ilustrasi minum air putih (freepik.com/tirachardz)
Makan pisang saat diare boleh saja, tetapi jangan sampai lupa memenuhi kebutuhan cairan, ya. Soalnya, terlalu sering buang air besar bisa membuat tubuh kehilangan banyak cairan dan elektrolit, sehingga kamu jadi lemas, gampang haus, atau lebih jarang buang air kecil. Nah, untuk membantu mengganti cairan dan elektrolit yang hilang, kamu bisa minum oralit sesuai petunjuk penggunaannya.
Minumlah oralit sesuai petunjuk pada kemasan dan tetap konsumsi cairan secara berkala agar tubuh gak kekurangan cairan. Jika diare disertai darah, nyeri perut hebat, demam tinggi, atau tanda dehidrasi seperti pusing berat dan urine sangat sedikit, segera cari pertolongan medis. Jangan menunggu hanya karena sudah mencoba makan pisang, sebab kondisi tersebut bisa membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Pisang mentah dan matang sama-sama bisa menjadi pilihan makanan saat diare, tetapi belum ada bukti kuat bahwa salah satunya lebih efektif meredakan gejala. Jadi, pilih pisang yang nyaman dimakan, tetap konsumsi makanan yang bisa ditoleransi tubuh, dan jangan lupa cukupi kebutuhan cairan dengan oralit bila diperlukan. Kalau diare gak kunjung membaik atau muncul tanda dehidrasi, segera periksakan diri ke dokter, ya.
Referensi
“Role of cooked green banana in home management of acute diarrhea in under-5 children.” Journal of Tropical Pediatrics. Diakses Oktober 2026.
“Physicochemical characteristics and resistant starch of different varieties of banana from Taiwan.” International Journal of Food Properties. Diakses Oktober 2026.
“Green banana resistant starch: A promising potential as functional ingredient against certain maladies.” Food Science & Nutrition. Diakses Oktober 2026.
“Efficacy of a Green Banana–Mixed Diet in the Management of Persistent Diarrhea: Protocol for an Open-Labeled, Randomized Controlled Trial.” JMIR Research Protocols. Diakses Oktober 2026.
“Diarrhoeal disease.” World Health Organization. Diakses Oktober 2026.