Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Artritis Bisa Membuat Aktivitas Mudah Terasa Sulit, Kenapa?
ilustrasi menaiki tangga (pexels.com/ SHOX ART)
  • Arthritis, termasuk osteoarthritis dan rheumatoid arthritis, merusak atau meradang sendi sehingga memicu nyeri, bengkak, kekakuan, serta keterbatasan rentang gerak.

  • Nyeri, kekakuan setelah diam, kelemahan otot, kelelahan, dan gangguan tidur membuat aktivitas seperti menggenggam, berjalan, menaiki tangga, memasak, hingga berkendara terasa lebih berat.

  • Kesulitan beraktivitas dapat mengganggu kemandirian dan emosional; penyesuaian rutinitas, alat bantu, olahraga ringan sesuai kemampuan, serta pengobatan dapat membantu mengendalikan gejala.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Memakai baju, membuka tutup botol, menaiki tangga, atau menyiapkan makanan merupakan aktivitas sehari-hari. Namun, bagi orang dengan artritis, kegiatan tersebut bisa membutuhkan tenaga lebih besar dan terasa menyakitkan. Nyeri dan kekakuan sendi dapat membuat gerakan sederhana jadi menantang.

Artritis tidak hanya memengaruhi kondisi persendian, tetapi juga bisa membatasi kemandirian. Bahkan, rutinitas yang sebelumnya mudah dilakukan dapat memerlukan waktu lebih lama. Lantas, kenapa artritis bisa membuat aktivitas sederhana terasa sulit?

1. Dampak artritis terhadap persendian

Artritis mencakup lebih dari 100 penyakit yang menyerang sendi. Dua yang paling umum adalah osteoartritis, yang terjadi akibat kerusakan tulang rawan dan perubahan struktur sendi, serta artritis reumatoid, yaitu penyakit autoimun yang menyebabkan peradangan pada sendi.

Kondisi ini dapat menimbulkan nyeri, kaku, dan bengkak serta membatasi gerak sendi. Akibatnya, aktivitas seperti menekuk lutut, mengangkat lengan, atau menggenggam benda menjadi lebih sulit. Gejalanya juga dapat berubah dari hari ke hari sehingga aktivitas sehari-hari sulit diprediksi.

2. Kenapa arthritis membuat aktivitas sehari-hari menjadi sulit?

Nyeri menjadi salah satu alasan utama orang dengan artritis kesulitan beraktivitas. Gerakan tertentu dapat memperparah keluhan, terutama pada sendi yang menopang berat badan seperti lutut dan pinggul, serta sendi tangan yang sering digunakan.

Kekakuan sendi, terutama setelah bangun tidur atau duduk terlalu lama, juga membuat tubuh sulit mulai bergerak. Berkurangnya kelenturan dapat menyulitkan aktivitas seperti membungkuk, menjangkau, atau menggenggam benda.

Selain itu, terlalu lama mengurangi aktivitas karena nyeri dapat menyebabkan otot melemah, padahal otot berperan menopang dan menstabilkan sendi. Peradangan, nyeri berkepanjangan, dan gangguan tidur juga bisa memicu kelelahan sehingga tubuh lebih cepat kehabisan energi. Akibatnya, aktivitas sederhana pun bisa terasa lebih berat dari biasanya.

3. Aktivitas apa saja yang paling sering terdampak?

ilustrasi tangan pasien artritis (pexels.com/SAM LIN)

Dampak artritis bergantung pada sendi yang terkena. Jika menyerang tangan, pasien bisa kesulitan memasang kancing, membuka stoples, menulis, atau menggunakan HP karena jari terasa nyeri dan kaku.

Artritis pada lutut atau pinggul dapat menyulitkan berjalan, menaiki tangga, berdiri dari kursi, atau masuk dan keluar kamar mandi. Aktivitas seperti memasak dan membersihkan rumah juga bisa terasa lebih melelahkan karena melibatkan gerakan berulang, berdiri lama, dan mengangkat barang.

Bahkan, berkendara dapat terganggu jika nyeri membatasi kemampuan memutar setir atau menggerakkan kaki. Karena itu, dampak artritis tidak hanya dirasakan saat melakukan pekerjaan berat, tetapi juga dalam aktivitas sehari-hari.

4. Dampak artritis terhadap kondisi emosional

Kesulitan beraktivitas akibat artritis dapat memengaruhi kondisi emosional penderitanya. Saat pekerjaan sederhana membutuhkan waktu lebih lama atau bantuan orang lain, seseorang dapat merasa frustrasi dan khawatir kehilangan kemandiriannya.

Gejala yang dapat berubah dari hari ke hari juga membuat aktivitas sulit diprediksi. Seseorang mungkin mampu beraktivitas seperti biasa pada satu hari, tetapi mengalami nyeri dan kelelahan yang lebih berat pada hari berikutnya.

Selain itu, nyeri yang mengganggu tidur dapat memperburuk kelelahan dan suasana hati. Karena itu, penanganan artritis perlu memperhatikan kondisi fisik sekaligus kesejahteraan emosional.

5. Cara membuat aktivitas sehari-hari lebih mudah

Pasien artritis dapat menyesuaikan aktivitas untuk mengurangi beban pada sendi, misalnya dengan membagi pekerjaan menjadi beberapa tahap dan beristirahat sebelum tubuh terlalu lelah.

Alat bantu seperti pembuka stoples, peralatan berpegangan ergonomis, kursi mandi, atau tongkat dapat membantu mempermudah aktivitas sehari-hari. Menata barang agar mudah dijangkau juga dapat mengurangi kebutuhan untuk membungkuk atau mengangkat benda berat.

Selain itu, olahraga ringan sesuai kemampuan dapat membantu menjaga kelenturan sendi dan kekuatan otot. Dokter atau fisioterapis dapat merekomendasikan jenis aktivitas yang sesuai, sementara pengobatan berperan dalam mengendalikan gejala.

Pada akhirnya, artritis memang dapat membuat aktivitas sehari-hari lebih sulit karena nyeri, kekakuan, dan kelelahan. Namun, dengan pengobatan yang tepat, penyesuaian aktivitas, dan dukungan yang memadai, pasien tetap dapat menjalani rutinitas dan mempertahankan kemandiriannya.

Referensi

Arthritis UK. Diakses pada Oktober 2026. "Joint Care."

Mayo Clinic. Diakses pada Oktober 2026. "Arthritis pain: Do's and don'ts."

Mayo Clinic. Diakses pada Oktober 2026. "Osteoarthritis."

UW Medicine. Diakses pada Oktober 2026. "Frequently Asked Questions about Living with Arthritis."

Curated For You

Editorial Team

Related Article