ilustrasi mata manusia (unsplash.com/Amanda Dalbjörn)
Banyak orang memilih membiarkan mata kering karena menganggap kondisi tersebut merupakan bagian yang tidak bisa dihindari dari proses penuaan. Padahal, keluhan yang berlangsung terus-menerus dapat mengganggu aktivitas, mulai dari membaca, menyetir, hingga menggunakan komputer dalam waktu lama. Pada beberapa kasus, mata kering yang tidak ditangani juga dapat meningkatkan risiko iritasi pada permukaan mata. Karena itu, gejala yang menetap sebaiknya tidak diabaikan.
Jika mata sering terasa perih, berair berlebihan, sensitif terhadap cahaya, atau penglihatan sesekali tampak buram, pemeriksaan ke dokter mata dapat membantu menemukan penyebabnya. Penanganan yang diberikan akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing, misalnya melalui penggunaan air mata buatan, perubahan kebiasaan, atau terapi lain bila diperlukan. Semakin cepat penyebabnya diketahui, semakin besar peluang keluhan dapat dikendalikan. Dengan begitu, kualitas penglihatan dan kenyamanan mata tetap terjaga meski usia terus bertambah.
Produksi air mata memang dapat menurun seiring bertambahnya usia, tetapi kondisi ini tidak dialami semua orang dengan tingkat yang sama. Selain proses penuaan, kualitas air mata hingga kebiasaan sehari-hari juga memengaruhi kelembapan mata. Jika mata mulai sering terasa kering atau tidak nyaman, sudahkah kamu mencari tahu apa penyebabnya?
Referensi
"How Aging Affects Tear Production and Eye Health."Jefferey Joseph. Diakses pada Juli 2026
"Aging: A Predisposition to Dry Eyes." Journal of Ophthalmology. Diakses pada Juli 2026
"Tear film evaporation—Effect of age and gender." Contact Lens and Anterior Eye. Diakses pada Juli 2026