ilustrasi teh hitam hangat (unsplash.com/Lydia Norstad)
Minum teh hitam hangat memang terasa nikmat dan bisa langsung bikin tubuh hangat. Sebuah studi yang terbit dalam jurnal Psychopharmacology tahun 1997 mencatat, suhu kulit bisa naik 1,7 derajat Celsius hanya 10-30 menit setelah minum teh hangat. Namun, penelitian yang sama juga menemukan bahwa kafein dalam teh justru bekerja berlawanan, yaitu mengurangi respons panas pada kulit dan meningkatkan tekanan darah 30-60 menit kemudian.
Efek ganda inilah yang dapat membuat tubuhmu terasa hangat di awal, tapi berakhir dengan rasa dingin setelah efek kafein mulai bekerja. Uniknya, teh hitam punya efek menghangatkan yang lebih kuat daripada kopi atau air putih karena kandungan flavonoidnya yang bisa melebarkan pembuluh darah. Namun, justru pelebaran pembuluh darah ini, apalagi kalau kamu ada di ruangan dingin, dapat mempercepat tubuh kehilangan panas secara perlahan.
Mengonsumsi minuman hangat saat dingin melanda memang terasa sempurna, tapi tidak semua yang hangat di mulut benar-benar menghangatkan tubuh dari dalam. Pada akhirnya, menjaga suhu tubuh di musim bediding bukan soal "minum apa", tapi soal memahami bagaimana zat-zat dalam minuman itu bereaksi dengan sistem tubuhmu. Setelah mengetahui hal ini, apakah kamu masih akan memesan minuman yang sama atau mulai mencari alternatif yang lebih ramah untuk tubuhmu?
Referensi
“Alcohol and Cold.” Arctic Medical Research. Diakses Juli 2026.
“Effects of Caffeine on Skin and Core Temperatures, Alertness, and Recovery Sleep During Circadian Misalignment.” Journal of Biological Rhythms. Diakses Juli 2026.
“Effects of Hot Tea, Coffee and Water Ingestion on Physiological Responses and Mood: The Role of Caffeine, Water and Beverage Type.” Psychopharmacology. Diakses Juli 2026.