ilustrasi tegang (pexels.com/ Andrea Piacquadio)
Ketika kamu marah, tubuh secara refleks akan menegang. Bahu terangkat, otot dada mengeras, dan leher terasa kaku. Ketegangan ini bisa berlangsung lama tergantung seberapa besar intensitas emosi, dan tanpa disadari, hal tersebut menciptakan tekanan di sekitar area dada.
Nyeri akibat otot yang menegang sering kali disalahartikan sebagai gangguan jantung karena letaknya yang serupa. Padahal, ketegangan otot bisa menyebabkan sensasi nyeri yang tajam dan menusuk, terutama saat kamu menarik napas dalam atau bergerak tiba-tiba. Meskipun bukan kondisi medis serius, nyeri jenis ini tetap bisa mengganggu aktivitas dan kenyamananmu.
Marah memang bisa memicu reaksi fisik yang tidak disangka-sangka, termasuk rasa sakit dada. Ini bukan hanya soal emosi yang memuncak, tapi juga sinyal tubuh bahwa ada tekanan besar yang sedang terjadi. Mengenali hubungan antara emosi dan kondisi fisik, bisa membantumu lebih peka terhadap sinyal tubuh dan menjaga kesehatan secara menyeluruh.
Referensi:
"How Anger Hurts Your Heart". Piedmont Healthcare. Diakses pada Juni 2025.
"What Causes Chest Pains?" Scientific American. Diakses pada Juni 2025.
"Why Do We Feel Intense Emotions In Our Chest?" IFLScience. Diakses pada Juni 2025.