ilustrasi menyimpan daging (commons.wikimedia.org/Lava Vakuumverpackung)
Daging sapi yang baru diterima tidak sebaiknya langsung ditumpuk dalam kantong tertutup tanpa pengaturan suhu yang tepat. Kondisi lembap dan hangat membuat bakteri berkembang lebih cepat, terutama jika daging baru masuk kulkas beberapa jam setelah dibagikan. Risiko kontaminasi juga meningkat ketika daging mentah dicampur dengan bahan makanan matang dalam satu rak penyimpanan. Hal sederhana seperti tetesan cairan daging ternyata bisa menjadi jalur perpindahan bakteri ke makanan lain.
Mencuci daging sebelum disimpan juga tidak selalu dianjurkan karena percikan air dapat membawa bakteri ke area dapur di sekitarnya. Cara yang lebih aman ialah langsung memisahkan daging sesuai porsi masak, lalu menyimpannya dalam wadah tertutup yang bersih. Jika tidak segera diolah, daging sebaiknya masuk freezer agar pertumbuhan bakteri lebih lambat. Kebiasaan membiarkan daging terlalu lama di meja dapur justru lebih berisiko dibanding banyak orang sadari selama ini.
Risiko infeksi bakteri dari daging sapi setengah matang memang tidak selalu berakhir serius, tetapi tetap perlu dipahami dengan lebih detail agar tidak disepelekan. Faktor kebersihan, penyimpanan, hingga cara memasak punya pengaruh besar terhadap keamanan daging kurban yang dikonsumsi sehari-hari. Setelah mengetahui berbagai risikonya, masih yakin daging setengah matang selalu aman disantap?
Referensi
"Bacteria in Raw Meat vs Cooked Meat". Centre for Food Safety. Diakses Mei 2026.
"Raw Meat Consumption and Food Safety Challenges: A Survey of Knowledge, Attitudes, and Practices of Consumers in Lebanon". MDPI. Diakses Mei 2026.
"Superbug risk from undercooked meat". BBC. Diakses Mei 2026.