Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kesalahan Nge-gym saat Puasa yang Perlu Dihindari. Awas, Tumbang!
Ilustrasi kelelahan saat gym (Freepik/pvproductions)
  • Pentingnya tetap berolahraga saat puasa dengan menyesuaikan waktu dan intensitas latihan agar tubuh tidak mudah lemas atau dehidrasi.

  • Kesalahan yang umum dilakukan seperti gym di siang hari, latihan terlalu berat, melewatkan sahur, kurang minum, hingga olahraga setelah makan besar.

  • Disarankan menjaga hidrasi, asupan nutrisi seimbang, serta cukup tidur agar aktivitas gym selama Ramadan tetap aman dan efektif.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Puasa bukan alasan untuk berhenti olahraga. Justru, tetap aktif bisa membantu menjaga metabolisme, massa otot, dan mood selama Ramadan. Itulah kenapa, banyak orang tetap nge-gym saat puasa. Meski begitu, gym saat puasa butuh treatment khusus. Asal latihan tanpa menyesuaikan kondisi tubuh, yang ada malah gampang lemas, dehidrasi, bahkan cedera.

Supaya tetap bugar tanpa mengorbankan kesehatan, ini dia beberapa kesalahan atau nge-gym saat puasa yang sebaiknya kamu hindari.

1. Salah pilih waktu gym

Ilustrasi salah waktu saat gym (Freepik/freepik)

Nge-gym di siang hari saat tubuh sudah berjam-jam tanpa asupan cairan bisa mempercepat dehidrasi. Risikonya makin tinggi jika kamu latihan di ruangan yang panas atau ventilasi kurang baik.

Berikut waktu terbaik berolahraga saat puasa:

  • 30–60 menit sebelum berbuka (agar bisa segera rehidrasi), atau

  • 1–2 jam setelah berbuka, ketika tubuh sudah mendapat asupan energi.

2. Latihan terlalu berat saat tubuh sedang defisit energi

Ilustrasi angkat beban terlalu berat (Freepik/Drazen Zigic)

Salah satu kesalahan paling umum adalah tetap memaksakan latihan intensitas tinggi seperti High Intensity Interval Training (HIIT), angkat beban maksimal, atau kardio berat saat tubuh sedang minim asupan makanan dan minuman.

Saat puasa, tubuh mengalami perubahan metabolisme dan cenderung menggunakan cadangan energi lebih cepat. Jika dipaksa latihan berat, risiko kelelahan, pusing, hingga dehidrasi bisa meningkat.

Olahraga saat puasa sebaiknya menurunkan intensitas jadi ringan hingga sedang atau disesuaikan dengan kondisi tubuh - terutama jika dilakukan sebelum berbuka, agar tubuhmu gak stres berlebihan.

3. Melewatkan sahur tapi tetap ngotot gym

Ilustrasi kelelahan (Freepik/pressfoto)

Maksain nge-gym tanpa sahur adalah kombinasi yang kurang ideal. Tanpa sahur, tubuh gak punya cadangan energi dan cairan yang cukup untuk menopang aktivitas fisik.

Sahur ideal untukmu yang tetap ingin berolahraga harus memenuhi asupan karbohidrat, protein, lemak sehat, dan air yang cukup. Menjaga asupan nutrisi dan hidrasi saat puasa sangat penting untuk mencegah kelelahan dan dehidrasi.

4. Kurang minum saat sahur dan berbuka

Ilustrasi kurang cairan (Freepik/wirestock)

Saat sahur dan berbuka, sering kali fokus orang hanya pada makanan, tapi lupa bahwa cairan jauh lebih krusial, apalagi kalau kamu tetap aktif olahraga.

Dehidrasi ringan saja bisa menyebabkan sakit kepala, lemas, kram otot, hingga penurunan performa. Penting banget untuk rehidrasi optimal setelah periode puasa sebelum kembali melakukan aktivitas fisik. Terapkan pola 2-4-2 (2 gelas saat berbuka, 4 gelas malam hari, 2 gelas saat sahur).

5. Langsung angkat beban berat setelah makan besar

Ilustrasi angkat beban berat (Freepik/senivpetro)

Euforia buka puasa kadang bikin orang langsung makan besar, lalu satu jam kemudian sudah nge-gym berat. Padahal, sistem pencernaan sedang bekerja keras.

Olahraga berat terlalu cepat setelah makan besar bisa menyebabkan mual, kram, refluks asam, dan performa yang menurun. Beri jeda minimal 1–2 jam setelah makan besar sebelum nge-gym, apalagi jika melakukan latihan intensitas tinggi.

6. Tetap gym padahal kurang tidur

Ilustrasi mengantuk saat gym (Pexels/cottonbro studio)

Ramadan gak jarang bikin jam tidur berubah karena sahur dan ibadah malam. Kurang tidur berdampak pada pemulihan otot, konsentrasi, stabilitas hormon, hingga risiko cedera.

Kalau tubuh dirasa sangat lelah, gak ada salahnya mengganti gym dengan aktivitas ringan seperti stretching atau jalan santai.

Puasa adalah tentang keseimbangan, bukan tentang memaksakan diri. Kalau kamu bisa mengatur strategi dengan benar, gym saat puasa justru bisa membantu menjaga kebugaran tanpa bikin tumbang di tengah jalan. Karena yang penting bukan cuma tetap aktif, tapi tetap sehat. Semangat puasa dan gym-nya, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team