Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pisang Mentah vs. Matang, Mana yang Lebih Baik saat Diare?
ilustrasi pisang (magnific.com/KamranAydinov)
  • Pisang mentah mengandung lebih banyak pati resisten, sedangkan pisang matang lebih lunak dan manis karena patinya berubah menjadi gula.
  • Belum ada bukti kuat bahwa pisang mentah atau matang lebih efektif meredakan diare; pilih yang nyaman dikonsumsi dan perhatikan respons tubuh.
  • Saat diare, konsumsi porsi kecil makanan yang dapat ditoleransi, cukupi cairan dan elektrolit dengan oralit, serta segera cari bantuan medis bila muncul tanda bahaya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Saat diare, memilih makanan memang perlu lebih cermat, apalagi kalau perut masih terasa mulas dan bolak-balik ke kamar mandi. Pisang sering jadi pilihan karena teksturnya lembut dan mudah dikonsumsi, tetapi pernah terpikir gak kalau tingkat kematangannya juga bisa berpengaruh pada kandungan gizinya? Pisang yang masih hijau dan yang sudah kuning matang ternyata punya komposisi pati dan gula yang berbeda, lho.

Tapi, kalau lagi diare, sebaiknya pilih pisang yang masih mentah atau yang sudah matang, ya? Keduanya punya kandungan pati dan gula yang berbeda seiring proses pematangan, sehingga menarik untuk tahu bagaimana perbedaannya bagi pencernaan. Nah, biar gak asal pilih, yuk, cari tahu perbedaan pisang mentah dan matang serta mana yang lebih cocok dikonsumsi saat diare!

1. Pisang mentah mengandung lebih banyak pati resisten

ilustrasi pisang (pixabay.com/Sidhick)

Pisang yang berwarna hijau biasanya lebih keras dan memiliki rasa yang sedikit sepat karena kandungan pati yang masih tinggi. Beberapa dari pati itu termasuk dalam kategori pati resisten, yang berarti tidak dicerna secara langsung di dalam usus halus tetapi dapat difermentasi oleh bakteri yang ada di usus besar. Nah, karakteristik inilah yang menjadikan pisang mentah menarik untuk dibahas ketika berbicara masalah kesehatan pencernaan.

Namun, mengonsumsi pisang mentah bukan jaminan dapat menghentikan diare secara otomatis. Pati resisten memang dapat mempengaruhi kinerja usus, tetapi bukti yang mendukung bahwa pisang mentah lebih efektif dalam mengatasi diare dibandingkan pisang yang sudah matang masih terbatas. Selain itu, pisang yang terlalu mentah dan keras mungkin kurang nyaman untuk disantap ketika nafsu makan sedang menurun.

2. Pisang matang lebih lunak dan rasanya lebih manis

ilustrasi pisang (pixabay.com/Security)

Berbeda dari pisang yang masih hijau, pisang yang telah matang biasanya lebih lembut, lebih mudah untuk dikunyah, serta terasa manis karena sebagian patinya berubah menjadi gula selama proses pematangan. Teksturnya yang lembut ini menjadikan pisang matang lebih nyaman untuk dikonsumsi ketika perut sedang gak enak dan selera makan menurun. Jadi, kalau kamu lebih menyukai makanan yang gak memerlukan banyak usaha saat mengunyah, pisang matang adalah pilihan yang praktis.

Meski begitu, rasa manis dan tekstur lembutnya bukan berarti pisang matang lebih baik untuk mengatasi diare. Kandungan serat dan nutrisinya tetap dapat mendukung pola makan sehari-hari, tetapi efeknya terhadap diare tergantung pada kondisi pencernaan setiap orang. Kalau setelah makan pisang kamu merasa perut semakin gak nyaman, gak perlu memaksakan diri untuk menghabiskan, ya.

