Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

8 Buah Tinggi Flavonoid yang Kaya Antioksidan dan Baik untuk Tubuh

8 Buah Tinggi Flavonoid yang Kaya Antioksidan dan Baik untuk Tubuh
ilustrasi makan buah (pexels.com/Lisa from Pexels)
Intinya Sih
  • Flavonoid adalah senyawa antioksidan alami yang banyak terdapat pada buah berwarna cerah dan berperan melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.
  • Delapan buah tinggi flavonoid antara lain blueberry, stroberi, anggur merah, jeruk, apel, plum, ceri, dan delima yang masing-masing memiliki jenis serta manfaat antioksidan berbeda.
  • Mengonsumsi berbagai buah kaya flavonoid secara rutin dapat membantu menjaga keseimbangan nutrisi, meningkatkan asupan antioksidan, dan mendukung pola makan sehat sehari-hari.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Pernah merasa sudah rutin makan buah setiap hari, tetapi tubuh masih mudah lelah atau pola makan terasa kurang seimbang? Faktanya, tidak semua buah memiliki kandungan senyawa bioaktif yang sama, termasuk flavonoid yang dikenal sebagai salah satu antioksidan alami penting bagi tubuh. Senyawa ini banyak ditemukan pada buah-buahan berwarna cerah dan berperan membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas yang terus terbentuk dari polusi, paparan sinar matahari, hingga kebiasaan sehari-hari.

Sayangnya, sebagian orang masih lebih cenderung memilih buah-buahan berdasarkan cita rasa atau tren tanpa memahami apa saja nutrisi yang terdapat di dalamnya. Sebetulnya, beberapa jenis buah memiliki kandungan flavonoid yang sangat tinggi dan bisa menjadi alternatif sederhana untuk menambah pola makan sehat sehari-hari. Apabila kamu ingin tahu buah-buahan mana yang kaya akan flavonoid dan alasan mengapa zat ini sangat penting bagi kesehatan, simak daftar lengkapnya dalam artikel berikut.

1. Blueberry

ilustrasi blueberry
ilustrasi blueberry (unsplash.com/Joanna Kosinska)

Banyak orang yang berminat untuk mengonsumsi blueberry akibat penampilan visualnya yang menarik serta sering ditampilkan dalam berbagai sajian sehat di platform media sosial. Meskipun ukuran buah ini kecil, buah ini memiliki kandungan flavonoid tipe antosianin yang cukup tinggi dan berperan sebagai antioksidan alami. Senyawa tersebut membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan yang disebabkan oleh paparan radikal bebas yang berasal dari polusi maupun rutinitas harian.

Sayangnya, blueberry masih sering dianggap sebagai pelengkap makanan semata dan belum menjadi bagian dari pola makan rutin. Padahal, menambahkan beberapa butir blueberry ke dalam yogurt atau oatmeal dapat menjadi cara sederhana untuk meningkatkan asupan antioksidan. Kebiasaan kecil seperti ini bisa membantu membuat menu harian terasa lebih bernutrisi dan bervariasi.

2. Stroberi

ilustrasi stroberi
ilustrasi stroberi (freepik.com/jcomp)

Tidak sedikit orang yang membeli stroberi karena rasa segarnya yang menggugah selera serta mudah diolah menjadi beragam jenis sajian. Namun, buah merah yang mencolok ini juga mengandung banyak flavonoid, khususnya antosianin dan flavonol, yang memiliki kemampuan sebagai antioksidan. Zat-zat ini berperan penting dalam membantu tubuh melawan stres oksidatif yang mungkin timbul akibat gaya hidup yang kurang sehat ataupun paparan dari lingkungan.

Meski begitu, stroberi sering lebih dikenal sebagai bahan dessert dibandingkan sumber nutrisi penting. Kamu sebenarnya bisa menikmati buah ini sebagai camilan, campuran salad, atau tambahan dalam semangkuk oatmeal saat sarapan. Dengan cara konsumsi yang sederhana, stroberi dapat menjadi pilihan buah yang menyegarkan sekaligus menyehatkan.

3. Anggur merah

ilustrasi anggur
ilustrasi anggur (pexels.com/Tony Zohari)

Saat mencari camilan praktis, banyak orang memilih anggur merah karena tidak perlu dikupas dan mudah dibawa ke mana saja. Selain rasanya manis, buah ini mengandung berbagai jenis flavonoid, termasuk antosianin dan flavonol yang berperan sebagai antioksidan. Senyawa tersebut membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan dan mendukung kesehatan secara menyeluruh.

Namun, manfaat ini sering tidak disadari karena anggur lebih sering dipilih semata-mata berdasarkan cita rasa dan kepraktisannya. Sebenarnya, mengonsumsi beberapa butir anggur merah sebagai alternatif untuk camilan manis dapat menjadi langkah praktis untuk meningkatkan asupan gizi. Menggunakan buah sebagai camilan sehari-hari adalah salah satu metode yang gampang untuk menerapkan pola makan yang lebih seimbang.

4. Jeruk

ilustrasi jeruk mandarin
ilustrasi jeruk mandarin (freepik.com/azerbaijan_stockers)

Banyak orang memilih jeruk sebagai pilihan utama saat ingin mendapatkan makanan yang tinggi vitamin C. Namun, buah sitrus ini juga mengandung senyawa flavonoid seperti hesperidin dan naringenin yang berfungsi sebagai antioksidan alami. Kandungan tersebut mendukung tubuh dalam menangani efek stres oksidatif yang mungkin timbul akibat rutinitas yang padat dan paparan lingkungan sehari-hari.

