Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Vitamin C dan D, Mana Lebih Baik Mendukung Imunitas Tubuh?

Vitamin C dan D, Mana Lebih Baik Mendukung Imunitas Tubuh?
ilustrasi konsumsi banyak obat (pexels.com/Yaroslav Shuraev)
Intinya Sih
  • Vitamin C berperan sebagai antioksidan yang memperbaiki sel rusak, membantu penyembuhan saat sakit, dan mendukung fungsi sel darah putih melawan infeksi.
  • Vitamin D bekerja mengatur sistem imun agar tidak menyerang jaringan sehat, mencegah peradangan, serta meningkatkan ketahanan tubuh terhadap infeksi.
  • Keduanya tidak bisa dibandingkan mana yang lebih baik karena vitamin C dan D saling melengkapi dalam menjaga daya tahan tubuh bila dikonsumsi secara teratur.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Vitamin C dan D sering kali menjadi pilihan suplemen tambahan ketika tubuh terasa capek atau gampang sakit. Yaps, kedua vitamin ini memang memiliki kerja yang bisa diandalkan untuk mendukung daya tahan tubuh. Vitamin C dan D sama-sama dapat menguatkan sistem imun sehingga tubuh tidak gampang tumbang dan menjaganya tetap prima.

Namun, di antara vitamin C dan D, mana sih sebenarnya yang lebih baik mendukung sistem kekebalan tubuh? Artikel ini akan mengulas cara kerja vitamin C dan D dalam perannya menjaga imunitas tubuh. Yuk, simak selengkapnya untuk mendapatkan jawabannya.

1. Cara kerja vitamin C mendukung sistem kekebalan tubuh

ilustrasi obat (pexels.com/Tima Miroshnichenko)
ilustrasi obat (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Vitamin C adalah mikronutrien penting yang memainkan banyak peranan di dalam tubuh, seperti menghasilkan kolagen, agen penyembuhan, menjaga tulang dan otot tetap kuat, serta menjaga sel-sel tubuh dari kerusakan. Vitamin ini adalah antioksidan kuat. Mereka bekerja memerangi radikal bebas yang bisa menyebabkan kerusakan sel. Nah, inilah yang membuat vitamin C diandalkan dalam menjaga sistem kekebalan tubuh.

Di dalam tubuh, vitamin C bekerja di tingkat sel. Mereka melakukan penyembuhan pada sel-sel yang “sakit”, bahkan membantu mencegah penyakit tertentu dengan melindungi jaringan dari stres oksidatif. Selain itu, Vitamin C juga membantu sel darah putih memerangi kuman atau virus penyebab penyakit. Peranannya yang menghasikan kolagen, juga memberikan perlindungan fisik tingkat pertama pada kulit dari serangan penyakit dari luar.

Saat kita sakit, misalnya demam atau flu, vitamin C yang membantu proses penyembuhan. Mereka membantu meredakan gejala dan mempersingkat durasi sakit dengan memperbaiki sel-sel yang sakit. Hal yang perlu digarisbawahi terkait cara kerja vitamin C mendukung sistem kekebalan tubuh adalah vitamin C bukan perisai dari penyakit, akan tetapi membantu proses penyembuhannya.

2. Cara kerja vitamin D mendukung sistem kekebalan tubuh

ilustrasi obat-obatan (freepik.com/jcomp)
ilustrasi obat-obatan (freepik.com/jcomp)

Berbeda dengan vitamin C, cara kerja vitamin D mendukung sistem kekebalan tubuh berada pada tingkat pengaturan atau regulasi sistem kekebalan tubuh. Vitamin D bekerja seperti “pembawa pesan” yang memberi tahu bagaimana sistem kekebalan tubuh harus berfungsi. Mereka mencegah sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan tubuh yang sehat, mengenali dan merespons virus, hingga mencegah peradangan.

Saat tubuh memiliki ketersediaan vitamin D yang memadai, tubuh menjadi lebih kebal atau lebih kuat terhadap serangan infeksi. Sebaliknya, ketika ketersediaanya defisit atau kekurangan, tubuh bisa menjadi lebih rentan terkena infeksi, seperti infeksi saluran pernapasan yang mungkin menyebabkan flu. Dalam laman National Library of Medicine juga dipaparkan bahwa kekurangan vitamin D dikaitkan dengan peningkatan autoimunitas serta peningkatan kerentanan terhadap infeksi.

Dalam hal ini, bisa dikatakan vitamin D menjadi garda depan untuk membantu tubuh mencegah infeksi sehingga mencegah sakit. Sementara itu, vitamin C bertindak sebagai agen penyembuh yang membantu memperbaiki sel yang sakit atau rusak.

3. Mana yang lebih baik antara vitamin C dan D dalam mendukung sistem kekebalan tubuh?

Suplemen
ilustrasi suplemen vitamin (pexels.com/Yaroslav Shuraev)

Vitamin C dan D masing-masing memiliki cara kerja yang berbeda dalam peranannya mendukung sistem kekebalan tubuh. Keduanya saling terkait satu sama lain meski tidak berada dalam jalur kerja yang sama. Jadi, tidak ada yang lebih baik antara vitamin C dan D dalam mendukung sistem kekebalan tubuh, keduanya saling bersinergi dan berjalan beriringan.

Laman Verywell Health menjelaskan, vitamin D membantu fungsi kekebalan tubuh secara keseluruhan dan menurunkan risiko terkena infeksi tertentu, terutama pada orang yang memiliki kadar vitamin D rendah. Vitamin C mendukung aktivitas sel imun dan dapat mengurangi gejala dan durasi sakit. Jadi, alih-alih membandingkan, kedua vitamin tersebut akan lebih efektif jika dikonsumsi secara teratur untuk memenuhi kebutuhannya.

Vitamin D bekerja bertahap dari waktu ke waktu. Jadi, menjaga kadarnya secara cukup sepanjang tahun sangat penting. Sementara itu, vitamin C dapat memberi bantuan saat sedang sakit, akan tetapi vitamin ini akan bekerja lebih baik jika dikonsumsi secara teratur daripada menunggu gejala muncul.

Vitamin C dan D, keduanya dapat mendukung fungsi kekebalan tubuh dengan baik. Tidak ada yang lebih baik di antaranya, karena vitamin C dan D bekerja beriringan satu sama lain dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Referensi

“Citanjn C vs. D: Which Shoukd You Take for Immune Support?”. Verywell Health. Diakses Maret 2026.

“Vitamin D vs. C: Which Is Better dor Immunity?”. Health. Diakses Maret 2026.

“Myths and Truth about Vitamin C”. Harvard Health Publishing. Diakses Maret 2026.

“The impact of vitamin D, vitamin C, and zinc supplements on immune status among Jordanian adults during COVID-19: cross-sectional study findings”. National Library of Medicine. Diakses Maret 2026.

“Vitamin D and The Immune System”. National Library of Medicine. Diakses Maret 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Izza Namira
EditorIzza Namira
Follow Us

Latest in Health

See More