Jika hanya sesekali begadang, perubahan pada kulit biasanya bersifat sementara. Wajah mungkin tampak kusam, mata sembap, atau muncul lingkaran hitam, tetapi kondisi tersebut umumnya membaik setelah satu hingga dua malam tidur yang cukup.
Namun, jika kurang tidur menjadi kebiasaan, dampaknya bisa lebih serius. Produksi kolagen terus menurun, peradangan berlangsung lebih lama, dan fungsi pelindung kulit semakin melemah.
Akibatnya, tekstur kulit berubah, garis halus muncul lebih cepat, warna kulit tidak merata, dan wajah tampak lebih tua dari usia sebenarnya.
Kesimpulannya, begadang membuat wajah terlihat kusam karena menghambat proses regenerasi kulit, mengurangi aliran darah, meningkatkan hormon stres, serta memicu peradangan. Ditambah lagi dengan kebiasaan buruk yang sering menyertai begadang, kondisi kulit bisa makin menurun.
Jika ingin kulit tetap cerah, kenyal, dan sehat, jangan hanya mengandalkan skincare. Tidur yang cukup dan berkualitas tetap menjadi perawatan kulit paling sederhana namun efektif.
Referensi
Bestqool. Diakses pada Juli 2026. "How to Brighten Dull Skin After Staying Up Late."
Gillette. Diakses pada Juli 2026. "The Impact of Sleep Deprivation on Skin."
Metapress. Diakses pada Juli 2026. "Why Does Your Face Become Puffy and Dull After Staying Up All Night? The Correlation Between Transepidermal Water Loss and Facial Edema."
NBC News. Diakses pada Juli 2026. "Why being Tired Makes Us Look Ugly."