ilustrasi maraton (unsplash.com/Sherise Van Dyk)
Walaupun tidak wajib, tetapi ada beberapa situasi ketika energy gel bisa membantu
Pelari pemula, pelari yang baru kembali olahraga, atau peserta fun run yang berlari dan berjalan bergantian mungkin butuh waktu lebih lama untuk menyelesaikan 10K. Dalam kondisi ini, cadangan glikogen bisa mulai menurun menjelang kilometer akhir.
Satu saset energy gel di sekitar kilometer 5–6 atau sekitar menit ke-45 hingga ke-60 bisa membantu menjaga energi tetap stabil.
Ada orang yang berlari pagi-pagi sekali tanpa sarapan karena takut mual atau ingin menghindari rasa penuh di perut. Masalahnya, tubuh tetap butuh bahan bakar.
Jika kamu tidak sempat makan 2–3 jam sebelum lari, energy gel sebelum start atau di pertengahan race mungkin membantu mengurangi rasa lemas, gemetar, atau “bonking”, yaitu kondisi ketika energi tiba-tiba habis drastis.
Cuaca panas membuat tubuh bekerja lebih keras untuk mengatur suhu. Denyut jantung cenderung naik, cairan tubuh berkurang lebih cepat, dan penggunaan glikogen bisa meningkat. Dalam kondisi seperti ini, sebagian pelari mungkin merasa lebih terbantu dengan tambahan karbohidrat atau minuman elektrolit.
Pelari yang mengejar personal best atau berlari dengan intensitas sangat tinggi kadang memilih menggunakan satu gel sebelum start untuk memberi dorongan energi tambahan. Namun, strategi ini sifatnya individual dan sebaiknya dicoba saat latihan, bukan pertama kali saat race day.