Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Waspada! 5 Kebiasaan Sepele Ini Diam-Diam Bisa Naikkan Gula Darah Kamu

Waspada! 5 Kebiasaan Sepele Ini Diam-Diam Bisa Naikkan Gula Darah Kamu
ilustrasi cek gula darah (pexels.com/Artem Podrez)
Share Article

Kesehatan adalah harta paling berharga, terutama bagi kamu yang berjuang menjaga kadar gula darah agar tetap stabil. Mungkin tanpa disadari, beberapa kebiasaan sehari-hari bisa membuat kadar gula darah kamu naik. Hal ini bisa berisiko bagi kesehatan, khususnya bagi penderita diabetes.

Mengetahui kebiasaan-kebiasaan ini bisa membantu kamu menghindari potensi masalah kesehatan. Yuk, simak lima kebiasaan sepele yang ternyata bisa memengaruhi kadar gula darah kamu!

1. Melewatkan sarapan

ilustrasi sarapan sehat (pexels.com/Foodie Factor)
ilustrasi sarapan sehat (pexels.com/Foodie Factor)

Sarapan sering disebut sebagai waktu makan paling penting dalam sehari, terutama untuk orang dengan diabetes tipe 2. Tanpa disadai, kebiasaan melewatkan sarapan bisa menyebabkan peningkatan kadar gula darah, lho.

Sebuah studi menunjukkan bahwa ketika para partisipan tidak sarapan, kadar gula darah mereka lebih tinggi sepanjang hari. Diketahui, melewatkan sarapan dapat mengganggu fungsi sel beta pankreas yang memproduksi insulin. Penting untuk memastikan sarapan kamu mengandung nutrisi seimbang dan rendah karbohidrat, seperti telur orak-arik dengan bayam, jamur, dan tomat, untuk membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil.

2. Mager

ilustrasi mager (pexels.com/Mikhail Nilov)
ilustrasi mager (pexels.com/Mikhail Nilov)

Kamu perlu tahu, aktivitas fisik memainkan peran penting dalam upaya pencegahan diabetes tipe 2. Olahraga dapat membantu meningkatkan sensitivitas insulin tubuh dan membantu sel-sel menggunakan glukosa dari darah sebagai energi.

Penelitian menunjukkan bahwa hanya tiga hari penurunan aktivitas fisik sudah dapat menyebabkan peningkatan kadar gula darah pada individu sehat dan yang biasanya aktif. Maka itu, mulailah meningkatkan aktivitas fisik kamu dan perhatikan tanda-tanda gula darah rendah selama berolahraga. Sebaiknya periksa gula darah sebelum dan sesudah berolahraga, serta selama berolahraga jika kamu tidak yakin bagaimana gula darahmu akan bereaksi.

3. Stres

ilustrasi stres kerja (pexels.com/ANTONI SHKRABA production)
ilustrasi stres kerja (pexels.com/ANTONI SHKRABA production)

Stres, baik fisik maupun mental dapat menyebabkan lonjakan gula darah. Ketika kamu mengalami stres, hormon kortisol akan meningkat dan membuat tubuh kurang sensitif terhadap insulin. Situasi stres seperti tekanan kerja, masalah keluarga, atau bahkan perubahan positif dalam hidup, dapat meningkatkan kadar gula darah secara tiba-tiba.

Untuk mengatasinya, sebisa mungkin hindari menggunakan makanan sebagai pelarian. Sebaiknya cobalah metode lain untuk mengelola stres, seperti berjalan-jalan selama lima menit atau mengambil napas dalam-dalam untuk menenangkan diri. Selain itu, membangun kebiasaan positif seperti rutin berolahraga atau meditasi bisa membantu mengendalikan hormon stres, lho.

4. Kurang tidur

ilustrasi susah tidur (pexels.com/cottonbro studio)
ilustrasi susah tidur (pexels.com/cottonbro studio)

Buat kamu yang hobi begadang sebaiknya kebiasaan tersebut mulai dikurangi, deh. Hubungan antara kurang tidur dan masalah kesehatan telah banyak diteliti. Diketahui, kurang tidur bisa memicu lonjakan gula darah.

Kurang tidur dapat meningkatkan pelepasan hormon stres kortisol dan mengurangi jumlah insulin yang dilepaskan saat kamu makan. Selain itu, kurang tidur juga bisa meningkatkan hormon lapar dalam tubuh, sehingga lebih sulit untuk menjaga pola makan yang sehat. Oleh karena itu, penting untuk menjaga pola tidur yang baik dengan durasi tidur antara tujuh hingga sembilan jam per malam.

5. Kurang makan serat

ilustrasi fast food (pexels.com/Engin Akyurt)
ilustrasi fast food (pexels.com/Engin Akyurt)

Serat merupakan bentuk karbohidrat yang tidak dapat dicerna dan berfungsi untuk memperlambat pencernaan serta penyerapan glukosa ke dalam aliran darah. Tanpa asupan serat yang cukup, makanan kaya karbohidrat dapat dengan cepat meningkatkan kadar gula darah.

Makanan seperti permen, kue, dan sereal manis termasuk dalam kategori ini. Menambah serat dalam makanan yang kamu konsumsi sehari-hari bisa membantu mengurangi lonjakan kadar glukosa darah. Penting untuk mengonsumsi lebih banyak makanan kaya serat seperti sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian utuh.

Menjaga kadar gula darah tetap stabil adalah kunci untuk kesehatan jangka panjang, terutama bagi kamu yang berisiko mengalami diabetes. Menghindari kebiasaan-kebiasaan yang tampaknya sepele ini bisa menjadi langkah awal untuk hidup lebih sehat.

Mulailah dengan memperhatikan pola makan, rutin berolahraga, dan menjaga kualitas tidur yang baik. Dengan demikian, kamu dapat mengelola kadar gula darah dan menjaga kesehatan secara keseluruhan.

 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
L A L A .
EditorL A L A .

Related Articles

See More

Sering Terbangun saat Tidur? Ini Penyebab dan Tanda Normalnya

30 Mei 2026, 23:25 WIBHealth