ilustrasi buka puasa (vecteezy.com/sfaafaa)
Kebiasaan langsung makan nasi lengkap dengan lauk tanpa minum air terlebih dahulu cukup sering terjadi. Setelah puasa, tubuh membutuhkan cairan untuk mengaktifkan kembali sistem pencernaan. Tanpa air yang cukup, makanan menjadi lebih sulit diolah dan tubuh terasa cepat lelah. Kondisi ini sering disertai rasa begah atau tidak nyaman di perut.
Makanan padat seperti nasi dan daging juga memerlukan cairan tambahan untuk diproses menjadi energi. Jika tubuh belum mendapat air lebih dulu, cairan akan diambil dari jaringan lain. Hal ini membuat dehidrasi semakin berat tanpa disadari. Karena itu, air putih sebaiknya diminum terlebih dahulu sebelum makan besar.
Menjaga tubuh tetap terhidrasi saat berbuka tidak hanya bergantung pada jumlah air yang diminum, tetapi juga ditentukan oleh banyak faktor. Kebiasaan yang terlihat sepele ternyata dapat membuat cairan lebih cepat terbuang atau sulit terserap optimal oleh sel tubuh. Jika sudah memahami hal ini, apakah cara berbuka selama ini benar-benar sudah sesuai?
Referensi
"Fasting and the risk of dehydration during Ramadan". Hamad Medical Corporation. Diakses Februari 2026.
"How To Avoid Dehydration During Fasting". Unair. Diakses Februari 2026.
"How to Stay Hydrated During Ramadan: Tips for Beating Dehydration". Aster Hospital. Diakses Februari 2026.