Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

4 Waktu Terbaik Konsumsi Vitamin di Bulan Ramadan, Puasa Tetap Bugar

4 Waktu Terbaik Konsumsi Vitamin di Bulan Ramadan, Puasa Tetap Bugar
ilustrasi orang sedang mengambil vitamin (pexels.com/Polina Tankilevitch)
Intinya Sih
  • Pentingnya waktu konsumsi vitamin selama Ramadan agar tubuh tetap bugar, karena perubahan jadwal makan dapat memengaruhi penyerapan nutrisi dan energi harian.

  • Vitamin larut lemak disarankan diminum saat sahur, vitamin larut air seperti C dan B kompleks saat berbuka, sedangkan mineral seperti magnesium ideal dikonsumsi sebelum tidur.

  • Jangan konsumsi suplemen saat perut kosong guna mencegah iritasi lambung, serta menjaga keseimbangan antara makanan bergizi dan suplemen selama berpuasa.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Pernahkah kamu merasa sangat lemas saat siang hari padahal pekerjaan masih menumpuk? Menjaga stamina di bulan suci memang menantang, sehingga banyak orang mencari tahu waktu terbaik konsumsi vitamin dan suplemen di bulan Ramadan supaya tetap produktif sepanjang hari. Kuncinya bukan hanya pada jenis suplemen yang kamu pilih, melainkan juga pada ketepatan jam mengonsumsinya agar tubuh mendapatkan manfaat yang maksimal.

Jadwal makan yang berubah drastis kerap membuat metabolisme tubuh harus beradaptasi ulang dengan cepat. Kamu mungkin merasa sudah makan cukup saat sahur, tetapi rasa kantuk dan lelah yang luar biasa tetap menyerang sebelum waktu asar tiba. Suplemen hadir sebagai pendukung nutrisi harian, tapi jika jadwal minumnya berantakan, efektivitas penyerapan atau bioavailability zat tersebut di dalam tubuhmu gak akan berjalan optimal, lho. Yuk, simak waktu yang tepat untuk makan vitamin di bulan puasa ini!

1. Vitamin larut lemak paling pas saat sahur

ilustrasi berbagai vitamin
ilustrasi berbagai vitamin (unsplash.com/Laurynas Mereckas)

Mengonsumsi vitamin saat sahur menjadi strategi cerdas untuk menjaga cadangan energi sepanjang hari. Jenis vitamin yang sangat disarankan untuk diminum saat sahur adalah vitamin larut lemak, seperti Vitamin A, D, E, dan K. Jenis nutrisi ini memerlukan lemak dari makanan agar dapat diserap oleh dinding usus dan masuk ke dalam aliran darah dengan sempurna.

Karena menu sahur biasanya mengandung sedikit lemak dari minyak, santan, atau kacang-kacangan, ini adalah saat yang ideal bagi tubuh untuk memprosesnya. Jika kamu meminumnya saat perut benar-benar kosong atau hanya minum air putih, vitamin tersebut justru akan terbuang percuma tanpa memberikan dampak pada kebugaranmu. Pastikan kamu tetap mengonsumsi makanan utama terlebih dahulu sebelum menelan kapsul suplemen tersebut, ya.

Selain itu, mengonsumsi multivitamin saat sahur dapat membantu menjaga fokus mental kamu saat bekerja di siang hari. Komponen seperti fatty acids yang sering ada dalam suplemen minyak ikan juga sangat baik diminum pada pagi hari sebelum memulai ibadah puasa. Dengan begitu, kamu gak akan mudah merasa "lemot" atau mengalami penurunan konsentrasi akibat kekurangan nutrisi esensial, nih.

2. Vitamin larut air untuk kesegaran saat berbuka

ilustrasi vitamin C
ilustrasi vitamin C (pexels.com/Polina Tankilevitch)

Saat azan magrib berkumandang, fokus utama tubuh adalah menghidrasi kembali sel-sel yang kering dan mengembalikan kadar gula darah. Ini adalah waktu yang sangat tepat untuk mengonsumsi vitamin larut air seperti Vitamin C dan Vitamin B-kompleks (B-complex). Vitamin jenis ini gak memerlukan lemak untuk diserap dan justru sangat membutuhkan air agar bisa diedarkan ke seluruh jaringan tubuh secara efektif.

Vitamin B-kompleks berperan sebagai energy booster yang membantu mengubah makanan berbuka menjadi energi siap pakai. Jika kamu sering merasa mengantuk setelah makan berat di waktu berbuka, mungkin tubuhmu kekurangan asupan vitamin B untuk memproses karbohidrat. Mengonsumsinya saat berbuka akan membantu kamu merasa lebih segar saat melaksanakan salat Tarawih nanti malam.

