1 jam atau lebih di tengah malam, lalu tidur hingga fajar. Namun, pola tidur ini hilang seiring dengan munculnya cahaya buatan yang ada di mana-mana.
Teori Roger Ekirch ini diuraikan dalam American Historical Review. Teori ini meneliti sejumlah sumber dari Inggris Abad Pertengahan dan Era Renaisans. Jadi, pola tidur yang terjadi di era modern ini bukanlah pola tidur alami manusia. Teori tersebut tentunya sangat berani. Jadi, apa benar gaya hidup modern mengubah pola tidur alami manusia?
