ilustrasi minuman soda dengan es (freepik.com/lifeforstock)
Sensasi dingin dan segar dari soda memang terasa sangat menggoda, apalagi saat cuaca sedang terik. Namun, rasa nyaman ini sering membuat kita tidak menyadari efek yang terjadi di dalam tubuh. Karena terasa ringan saat diminum, kita pun cenderung mengonsumsinya lebih banyak tanpa berpikir panjang.
Padahal, dampaknya baru terasa beberapa saat kemudian dalam bentuk perut tidak nyaman atau dada terasa panas. Kebiasaan ini jika terus dilakukan bisa memperburuk kondisi lambung secara perlahan. Mulai sekarang, cobalah lebih peka terhadap sinyal tubuh dan batasi konsumsi soda agar tetap nyaman beraktivitas.
Pada akhirnya, kebiasaan kecil seperti minum soda bisa berdampak besar jika dilakukan tanpa kontrol. Tubuh sebenarnya sudah memberi sinyal, hanya saja sering kita abaikan karena terbiasa. Mulai sekarang, lebih bijak dalam memilih minuman bisa jadi langkah sederhana untuk menjaga lambung tetap nyaman.
Referensi
“Assessment of the Acute Effects of Carbonated Beverage Consumption on Symptoms and Objective Markers of Gastric Reflux.” Gastrointestinal Disorders. Diakses April 2026.
“Systematic Review: The Effects of Carbonated Beverages on Gastro-Oesophageal Reflux Disease.” Alimentary Pharmacology & Therapeutics. Diakses April 2026.
“Consumption of Carbonated Beverages and the Risk for Gastrointestinal Disease: A Systematic Review.” Penelitian Gizi dan Makanan (PGM). Diakses April 2026.
“Perbandingan Efek Beberapa Minuman Ringan Berkarbonasi terhadap Gambaran Histopatologik Lambung Tikus Wistar.” eBiomedik. Diakses April 2026.
“Hubungan Derajat Keasaman Cairan Lambung dengan Derajat Dispepsia pada Pasien Dispepsia Fungsional.” Jurnal Kesehatan Andalas. Diakses April 2026.