Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
3 Minuman Hangat yang Justru Bisa Bikin Tubuh Terasa Lebih Dingin
ilustrasi minuman hangat (unsplash.com/Julian Hochgesang)
  • Alkohol memberi sensasi hangat semu, namun justru mempercepat hilangnya panas tubuh dan meningkatkan risiko hipotermia saat cuaca dingin.
  • Kopi hangat dapat menaikkan suhu inti tubuh sementara, tetapi pelebaran pembuluh darah membuat panas cepat hilang dan tubuh terasa lebih dingin setelah efek kafein mereda.
  • Teh hitam hangat awalnya menghangatkan, namun kandungan kafeinnya menurunkan respons panas kulit sehingga tubuh kembali terasa dingin setelah efek awal menghilang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Saat udara sedang dingin, minuman hangat sering jadi pilihan untuk membuat tubuh terasa lebih nyaman. Secangkir kopi, teh, atau minuman hangat lainnya memang bisa memberikan sensasi hangat untuk sementara waktu. Namun, tidak semua minuman hangat benar-benar membantu tubuh mempertahankan suhu dalam kondisi dingin.

Beberapa di antaranya justru bisa memberikan efek yang berbeda setelah sensasi hangatnya menghilang. Oleh karena itu, memilih minuman saat cuaca dingin juga perlu disesuaikan dengan kandungan dan efeknya bagi tubuh. Adapun, berikut tiga minuman hangat yang diam-diam justru bikin tubuh jadi lebih dingin. Let's check it out!


1. Minuman beralkohol

ilustrasi minuman beralkohol (unsplash.com/Andra C Taylor Jr)

Di beberapa serial atau film, minuman beralkohol sering digambarkan sebagai teman setia untuk menghangatkan tubuh di kala musim dingin. Sensasi hangat yang menyebar di dada dan wajah setelah meneguk segelas soju atau makgeolli memang terasa nyata dan menenangkan. Namun, apakah kehangatan ini benar-benar menaikkan suhu tubuh atau hanya ilusi belaka?

Dalam studi yang terbit di jurnal Arctic Medical Research tahun 1991, ilmuwan Per-Ola Granberg mengungkapkan bahwa alkohol justru menjadi penyebab dominan kematian akibat hipotermia di perkotaan. Penelitian tersebut menjelaskan bahwa meskipun alkohol memberikan perasaan hangat yang menyenangkan, paparan dingin yang lebih lama justru membuat tubuh kehilangan panas lebih cepat. Alkohol juga memperlambat dan mempersingkat respons alami tubuh untuk menggigil, padahal menggigil adalah cara utama kita menghasilkan panas.

Selain itu, alkohol membuat seseorang lebih sering buang air kecil saat udara dingin, yang mana menyebabkan tubuh kehilangan banyak cairan dan akhirnya mengurangi volume darah. Akibatnya, tubuh tidak hanya kehilangan panas lebih cepat, tetapi juga kehilangan energi dan kekuatan untuk bekerja secara optimal. Jadi, kehangatan sesaat setelah minum alkohol hanyalah tipuan yang berbahaya, karena rasa berani dan penilaian keliru akibat alkohol bisa membuat seseorang mengabaikan tindakan pencegahan, seperti memakai pakaian hangat, yang seharusnya dilakukan saat berada di cuaca dingin.

2. Kopi hangat

ilustrasi kopi (unsplash.com/Emre)

Berbeda dengan alkohol yang cuma kasih sensasi hangat semu, kopi hangat benar-benar bisa menaikkan suhu inti tubuhmu. Penelitian yang terbit di Journal of Biological Rhythms tahun 2014 menemukan bahwa kafein setara dua espresso mampu meningkatkan suhu inti dan melebarkan pembuluh darah di kulit, yang mana bisa membuat seseorang merasa hangant dan terjaga.

Namun, efek pelebaran pembuluh darah ini bak pedang bermata dua. Di ruangan dingin, panas dari inti tubuh justru lebih mudah terlepas ke lingkungan lewat kulit yang memerah. Akibatnya, setelah efek kafein hilang, tubuh akan kehilangan panas lebih cepat dan terasa lebih dingin daripada sebelumnya. Belum lagi, studi yang sama juga mengungkap bahwa efek tersebut bisa mengganggu kualitas tidur. Hal ini dapat membuat kamu kurang istirahat dan makin rentan terhadap suhu dingin pada keesokan harinya.

3. Teh hitam hangat

ilustrasi teh hitam hangat (unsplash.com/Lydia Norstad)

Minum teh hitam hangat memang terasa nikmat dan bisa langsung bikin tubuh hangat. Sebuah studi yang terbit dalam jurnal Psychopharmacology tahun 1997 mencatat, suhu kulit bisa naik 1,7 derajat Celsius hanya 10-30 menit setelah minum teh hangat. Namun, penelitian yang sama juga menemukan bahwa kafein dalam teh justru bekerja berlawanan, yaitu mengurangi respons panas pada kulit dan meningkatkan tekanan darah 30-60 menit kemudian.

Efek ganda inilah yang dapat membuat tubuhmu terasa hangat di awal, tapi berakhir dengan rasa dingin setelah efek kafein mulai bekerja. Uniknya, teh hitam punya efek menghangatkan yang lebih kuat daripada kopi atau air putih karena kandungan flavonoidnya yang bisa melebarkan pembuluh darah. Namun, justru pelebaran pembuluh darah ini, apalagi kalau kamu ada di ruangan dingin, dapat mempercepat tubuh kehilangan panas secara perlahan.

Mengonsumsi minuman hangat saat dingin melanda memang terasa sempurna, tapi tidak semua yang hangat di mulut benar-benar menghangatkan tubuh dari dalam. Pada akhirnya, menjaga suhu tubuh di musim bediding bukan soal "minum apa", tapi soal memahami bagaimana zat-zat dalam minuman itu bereaksi dengan sistem tubuhmu. Setelah mengetahui hal ini, apakah kamu masih akan memesan minuman yang sama atau mulai mencari alternatif yang lebih ramah untuk tubuhmu?

Referensi

“Alcohol and Cold.” Arctic Medical Research. Diakses Juli 2026.

“Effects of Caffeine on Skin and Core Temperatures, Alertness, and Recovery Sleep During Circadian Misalignment.” Journal of Biological Rhythms. Diakses Juli 2026.

“Effects of Hot Tea, Coffee and Water Ingestion on Physiological Responses and Mood: The Role of Caffeine, Water and Beverage Type.” Psychopharmacology. Diakses Juli 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article