ilustrasi makan siang (vecteezy.com/Frizky Satya)
Makanan yang awalnya hanya terkontaminasi sedikit bisa menjadi lebih berisiko kalau dibiarkan pada suhu yang mendukung pertumbuhan bakteri. Bakteri penyebab penyakit dapat berkembang biak dengan cepat pada makanan yang berada di suhu sekitar 4 hingga 60 derajat Celsius. Misalnya, nasi, daging, lauk berkuah, atau makanan siap santap yang dibiarkan berjam-jam pada suhu ruang bisa menjadi tempat bakteri berkembang.
Semakin lama makanan berada pada kondisi tersebut, jumlah bakteri bisa bertambah dan pada jenis bakteri tertentu racun juga dapat terbentuk. Makanan seperti nasi, lauk berkuah, daging, telur, atau makanan yang mengandung susu bisa lebih mudah rusak jika dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang. Itulah sebabnya makanan sisa atau makanan siap santap sebaiknya segera dimasukkan ke lemari es dan makanan yang mudah rusak tidak dibiarkan lebih dari dua jam pada suhu ruang.
Makan sedikit memang tidak otomatis membuat seseorang terhindar dari keracunan makanan. Jumlah makanan yang dikonsumsi bukan satu-satunya hal yang menentukan munculnya gejala. Kalau keracunan disertai muntah terus-menerus, diare lebih dari tiga hari, darah dalam tinja, demam tinggi, atau tanda kekurangan cairan, sebaiknya segera mencari pertolongan medis.
Referensi
"Poisoning." Cleveland Clinic. Diakses pada September 2026.
"Food poisoning (foodborne illness)" Mayo Clinic. Diakses pada September 2026.