Pada anak, asap rokok dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan, infeksi telinga, serta serangan asma yang lebih sering dan berat. Paparan juga dikaitkan dengan pertumbuhan paru-paru yang melambat.
Pada bayi, asap rokok meningkatkan risiko sindrom kematian bayi mendadak atau SIDS.
Perlindungan pada anak tidak cukup hanya dengan memastikan mereka tidak merokok. Udara yang mereka hirup juga perlu bebas dari asap rokok. Tidak ada tingkat paparan asap rokok yang aman.
Menjadikan rumah dan kendaraan bebas asap rokok merupakan langkah perlindungan sehari-hari. Di ruang bersama, perlindungan juga membutuhkan penerapan kawasan tanpa rokok.
Bagi orang yang merokok, konseling dan pengobatan untuk berhenti merokok dapat membantu. Kombinasi keduanya dapat meningkatkan peluang keberhasilan berhenti merokok hingga lebih dari dua kali lipat.
Referensi
GBD 2023 Second-hand Smoke Collaborators, “Global, Regional, and National Prevalence of Second-Hand Smoke and Attributable Disease Burden in 204 Countries and Territories, 1990–2023: A Systematic Analysis for the Global Burden of Disease Study 2023,” The Lancet Public Health, published online September 7, 2026, doi:10.1016/S2468-2667(26)00168-4.
Centers for Disease Control and Prevention, “Health Problems Caused by Secondhand Smoke,” diakses September 2026.
World Health Organization, “Tobacco and Nicotine,” diakses September 2026.