1. Kendalikan paparan tikus
Langkah paling penting adalah mengurangi kontak dengan tikus dan lingkungan yang terkontaminasi.
Beberapa langkah yang direkomendasikan:
Simpan makanan dalam wadah tertutup.
Tutup celah masuk tikus.
Buang sampah dengan benar.
Jaga kebersihan area penyimpanan.
2. Jangan menyapu debu kotoran tikus kering
Jangan langsung menyapu area yang terkontaminasi atau membersihkannya dengan vakum secara kering karena membuat partikel virus beterbangan.
Yang disarankan adalah menggunakan sarung tangan, semprot disinfektan, diamkan selama beberapa menit, lalu bersihkan dengan hati-hati dengan alat pelindung diri.
3. Gunakan alat pelindung diri saat membersihkan area berisiko
Pada area dengan kemungkinan kontaminasi tinggi, penggunaan masker dan ventilasi baik sangat membantu mengurangi risiko inhalasi partikel.
HFRS adalah penyakit akibat hantavirus yang dapat menyebabkan demam berat, gangguan pembuluh darah, hingga kerusakan ginjal serius. Penularannya paling sering terjadi melalui paparan urine, kotoran, atau air liur tikus yang terkontaminasi virus.
Yang membuat HFRS menantang adalah gejalanya sering menyerupai infeksi lain pada tahap awal, sehingga mudah terlewat. Padahal, komplikasi pada ginjal dan sistem sirkulasi dapat berkembang cepat bila tidak dikenali sejak dini.
Meski belum ada terapi spesifik yang benar-benar menyembuhkan HFRS, tetapi banyak kasus dapat ditangani lebih baik dengan diagnosis cepat, perawatan suportif yang tepat, dan menerapkan langkah-langkah pencegahan yang konsisten.
Referensi
Patel, A., Patel, N. and Patel, J.K. (2024). "Hantavirus Disease." In Rising Contagious Diseases (eds S.K. Amponsah, R. Shegokar and Y.V. Pathak). https://doi.org/10.1002/9781394188741.ch10.
Sima Singh et al., “Epidemiology, Virology and Clinical Aspects of Hantavirus Infections: An Overview,” International Journal of Environmental Health Research 32, no. 8 (April 22, 2021): 1815–26, https://doi.org/10.1080/09603123.2021.1917527.
Colleen B. Jonsson, Luiz Tadeu Moraes Figueiredo, and Olli Vapalahti, “A Global Perspective on Hantavirus Ecology, Epidemiology, and Disease,” Clinical Microbiology Reviews 23, no. 2 (April 1, 2010): 412–41, https://doi.org/10.1128/cmr.00062-09.
Detlev H. Kruger et al., “Hantaviruses—Globally Emerging Pathogens,” Journal of Clinical Virology 64 (October 20, 2014): 128–36, https://doi.org/10.1016/j.jcv.2014.08.033.
Centers for Disease Control and Prevention. "About Hantaviruses." Diakses Mei 2026.
Centers for Disease Control and Prevention. "Cleaning Up After Rodents." Diakses Mei 2026.
Antti Vaheri et al., “Uncovering the Mysteries of Hantavirus Infections,” Nature Reviews Microbiology 11, no. 8 (July 16, 2013): 539–50, https://doi.org/10.1038/nrmicro3066.
World Health Organization. "Hantavirus Fact Sheet." Diakses Mei 2026.
T. Avšič-Županc, A. Saksida, and M. Korva, “Hantavirus Infections,” Clinical Microbiology and Infection 21 (June 24, 2013): e6–16, https://doi.org/10.1111/1469-0691.12291.