Usia muda sering dianggap identik dengan tubuh yang sehat. Ketika aktivitas sehari-hari berjalan tanpa masalah, masih rutin olahraga, dan tidak ada gejala yang mengganggu, pemeriksaan kolesterol dianggap tidak mendesak. Padahal, kadar kolesterol yang tinggi biasanya tidak menimbulkan keluhan sehingga bisa luput dari perhatian.
Anggapan bahwa pemeriksaan kolesterol cuma diperlukan saat usia lanjut tidak tepat. Deteksi sejak usia muda dapat membantu menemukan kadar kolesterol yang tinggi sebelum menimbulkan masalah. Namun, frekuensi pemeriksaannya tidak sama untuk semua orang. Usia, hasil tes sebelumnya, serta faktor risiko yang dimiliki perlu dipertimbangkan dalam menentukan kapan pemeriksaan perlu dilakukan kembali.
