ilustrasi lari (pexels.com/Ketut Subiyanto)
Lari sebelum makan boleh dilakukan kalau tubuh terasa nyaman dan jenis latihannya memang sesuai. Untuk lari santai sekitar 20–40 menit, sebagian orang dapat berolahraga tanpa makan terlebih dahulu karena tubuh masih memiliki cadangan energi dari makanan yang dikonsumsi sebelumnya. Minum air tetap penting, terutama jika kamu berlari setelah bangun tidur atau berada di tempat dengan cuaca panas.
Sebaliknya, jangan memaksakan lari dengan perut kosong kalau kamu merasa gemetar, pusing, mual, atau sangat lemas. Kondisi tersebut justru bisa membuat latihan tidak berjalan dengan baik dan meningkatkan risiko kehilangan keseimbangan atau berhenti sebelum latihan selesai. Kalau lari pagi terasa lebih nyaman setelah makan, camilan sederhana seperti pisang atau roti bisa menjadi pilihan tanpa harus merasa bahwa manfaat pembakaran lemak akan hilang.
Jadi, lari saat perut kosong memang membuat tubuh menggunakan proporsi lemak yang lebih besar sebagai bahan bakar selama olahraga, tetapi bukan berarti lemak tubuh otomatis lebih cepat berkurang. Penurunan lemak tetap dipengaruhi oleh keseimbangan energi secara keseluruhan, sementara kemampuan menjalani latihan dengan nyaman juga tidak kalah penting. Kalau lari sebelum sarapan membuatmu bisa berolahraga dengan baik, cara tersebut boleh saja dilakukan, tetapi tidak perlu menganggapnya sebagai satu-satunya cara untuk mendapatkan hasil dari latihan.