Sedangkan, Vitamin C berfungsi sebagai antioksidan yang menjaga sistem imun tubuh agar gak mudah jatuh sakit akibat perubahan pola tidur. Kamu bisa meminumnya setelah membatalkan puasa dengan air putih dan sedikit takjil ringan, ya. Hindari meminum Vitamin C dosis tinggi saat perut benar-benar kosong jika kamu memiliki riwayat penyakit lambung agar tak memicu kenaikan asam lambung secara mendadak.

3. Mineral penunjang istirahat sebelum tidur

ilustrasi suplemen
ilustrasi suplemen (pexels.com/Gundula Vogel)

Bulan Ramadan sering membuat pola tidur kamu berubah karena harus bangun lebih awal untuk menyiapkan sahur. Agar kualitas tidurmu tetap terjaga meskipun durasinya berkurang, mineral seperti magnesium bisa menjadi solusi yang tepat, lho. Mengonsumsi magnesium atau kalsium disarankan dilakukan pada malam hari menjelang tidur karena memiliki efek relaksasi pada otot dan saraf.

Magnesium membantu tubuh untuk masuk ke fase tidur yang lebih dalam atau deep sleep, sehingga saat bangun sahur nanti, kamu merasa lebih segar dan tak "teler". Selain itu, mineral ini juga membantu mencegah kram otot yang terkadang muncul akibat dehidrasi ringan selama berpuasa. Kamu cukup meminumnya sekitar 30 menit hingga satu jam sebelum beristirahat di malam hari, ya.

Selain mineral, orang juga memilih mengonsumsi suplemen serat atau fiber tambahan di malam hari. Hal ini bertujuan untuk melancarkan sistem pencernaan sehingga proses pembuangan di pagi hari tetap teratur meski asupan serat dari buah dan sayur mungkin berkurang saat berbuka. Dengan pencernaan yang lancar, perutmu akan terasa lebih nyaman dan tak begah saat menjalani aktivitas puasa keesokan harinya.

4. Hindari konsumsi suplemen saat perut kosong

ilustrasi minum vitamin
ilustrasi minum vitamin (pexels.com/Polina Tankilevitch)

Satu kesalahan umum yang kerap dilakukan adalah langsung menelan berbagai macam vitamin sesaat setelah azan tanpa makan apa pun. Perlu diingat bahwa beberapa jenis suplemen mempunyai tingkat keasaman yang cukup tinggi dan dapat mengiritasi lapisan lambung. Kalau kamu langsung meminumnya saat perut kosong, risiko terkena heartburn atau mual akan meningkat secara signifikan.

Idealnya, berikan jeda sekitar 15 hingga 30 menit setelah makan besar sebelum kamu mengonsumsi suplemen harianmu. Hal ini memberikan waktu bagi lambung untuk memproduksi enzim pencernaan yang akan membantu memecah tablet atau kapsul suplemen tersebut. Keseimbangan antara makanan asli (real food) dan suplemen jadi kunci utama agar kesehatan pencernaanmu tetap terjaga selama satu bulan penuh.

Jika kamu mempunyai kondisi medis tertentu seperti diabetes atau hipertensi, sangat disarankan untuk tetap berkonsultasi dengan dokter mengenai jadwal ini. Setiap orang memiliki respon tubuh yang berbeda terhadap asupan nutrisi tambahan, apalagi saat frekuensi makan berkurang. Dengan pengaturan yang tepat, suplemen akan menjadi mitra terbaikmu dalam menjaga kesehatan di bulan puasa.

Menjaga kesehatan selama bulan suci memang membutuhkan sedikit usaha ekstra dan manajemen waktu yang baik. Dengan memahami waktu terbaik konsumsi vitamin dan suplemen di bulan Ramadan, kamu gak perlu lagi merasa khawatir akan jatuh sakit atau kehilangan semangat di tengah hari. Pastikan kamu selalu memilih produk yang sudah terdaftar resmi dan tetap utamakan pola makan gizi seimbang saat sahur maupun berbuka, ya.

Referensi:

“Supplement Smarts: Best Ways to Take Different Vitamins’. Web MD. Diakses Februari 2026.

“When Is the Best Time to Take Vitamins?”. Healthline. Diakses Februari 2026. 

“Anjuran dan Panduan Minum Vitamin Saat Puasa”. Universitas Airlangga. Diakses Februari 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nabila Inaya
EditorNabila Inaya
Follow Us

Latest in Health

See More