3. Jadi, mana yang lebih baik untuk dikonsumsi saat diare?

ilustrasi sakit perut (freepik.com/diana.grytsku)

Kalau harus memilih, pisang yang sudah matang biasanya lebih mudah dikonsumsi karena teksturnya yang lunak dan rasanya yang lebih bersahabat di lidah. Namun, belum ada bukti yang kuat membuktikan bahwa pisang matang selalu lebih baik daripada pisang mentah dalam meredakan diare. Artinya, kamu gak perlu terpaku pada warna kulit pisang saja ketika memilih makanan yang nyaman untuk perut.

Yang jauh lebih penting adalah memperhatikan respons tubuh setelah makan dan memastikan asupan makanan tetap terjaga selama proses pemulihan. Pisang dapat menjadi pilihan makanan, tetapi itu bukanlah solusi yang secara langsung menghentikan diare. Kalau kamu merasa cocok mengonsumsi pisang matang dalam jumlah yang wajar, buah ini dapat dimasukkan dalam menu selama masa pemulihan.

4. Makan pisang dalam porsi wajar dan perhatikan respons tubuh

ilustrasi makan pisang (magnific.com/azerbaijan_stockers)

Ketika mengalami diare, mungkin kamu tergoda untuk memilih makanan yang dianggap paling aman agar perut cepat pulih. Pisang dapat dimakan langsung atau dihaluskan agar lebih mudah dikonsumsi, terutama saat nafsu makan belum kembali seperti biasa. Mulailah dengan porsi kecil, lalu perhatikan apakah perut terasa nyaman setelahnya.

Kamu juga gak harus makan pisang setiap kali merasa ingin ke toilet atau mengalami diare. Variasikan makanan dengan beberapa pilihan lain yang mudah diterima oleh tubuh, seperti nasi, kentang, atau sup sederhana, sesuai selera dan kondisi kesehatanmu. Jika ada makanan yang malah membuat perut semakin gak nyaman, coba hentikan sementara dan pilih alternatif yang lebih cocok.

5. Jangan lupakan cairan dan elektrolit selama diare

ilustrasi minum air putih (freepik.com/tirachardz)

Makan pisang saat diare boleh saja, tetapi jangan sampai lupa memenuhi kebutuhan cairan, ya. Soalnya, terlalu sering buang air besar bisa membuat tubuh kehilangan banyak cairan dan elektrolit, sehingga kamu jadi lemas, gampang haus, atau lebih jarang buang air kecil. Nah, untuk membantu mengganti cairan dan elektrolit yang hilang, kamu bisa minum oralit sesuai petunjuk penggunaannya.

Minumlah oralit sesuai petunjuk pada kemasan dan tetap konsumsi cairan secara berkala agar tubuh gak kekurangan cairan. Jika diare disertai darah, nyeri perut hebat, demam tinggi, atau tanda dehidrasi seperti pusing berat dan urine sangat sedikit, segera cari pertolongan medis. Jangan menunggu hanya karena sudah mencoba makan pisang, sebab kondisi tersebut bisa membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Pisang mentah dan matang sama-sama bisa menjadi pilihan makanan saat diare, tetapi belum ada bukti kuat bahwa salah satunya lebih efektif meredakan gejala. Jadi, pilih pisang yang nyaman dimakan, tetap konsumsi makanan yang bisa ditoleransi tubuh, dan jangan lupa cukupi kebutuhan cairan dengan oralit bila diperlukan. Kalau diare gak kunjung membaik atau muncul tanda dehidrasi, segera periksakan diri ke dokter, ya.

Referensi

“Role of cooked green banana in home management of acute diarrhea in under-5 children.” Journal of Tropical Pediatrics. Diakses Oktober 2026.

“Physicochemical characteristics and resistant starch of different varieties of banana from Taiwan.” International Journal of Food Properties. Diakses Oktober 2026.

“Green banana resistant starch: A promising potential as functional ingredient against certain maladies.” Food Science & Nutrition. Diakses Oktober 2026.

“Efficacy of a Green Banana–Mixed Diet in the Management of Persistent Diarrhea: Protocol for an Open-Labeled, Randomized Controlled Trial.” JMIR Research Protocols. Diakses Oktober 2026.

“Diarrhoeal disease.” World Health Organization. Diakses Oktober 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article