ilustrasi gigi geraham bermasalah (magnific.com/wayhomestudio)
Gigi geraham bungsu bisa bermasalah tanpa disertai nyeri.
Gigi yang tumbuh sebagian lebih sulit dibersihkan sehingga dapat mengalami karies. Posisi miring juga dapat menciptakan area yang sulit dijangkau sikat di antara geraham bungsu dan geraham kedua.
Selain gigi bungsunya sendiri, gigi sehat di depannya dapat ikut terkena karies atau penyakit periodontal.
Metaanalisis terhadap sembilan penelitian yang mencakup 14.749 geraham bungsu menunjukkan adanya geraham ketiga berkaitan dengan masalah periodontal pada permukaan belakang geraham kedua yang berdekatan.
Dalam analisis tersebut, sekitar 19 persen geraham kedua memiliki tanda awal kerusakan periodontal distal, meski angkanya berbeda menurut lokasi dan posisi gigi.
Studi lain terhadap geraham bungsu impaksi yang sudah menimbulkan penyakit menemukan berbagai komplikasi yang menjadi alasan klinis untuk pencabutan, termasuk karies yang tidak dapat direstorasi, infeksi, penyakit periodontal, perikoronitis berulang, kista, dan tumor.
Akan tetapi, bukan berarti setiap geraham bungsu yang impaksi harus otomatis dicabut.
Bukti yang tersedia masih tidak cukup untuk menentukan apakah geraham bungsu impaksi yang benar-benar tidak bergejala dan bebas penyakit sebaiknya dicabut atau dipertahankan.
Jika gigi dipertahankan, pemeriksaan berkala oleh dokter gigi penting untuk menemukan perubahan yang mungkin muncul kemudian.
Tanda geraham bungsu bermasalah tidak hanya berupa rasa sakit. Nyeri atau pembengkakan berulang, gusi merah, perdarahan, bau mulut, rasa tidak enak, serta kesulitan membuka mulut merupakan alasan untuk memeriksakannya ke dokter gigi. Sementara pada gigi yang tidak menimbulkan keluhan, pemeriksaan gigi dan pencitraan jika diperlukan dapat membantu melihat posisi gigi serta kemungkinan masalah yang tidak terlihat dari luar.
Referensi
Mayo Clinic, "Impacted wisdom teeth," diakses Agustus 2026.
Endi Lanza Galvão et al., “Association between Mandibular Third Molar Position and the Occurrence of Pericoronitis: A Systematic Review and Meta-analysis,” Archives of Oral Biology 107 (2019): 104486, doi:10.1016/j.archoralbio.2019.104486.
Yang Yang et al., “Relationship between Presence of Third Molars and Prevalence of Periodontal Pathology of Adjacent Second Molars: A Systematic Review and Meta-analysis,” Chinese Journal of Dental Research 25, no. 1 (2022): 45–55, doi:10.3290/j.cjdr.b2752683.
María Peñarrocha-Diago et al., “Indications of the Extraction of Symptomatic Impacted Third Molars: A Systematic Review,” Journal of Clinical and Experimental Dentistry 13, no. 3 (2021): e278–e286, doi:10.4317/jced.56887.
Hossein Ghaeminia et al., “Surgical Removal versus Retention for the Management of Asymptomatic Disease-Free Impacted Wisdom Teeth,” Cochrane Database of Systematic Reviews, no. 5 (2020): CD003879, doi:10.1002/14651858.CD003879.pub5.
Gloria Kwon and Marc Serra, “Pericoronitis,” in StatPearls (Treasure Island, FL: StatPearls Publishing, updated November 21, 2022).