Kabar baiknya, kamu tidak perlu berjemur terlalu lama atau sengaja menatap matahari secara langsung.
Anjurannya, dapatkan paparan cahaya alami dalam satu jam pertama setelah bangun tidur. Durasi sekitar 10 hingga 30 menit biasanya sudah cukup bagi banyak orang, meskipun kebutuhan setiap orang bisa berbeda tergantung cuaca, musim, dan lokasi tempat tinggal.
Kamu bisa mendapatkannya dengan cara sederhana, seperti berjalan kaki sebentar di luar rumah, menyapu halaman, sarapan di dekat jendela, atau sekadar membuka tirai agar cahaya masuk ke dalam rumah.
Jadi, jika kamu ingin tidur lebih nyenyak, jangan hanya fokus pada rutinitas malam hari. Sedikit paparan sinar matahari di pagi hari juga bisa membantu tubuh mengenali kapan waktunya terjaga dan kapan waktunya beristirahat.
Referensi
Anderson, A. R., Ostermiller, L., Lastrapes, M., & Hales, L. (2024). Does sunlight exposure predict next-night sleep? A daily diary study among U.S. adults. Journal of Health Psychology, 30(5), 962–975. https://doi.org/10.1177/13591053241262643.
De Menezes-Júnior, L. a. A., Da Silva Sabião, T., Carraro, J. C. C., Machado-Coelho, G. L. L., & Meireles, A. L. (2025). The role of sunlight in sleep regulation: analysis of morning, evening and late exposure. BMC Public Health, 25(1), 3362. https://doi.org/10.1186/s12889-025-24618-8.
Figueiro, M. G., Steverson, B., Heerwagen, J., Kampschroer, K., Hunter, C. M., Gonzales, K., Plitnick, B., & Rea, M. S. (2017). The impact of daytime light exposures on sleep and mood in office workers. Sleep Health, 3(3), 204–215. https://doi.org/10.1016/j.sleh.2017.03.005.
OURA. Diakses pada Juni 2026. "The Benefits of Morning Sunlight & How to Make it a Habit."
Reuters. Diakses pada Juni 2026. "Morning Daylight Exposure Tied to A Good Night’s Sleep."
WebMD. Diakses pada Juni 2026. "Get Morning Light, Sleep Better at Night."