ilustrasi sahur (pexels.com/Thirdman)
Meski sahur mendekati subuh sering dianggap lebih ideal, bukan berarti sahur pukul 2 pagi selalu buruk. Beberapa orang memiliki jadwal kerja atau kebiasaan tidur yang berbeda sehingga memilih sahur lebih awal terasa lebih nyaman. Selama makanan sahur bergizi seimbang dan cukup cairan, tubuh tetap dapat menjalani puasa dengan baik. Kuncinya terletak pada jenis makanan serta jumlah asupan yang dikonsumsi.
Namun jika sering merasa cepat lapar, pusing, atau lemas sebelum siang hari, waktu sahur mungkin perlu diperhatikan kembali. Menggeser waktu makan sedikit lebih dekat ke subuh sering membantu menjaga energi lebih lama. Tubuh setiap orang berbeda sehingga penting mengenali respons tubuh sendiri selama menjalani puasa. Perubahan kecil pada waktu sahur kadang memberikan perbedaan besar pada stamina harian.
Sahur jam 2 pagi memang masih memungkinkan, tetapi jarak waktu yang terlalu panjang sebelum puasa dimulai berpotensi membuat energi lebih cepat habis. Sahur mendekati subuh biasanya membantu tubuh mempertahankan cadangan energi lebih lama serta menjaga rasa kenyang hingga siang hari. Jika diberi pilihan, waktu sahur yang tidak terlalu jauh dari imsak sering menjadi pilihan yang lebih nyaman. Lalu, selama ini kamu lebih sering sahur jam berapa?
Referensi
"The Do’s and Don’ts of Suhoor". Sound Vision. Diakses pada Maret 2026.
"The Right Time to Have Suhoor and Iftar". Islamic City. Diakses pada Maret 2026.
"The Importance of Suhoor Time: Why It Matters in Ramadan". Islamic Relief Australia. Diakses pada Maret 2026.