Kortisol disebut sebagai hormon stres karena produksinya meningkat saat tubuh menghadapi tekanan fisik maupun emosional. Dalam jumlah normal, hormon ini membantu mengatur metabolisme, tekanan darah, hingga respons imun. Masalah mulai muncul ketika kadar kortisol tetap tinggi dalam waktu yang lama.
Kondisi tersebut dapat dipicu oleh stres kronis, gangguan pada kelenjar adrenal, atau penggunaan obat kortikosteroid dalam jangka panjang. Kelebihan kortisol memengaruhi berbagai sistem tubuh sekaligus sehingga gejalanya sering kali muncul secara bertahap. Berikut lima hal yang dapat terjadi ketika kadar hormon kortisol terlalu tinggi.
