Comscore Tracker

Selalu Sediakan, Ini 7 Obat-obatan yang Bisa Meredakan Nyeri Haid Kamu

Daripada nyeri menyiksa, lebih baik mencegah!

Nyeri haid memang kadang-kadang menyiksa. Khususnya, pada hari pertama atau kedua yang merupakan titik puncak rasa sakit. Pada tingkat yang ekstrem, nyeri haid bisa membuat perut kita terasa melilit, kram, pegal-pegal di seluruh tubuh hingga membuat kita tak bisa bangkit dari kasur! It's really painful, right?

It's time to end the pain! Berikut ini rekomendasi obat-obatan yang bisa meringankan nyeri haid. Selalu sediakan ini di kotak obatmu, ya!

1. Asam mefenamat

Selalu Sediakan, Ini 7 Obat-obatan yang Bisa Meredakan Nyeri Haid Kamuhonestdocs.id

Pertama, coba konsumsi asam mefenamat. Obat ini adalah kapsul oral yang bisa meredakan nyeri haid dalam skala ringan hingga sedang, ungkap laman Health Line. Asam mefenamat adalah obat generik yang mudah ditemukan di apotek terdekat. Obat ini termasuk dalam kelas obat anti inflamasi non steroid dan bisa mengurangi rasa sakit, peradangan dan demam.

Asam mefenamat bekerja dengan mengurangi rasa sakit dan nyeri haid. Namun, perlu diperhatikan bahwa obat ini juga punya efek samping, yaitu sakit perut, mual, muntah, diare, pusing, ruam, mulas hingga denging di telinga.

2. Ibuprofen

Selalu Sediakan, Ini 7 Obat-obatan yang Bisa Meredakan Nyeri Haid Kamubukalapak.com

Ibuprofen masih tergolong dalam obat pereda rasa sakit (painkiller). Tak jauh berbeda dengan asam mefenamat, ibuprofen juga termasuk dalam kelas obat anti inflamasi non steroid yang digunakan untuk meredakan rasa sakit, demam dan peradangan. Ibuprofen dapat digunakan untuk meredakan nyeri menstruasi, migrain dan rheumatoid arthritis.

Wayne State University Physician Group merekomendasikan cara yang tepat dalam mengonsumsi ibuprofen. Yaitu minum 2 tablet sebanyak 3 kali sehari. Mulai minum obat segera setelah menstruasi muncul atau bahkan sehari sebelumnya. Jangan tunggu sampai kram menstruasi muncul, ya!

3. Naproxen

Selalu Sediakan, Ini 7 Obat-obatan yang Bisa Meredakan Nyeri Haid Kamuamigozlife.com

Lalu, kamu juga bisa mengonsumsi naproxen saat nyeri haid tiba. Naproxen diindikasikan untuk perawatan analgesik, antipiretik, kram perut, nyeri haid, radang sendi, osteoartritis, pasca operasi hingga penanganan pasca post-partum, ungkap laman Amigoz Lifesciences. Naproxen bekerja dengan menghalangi efek enzim yang mengakibatkan penurunan produksi prostaglandin.

Sebagaimana obat lainnya, naproxen juga punya efek samping. Di antaranya adalah vertigo, sakit kepala ringan, gangguan visual, ketidakmampuan berkonsentrasi bahkan hingga gagal ginjal dan disfungsi hati. Oleh karena itu, minumlah sesuai dosis yang dianjurkan ya!

4. Ketoprofen

Selalu Sediakan, Ini 7 Obat-obatan yang Bisa Meredakan Nyeri Haid Kamureplek.com.mk

Masih banyak obat lain yang bisa meredakan nyeri haid. Salah satunya adalah ketoprofen. Tak jauh berbeda dengan ibuprofen dan asam mefenamat, ketoprofen juga merupakan kategori obat anti inflamasi non steroid. Obat ini bekerja dengan mengurangi hormon yang menyebabkan peradangan dan rasa sakit pada tubuh, ungkap laman RxList.

Ketoprofen bisa digunakan untuk mengobati nyeri haid dalam kategori ringan hingga sedang. Selain itu, bisa dipakai pula untuk mengobati peradangan yang disebabkan oleh artritis dan radang sendi. Namun, hentikan penggunaan ketoprofen apabila mengalami gejala seperti napas pendek, pembengkakan atau penambahan berat badan dengan cepat, ruam kulit hingga kehilangan nafsu makan.

Baca Juga: Kenapa Sebagian Perempuan Alami Nyeri Haid Berlebihan? Ini 7 Faktanya

5. Diclofenac

Selalu Sediakan, Ini 7 Obat-obatan yang Bisa Meredakan Nyeri Haid Kamuindiamart.com

Jangan khawatir, masih ada pilihan obat lainnya untuk meredakan nyeri haid! Diclofenac adalah jawabannya. Khasiat natrium diclofenac dapat meredakan gejala nyeri haid primer dan mengurangi pendarahan menstruasi, ungkap laman NCBI.

Hasilnya ditemukan bahwa natrium diclofenac dalam dosis rendah (75 mg per hari) tidak hanya efektif dalam mengurangi rasa sakit saat menstruasi, tetapi juga pendarahan. Diclofenac sendiri merupakan obat penghilang rasa sakit anti inflamasi, sama halnya dengan ibuprofen dan naproxen.

6. Aspirin

Selalu Sediakan, Ini 7 Obat-obatan yang Bisa Meredakan Nyeri Haid Kamukompasiana.com

Aspirin masih dalam golongan obat-obatan pereda nyeri haid. Selain itu, aspirin juga bisa membantu mencegah pembekuan darah. Itulah sebabnya aspirin diresepkan oleh dokter setelah serangan jantung atau stroke yang terjadi jika pembuluh darah tersumbat oleh gumpalan, jelas laman Web MD.

Gunakanlah aspirin sesuai dosis atau anjuran dokter, karena jika kita rutin mengonsumsi aspirin, menstruasi kita justru akan lebih lama dan lebih berat dari biasanya. Jika pendarahan lebih banyak, jangan ragu untuk konsultasikan ke dokter, ya!

7. Pil KB

Selalu Sediakan, Ini 7 Obat-obatan yang Bisa Meredakan Nyeri Haid Kamugo-dok.com

Terkejutkah kamu ketika pil KB ada di daftar obat pereda nyeri haid? Nyatanya, pil KB memang bisa digunakan untuk itu! Kandungan hormon dalam pil KB dapat membantu menipiskan lapisan rahim dan mengurangi jumlah hormon prostaglandin. Dengan demikian, menstruasi akan lebih lancar dan rasa sakit akan berkurang.

Meski begitu, ada indikasi medis bagi beberapa orang ketika ingin mengonsumsi pil KB. Karena pil KB tidak cocok digunakan orang dengan masalah penggumpalan darah atau jenis kanker tertentu. Jadi sebaiknya tetap berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu, ya!

Nah itulah 7 obat-obatan pereda nyeri haid yang bisa kamu coba. Namun, tetap ingat untuk menggunakannya sesuai dosis dan resep dokter, ya! Jangan sembarangan mengonsumsi!

Baca Juga: 6 Cara Atasi Nyeri Haid Secara Alami Tanpa Efek Samping

Topic:

  • Nena Zakiah
  • Bayu D. Wicaksono

Just For You