Sayangnya, sebagian orang terbiasa membuang seluruh bagian putih di balik kulit jeruk karena dianggap mengganggu tekstur saat dimakan. Padahal, bagian tersebut juga menyimpan senyawa bermanfaat yang turut berkontribusi terhadap kandungan flavonoid pada jeruk. Menikmati jeruk secara utuh dan tidak terburu-buru mengupas seluruh serat putihnya dapat menjadi kebiasaan sederhana yang memberi manfaat lebih.

4. Apel

ilustrasi apel
ilustrasi apel (pexels.com/Suzy Hazelwood)

Apel menjadi salah satu buah yang paling mudah dijumpai dan kerap dipilih sebagai camilan praktis di tengah kesibukan sehari-hari. Di balik tampilannya yang sederhana, apel mengandung flavonoid seperti quercetin yang berperan sebagai antioksidan untuk membantu melindungi sel-sel tubuh. Menariknya, senyawa bermanfaat tersebut justru banyak terkonsentrasi pada bagian kulit apel yang sering kali dikupas dan dibuang sebelum dimakan.

Kebiasaan mengupas apel memang membuat teksturnya terasa lebih lembut, tetapi sebagian senyawa bermanfaat ikut terbuang bersama kulitnya. Selama dicuci dengan bersih, menikmati apel bersama kulitnya bisa menjadi cara praktis untuk memperoleh nutrisi yang lebih optimal. Langkah kecil ini menunjukkan bahwa cara mengonsumsi buah juga dapat memengaruhi manfaat yang diterima tubuh.

6. Plum

ilustrasi plum
ilustrasi plum (magnific.com/Kamranaydinov)

Plum mungkin tidak sepopuler apel atau jeruk, tetapi buah ini menyimpan kandungan flavonoid yang tidak kalah menarik. Warna merah keunguan pada plum berasal dari antosianin, yaitu pigmen alami yang juga berperan sebagai antioksidan. Senyawa tersebut membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan yang dapat dipicu oleh radikal bebas.

Karena tidak selalu mudah ditemukan dan kerap dianggap sebagai buah musiman, plum sering kali bukan pilihan utama saat membeli buah. Padahal, plum dapat dinikmati secara langsung, dicampurkan ke dalam salad, atau dipadukan dengan yogurt untuk menambah cita rasa sekaligus variasi menu sehari-hari. Memberi ruang bagi buah yang kurang populer seperti plum dalam pola makan harian juga bisa menjadi cara sederhana untuk mendapatkan asupan nutrisi dan antioksidan yang lebih beragam.

7. Ceri

ilustrasi buah ceri
ilustrasi buah ceri (pexels.com/Amelia Cui)

Banyak orang tertarik pada ceri karena tampilannya yang merah menggoda dan rasanya yang manis dengan sedikit sensasi asam yang menyegarkan. Meski berukuran kecil, buah ini mengandung flavonoid jenis antosianin dalam jumlah yang cukup tinggi dan dikenal sebagai antioksidan alami. Kandungan tersebut berperan membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat stres oksidatif yang dapat muncul karena polusi, paparan sinar matahari, hingga berbagai aktivitas sehari-hari.

Sayangnya, ceri masih lebih sering dianggap sebagai hiasan pada dessert dibandingkan buah yang kaya nutrisi. Padahal, menikmati beberapa buah ceri sebagai camilan atau menambahkannya ke dalam yogurt bisa menjadi cara sederhana untuk memperoleh asupan antioksidan. Kehadiran ceri dalam menu harian juga dapat menjadi pilihan menarik bagi kamu yang ingin mengonsumsi buah dengan variasi rasa dan manfaat.

8. Delima

ilustrasi delima
ilustrasi delima (pixabay.com/Peggy_Marco)

Delima mungkin bukan buah yang rutin dikonsumsi banyak orang karena cara makannya dianggap sedikit merepotkan. Padahal, buah dengan biji berwarna merah rubi ini mengandung berbagai senyawa antioksidan, termasuk flavonoid yang bermanfaat bagi tubuh. Kandungan tersebut membantu melindungi sel dari kerusakan dan mendukung kesehatan secara keseluruhan.

Meski kaya nutrisi, delima masih sering terabaikan karena banyak orang cenderung memilih buah yang lebih praktis untuk dikupas dan disantap. Padahal, biji delima dapat dinikmati langsung, dicampurkan ke dalam salad, atau dijadikan topping pada yogurt dan oatmeal untuk menambah cita rasa sekaligus nilai gizi. Menambahkan delima ke dalam menu harian sesekali bisa menjadi langkah sederhana untuk memperkaya asupan antioksidan dan membuat konsumsi buah terasa lebih beragam.

Flavonoid adalah salah satu senyawa antioksidan yang dapat ditemukan dalam berbagai jenis buah, terutama yang memiliki warna-warna cerah seperti merah, ungu, dan biru. Kabar baiknya, kamu tidak perlu hanya bergantung pada satu jenis buah karena setiap buah memberikan nutrisi dan manfaat yang saling melengkapi. Oleh karena itu, lebih baik kamu sering menghidangkan berbagai jenis buah dalam menu harian supaya pola makan menjadi lebih bervariasi sekaligus mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Referensi

“Review: Aktivitas Antioksidan dari Berbagai Sumber Buah-buahan di Indonesia.” Jurnal Agrotek Indonesia. Diakses Juni 2026.

“Biological Functions and Health Benefits of Flavonoids in Fruits and Vegetables: A Contemporary Review.” Foods (MDPI). Diakses Juni 2026.

“Phenolic Compounds in Fruits – An Overview.” International Journal of Food Science & Technology. Diakses Juni 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Izza Namira
EditorIzza Namira

Related Articles

See More